loading...

Harga Daging Sapi Makin Mahal

Posted by

Harga Daging Sapi Terus Naik

Naiknya harga daging sapi berefek domino di sejumlah daerah di Jawa Timur. Harga daging sapi di wilayah tertentu ikut melambung, kendati demikian stok daging masih cukup.

Akibatnya, harga daging sapi kian tidak terkendali. Sejumlah jagal sapi di Kompleks Pasar Templek Kota Blitar mengatakan, para pedagang sejak kemarin ramai-ramai menaikkan harga jual daging sapi. Uniknya, mereka menaikkan harga bukan karena faktor stok langka, melainkan mengikuti harga jual daging sapi di wilayah sekitar, seperti Kediri dan Tulungagung yang lebih dulu naik.

Turut Girianto, salah satu pedagang, menuturkan, harga jual daging sapi yang sebelumnya Rp80.000 per kg mulai kemarin menjadi Rp110.000 per kg atau naik 37,5 persen. Harga sapi potong hidup yang sebelumnya Rp82.000 per kg menjadi Rp90.000 per kg, naik hampir 10 persen. “Karena di wilayah Tulungagung dan Kediri harga daging sudah naik, kami pun ikut menaikkan harga,” tutur Girianto Menurut Girianto, kabar naiknya harga daging sapi di Kediri dan Tulungagung pertama kali disampaikan para pedagang sapi.

Bila jagal dan pedagang daging sapi eceran di Blitar tidak ikut menaikkan harga jual, mereka akan merugi. “Kenaikan harga ini lebih karena pengaruh sentimen pasar. Para pedagang ikut-ikutan menaikkan harga karena daerah sebelah sudah naik,” kata dia. Menurut Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Blitar Mashudi, stok sapi di Kabupaten Blitar aman karena jumlah sapi potong di Kabupaten Blitar relatif besar. Populasi setiap tahunnya mencapai ratarata 140.000 ekor sehingga Blitar bisa memasok daerah lain di Jatim, bahkan Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta. “Intinya di sini semuanya masih berjalan stabil,” katanya.

Kenaikan harga daging sapi juga terjadi di Sumenep. Di Pasar Anombaru, Kecamatan Kota, harga daging sapi bahkan sudah mencapai Rp125.000 per kilogram (kg) sejak sepekan lalu. Padahal, pada awal tahun harganya masih Rp117.000-Rp120.000 per kg. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep R Heni Yulianto mengungkapkan, tingginya permintaan daging sapi menjadi salah satu penyebab naiknya harga sapi sejak Desember 2015.

Kenaikan harga tersebut terjadi drastis sebulan terakhir. Selain stok yang menipis, permintaan yang tinggi juga membuat harga daging sapi naik. “Pada Desember 2015 terdapat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan warga Sumenep biasanya merayakannya dengan mengundang kerabat dan tetangganya dengan menyuguhkan aneka masakan berbahan daging sapi,” kata dia.

Seperti diketahui, berdasarkan data Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim, jumlah sapi siap potong di beberapa rumah potong hewan (RPH) juga terus menurun. Di Surabaya, misalnya, bila pada Desember 2015 jumlah sapi yang dipotong sekitar 135 ekor per hari, kini menjadi 125 ekor per hari. Sebelumnya Ketua PPSDS Jatim Muthowif menduga kondisi ini diciptakan agar memuluskan sapi-sapi dari luar daerah masuk ke Jatim. Padahal, telah ada Surat Edaran (SE) Gubernur No.524 per 8838 per 023 per - 2010 tentang Larangan Pemasukan dan Peredaran Sapi, Daging, dan Jeroan Impor masih berlaku.

“Nah, kalau hari ini masih ada sapi masuk Jatim, itu sama halnya dengan melanggar SE. Lebih baik SE itu dicabut, sekalian saja dilegalkan. Jadikan Jatim pasar bebas, sapi bisa masuk dan keluar tanpa harus terganjal SE agar harga bisa turun,” katanya. Menurut dia, Dinas Peternakan Jatim mengklaim stok sapi aman untuk mengurangi gejolak pasar. Faktanya, stok sapi memang berkurang.

“Disnak Jatim mengklaim populasi sapi di Jatim adalah 4,2 juta. Namun, hitungan kami hanya 2,7 juta ekor. Hampir sama dengan data BPS, yakni 3 juta ekor,” ungkapnya.

Sumber:  http://economy.okezone.com/read/2016/01/21/320/1293628/harga-daging-sapi-makin-tak-terkendali

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:07

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.