loading...

Waspada Terhadap Resistensi Antibiotik Ala WHO

Posted by

Resep WHO Menyetop Resistensi Antibiotik


Antibiotics Awareness Week atau pekan kesadaran akan antibiotik dicanangkan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) 16 – 22 November lalu. Kampanye ini bersamaan dengan Get Smart About Antibiotics Week atau pekan “Cerdas dengan Antibiotik” yang dipropagandakan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), agen federal di bawah Departemen Kesehatan Amerika Serikat.

Berbagai upaya kegiatan dan seruan dilakukan secara global dengan tujuan menggugah kesadaran akan bahaya resistensi antibiotik yang telah menunjukkan gejala peningkatan dan mengancam kesehatan masyarakat. Gerakan ini mengajak pada penggunaan antibiotik yang lebih bijak dan bertanggung jawab, mengerem laju resistensi dari semua sisi.

Salah satu tulisan yang merupakan bagian dari kampanye adalah buah pikir dari Marc Sprenger yang dipublikasi di theguardian.com dengan judul “How to stop antibiotic resistance? Here’s a WHO prescription”, diposting pada 20 November 2015. Tak hanya menuding sektor peternakan sebagai satu-satunya penyumbang resistensi antibiotik, Marc juga menyinggung semua aspek yang dinilai punya potensi berkontribusi sehingga sampai pada titik resistensi antibiotik saat ini.

Dan berikut adalah tulisan yang disadur dari artikel tersebut.

Oleh: Marc Sprenger
Director of The World Health Organisation’s Secretariat for Antimicrobial Resistance

Di masa kini, apabila anda terkena infeksi bakterial seserius apapun, bisa jadi anda akan merasa yakin antibiotik akan mampu menyembuhkan anda.

Situasi ini berbeda dengan masa orang tua kita di waktu lampau. Ketika saya berumur 3 tahun, saya menderita tuberculosis yang parah. Saya harus dirawat selama setahun penuh dan mungkin saja tidak tertolong jika tidak kemudian ditemukan formula cara pengobatan baru yang mengkombinasikan 3 jenis antibiotik. Saya termasuk orang-orang pertama yang mendapatkan pengobatan itu di Eropa.

Keberadaan antibiotik mengenalkan era baru dalam pengobatan. Tetapi saat ini, saya khawatir kita mengalami kemunduran, mundur ke masa orang tua saya hidup, ketika infeksi bakterial kerap mematikan karena tak ada pengobatan spesifik tersedia.

Saat ini, banyak kasus infeksi yang dengan cepat menjadi resisten terhadap obat. Tak terelakkan obat-obatan ini kehilangan kemampuan untuk mematikan bakteri penyebab penyakit. Ini disebabkan bakteri mengalami seleksi alami dan secara genetik beradaptasi menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotik.

Dan sayangnya, kita mempercepat proses resisten itu secara dramatis, dengan menggunakan antibiotik yang berlebihan dan sering pada konteks yang tidak tepat. Kita perlu memperlambat proses terjadinya dan penyebaran resistensi ini, sehingga antibiotik dapat efektif bekerja selama mungkin. Kita juga perlu mencurahkan sumber daya yang ada untuk riset dan pengembangan menemukan antibiotik jenis baru.

Sumber trobos.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:21

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.