loading...

Antara Sentra Peternakan Rakyat dan Sapi Indukan

Posted by

Sentra Peternakan Rakyat, Disediakan Dana 2,3 Triliun

Populasi ternak lokal Indonesia yang secara nyata populasinya terus menurun, menjadi perhatian khusus pemerintah terutama dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Berbagai upaya akan dilakukan untuk mempertahankan populasi dan jika mungkin mengembangkan populasi sapi lokal di negara kita. Untuk mewujudkan hal tersebut, tahun 2016 ini pemerintah mengalokasikan dana sekitar 2,3 triliun untuk membentuk dan membina SPR atau Sentra Peternakan Rakyat di 17 propinsi diseluruh Indonesia. Berikut ini berita selengkapnya:

Tahun ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI menyiapkan anggaran Rp 2,3 triliun untuk pengembangan Sentra Peternakan Rakyat dan pengadaan sapi indukan. Sebanyak 50 SPR di 17 provinsi di Indonesia akan mendapat bantuan sarana dan prasarana sekitar Rp 3 miliar per SPR.




Demikian disampaikan Direktur Jenderal PKH Kementan RI Muladno seusai menghadiri acara Fonterra Dairy Scholarship di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (13/1/2016) malam. Menurut dia, pendekatan model SPR ialah menghimpun para peternak kecil dalam satu managemen supaya bisa maju bersama-sama.

"SPR baru tahun ini, tapi saya sudah uji coba sejak 2013 di 6 lokasi. Itu kami lakukan karena ingin mengubah mindset supaya orang berternak secara berjamaah, tidak sendiri-sendiri. Nah, pada 2016 ini SPR sudah resmi, jadi pemerintah menganggarkan untuk pengembangan 50 SPR dulu," kata Muladno.

Dia menjelaskan, model peternakan secara kolektif itu merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencapai swasembada susu sapi. Pasalnya, sekitar 73% kebutuhan susu dalam negeri masih dipasok dari impor. Padahal, Indonesia memiliki potensi yang mendukung, seperti lahan yang luas dan sumber pakan yang melimpah.

"Kalau sekarang rata-rata produksi susu 10 liter/ekor/hari, nanti bisa bertambah populasi sapi dan produksi susunya. Lama-lama swasembada susu itu akan tercapai, walaupun memang tidak gampang juga. Para peternak harus berkomitmen tidak menjual atau memotong sapi indukan di SPR," ucapnya.

Muladno memaparkan, SPR sapi perah dalam kawasan dapat menghimpun ratusan peternak kecil, dengan syarat minimal 1.000 ekor induk sapi perah produktif di tiap SPR. Lantaran 95% usaha sapi perah ada di Pulau Jawa, maka syarat indukan sapi di luar Pulau Jawa dikurangi setengahnya.

"Kalau sapinya berjamaah, kan harus ada 'mushala'-nya. Nah, dari APBN sudah disiapkan anggarannya. Anggaran itu bukan untuk beli sapi di SPR, tapi untuk sarana dan prasarananya, seperti gudang pakan, bibit pakan, alat angkut, sumber air, dan lain-lain," tuturnya.

Dia menambahkan, pada tahun berikutnya pemerintah akan terus mendorong penambahan SPR di berbagai daerah. Di bantuan infrastruktur, Muladno menjanjikan pendidikan bagi para peternak yang tergabung dalam SPR. Tidak tertutup kemungkinan, SPR itu kemudian berkembang jadi koperasi.

"Jadi, 50 SPR itu baru awal. Ini pendekatan baru, sehingga kami harus mempersiapkan dengan sebaik-baiknya dan mengidentifikasi kendala-kendala yang ditemui. Nah, nanti kalau yang 50 SPR ini sudah terkelola dengan baik, tahun depan bisa tambah 100 atau 200 SPR," tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Barat Adiyoto menyatakan, pihaknya belum mengetahui bantuan dari Kementan RI yang akan dialokasikan bagi peternak sapi di Bandung Barat.

"Dalam rapat terakhir di Bogor memang sampai hari ini belum ada angka yang pasti, jadi untuk sementara baru direncanakan bantuan untuk kandang dan peralatan ternak. Pengadaan sapi indukan buat di Bandung Barat juga belum tahu, itu masih akan dirapatkan lagi," kata Adiyoto.

Menurut dia, kawasan Lembang masih merupakan pusat pembibitan sapi perah, dengan produksi susu terbesar di Jawa Barat. Oleh karena itu, pengembangan SPR di Lembang sangatlah memungkinkan diterapkan.

"Peternak sapi di Bandung Barat kan banyak. Populasi sapi perah saja ada 35.000 ekor, dengan rata-rata produksi susu 12,5 liter/ekor/hari. Kalau ditotalkan, rata-rata produksi susu di Bandung Barat itu sekitar 200 ton per hari. Itu masih yang paling besar se-Jawa Barat," katanya.

Sumber: Disnak Jabar

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:22

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.