loading...

Cara Memilih dan Seleksi Kambing Perah Unggul

Posted by

Cara Memilih Kambing Perah Unggul Agar Produksi Susunya Tinggi

Kambing Perah. Di Indonesia, kambing perah memang belum sepopuler sapi perah meskipun sebenarnya dari segi rasa, susu kambing jauh lebih gurih daripada susu  sapi. Mungkin karena kurangnya promosi sehingga perkembangan peternakan kambing perah juga hanya berjalan pelan. Kendala lainnya adalah harga susu kambing juga lebih mahal daripada susu sapi, kemungkinan harga mahal ini disebabkan karena metode pemeliharaan dan juga produksi susu kambing yang kurang tinggi sehingga biaya produksi menjadi tinggi yang akhirnya menjadikan harga jual susu kambing menjadi lebih mahal daripada susu sapi.


Untuk dapat memproduksi susu yang tinggi, disamping pakan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan nutrisi kambing, yang perlu diperhatikan juga adalah performance kambing. Kualitas kambing perah yang baik mempunyai ciri-ciri tertentu.


kambing-bagus

  1. Perhatikan ukuran tubuh kambing tersebut, kambing yang besar akan memiliki kemungkinan yang lebih besar dalam menghasilkan susu yang lebih banyak dibandingkan kambing yang berukuran lebih kecil. Bagi kambing perah ( kambing saanen, toggenburg, Anglo Nubian ) pilih yang kira-kira beratnya 42kg dan tingginya sekitar 67cm. Untuk kambing Peranakan Ettawa (P.E) betina pilihlah yang beratnya minimal 20kg.
  2. Kemudian lihat bagian bagian tubuh kambing tersebut, jangan sampai ada cacatnya. Matanya haruslah bersinar, tidak sayu.
  3. Ini yang sangat jarang diperhatikan. Kambing memiliki kepribadian, atau ekspresi. Pilihlah kambing yang jinak dan ramah, sehingga memudahkan untuk diperah. Juga pilih kambing yang gerakannya lincah dan aktif bergerak, menandakan bahwa kambing tersebut sehat
  4. Lihatlah dengan cermat bagian Ambing.
ambing-saanen

  • Ambing adalah Organ dimana dihasilkan susu. Ambing tersebut sebetulnya adalah kelanjar penghasil susu. Ambing atau dalam bahasa inggris disebut Udder tersebut memiliki 2 bagian. Yaitu tempat penampung ( cistern ), dan tempat mengeluarkan susu atau lubang susu yang disebut putting ambing (teat).
  • Ambing yang baik adalah : Ambing yang kencang lulit luarnya, dan tidak jatuh atau lemas. Ambing yang lemas akan menyulitkan ketika diperah dan biasanya mengganggu kambing ketika berjalan. Ambing yang lemas tersebut akan mudah terluka. Luka tersebut disebut mastitis, sering terjadi juga akibat disusu oleh cempe dan akibat dari gerakan si kambing sendiri. Semakin bertambah umur si kambing maka ambingnya juga akan semakin turun ke bawah. Dalam dunia peternakan criteria ambing disebut dengan Udder depth. Hal ini dapat dilihat dari jarak antar bagian bawah ambing dengan lutut kambing.
  • Produksi susu juga dipengaruhi oleh volume ambing. Volume ambing dapat dihitung dengan c ara melihat perbandingan antara diameter horizontal dan vertikal, ambing yang berbentuk mendekati bulat adalah yang terbaik.
  • Kedua bagian dari ambing seperti yang tersebut diatas, yaitu penampung dan puting haruslah memiliki perbandingan besar yang sama.
  • Pilihlah bagian puting yang besar dan panjang sehingga memudahkan anda dalam memerah. Makin tua umur kambing makin besar pula puting nya
Kambing Perah Layak Dibudidayakan, Ini Alasannya!!!

Pertama, beternak kambing perah menghasilkan susu kambing yang saat ini sangat diburu oleh konsumen karena khasiatnya menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Jika dahulu konsumen nya baru sedikit maka pada saat ini tingkat pertumbuhan konsumen nya meningkat secara drastis. Produk turunan dari susu kambing ada banyak sehingga masih bisa dikembangkan lebih jauh lagi, jadi peluang mendapatkan profit lebih besar dalam jangka panjang akan menjadi sangat besar.

Kedua, beternak kambing perah relatif memerlukan investasi yang lebih kecil daripada menjadi Breeder kambing etawa.
  • Harga kambing perah dipasaran tidak semahal bakalan kambing Etawa untuk breeding. Karena kambing yang kita perlukan bukan dari jenis kambing Etawa kelas A atau Super. Yang kita perlukan hanya kambing-kambing silangan dari jenis Etawa kelas C, D, atau F. Atau dari jenis Bligon atau jawarandu. Harganya dipasaran yang siap untuk diperah sekitar Rp.1.8jt. Luas tempat yang diperlukan tidak selebar luas tempat yang diperlukan untuk breeding kambing etawa.
  • Kambing perah hanya memerlukan kandang yang kecil, hal itu karena memang kambing dikondisikan untuk tidak terlalu banyak bergerak. Hal ini agar susu yang diproduksi kambing lebih banyak. Lebih banyak bergerak, atau lebih aktif si kambing maka susunya menjadi sedikit. Karena kandangnya tidak besar maka biaya pembuatan dan investasi tempat tidak begitu besar
Ketiga, Income dari menjual susu kambing dapat dinikmati per hari. Susu yang dihasilkan dari pemerahan dapat dijual per hari. Jika menjual dalam bentuk cair, maka susu cair tadi bisa dibekukan agar bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Atau jika memiliki pengalaman atau teknologi untuk membuat susu kambing dalam bentuk bubuk/powder, maka konversikan susu cair tadi menjadi bubuk. Karena lebih mudah dalam penyimpanan, penjualan dan penyajian nya.

Keempat, kambing perah relatif mudah dalam pemeliharaan dan jarang terkena penyakit.Dibandingkan dengan kambing ras etawa, jenis kambing perah, bligon/jawa randu/koploh relative mudah dalam pemeliharaan nya, tidak rewel, jarang terkena penyakit. Karena jenis kambing ini memang sudah terkondisikan dengan kondisi alam di Indonesia yang merupakan habitat aslinya.
 Sumber:
http://disnak.kalselprov.go.id

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:59

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.