loading...

Manfaat dan Jenis Buah Markisa serta Budidaya Pohon Markisa

Posted by

Jenis Buah Markisa, Manfaat dan Budidaya Tanaman Markisa

Tanaman Markisa adalah flora yang bersifat tahunan, dengan batang menjalar dan dibudidayakan untuk dikonsumsi buahnya. Markisa dikonsumsi segar maupun diolah menjadi berbagai macam olahan seperti es krim, salad, selai ataupun sari buah. Diduga ada 300 jenis tanaman markisa di dunia dimana mayoritas terdapat di kawasan hangat dan lembab. Saat ini cuma ada dua jenis buah markisa yang biasa ditanam yakni Passiflora edulis dan Passiflora Quadranguralis L.

1. Passiflora edulis

Jenis buah markisa Passiflora edulis dibagi dua yakni yang buahnya mempunyai warna ungu dengan bentuk bulat telur atau bulat penuh dan mempunyai garis tengah 4 sampai 6 cm. Varian markisa ini yang terbanyak dibudidayakan sekarang ini sebab rasanya yang paling lezat dan wangi aroma buahnya. Namun jenis markisa ini cuma cocok dibudidayakan di kawasan dataran tinggi dengan iklim basah. Varian markisa yang lain ialah markisa dengan buah berwarna kuning yaitu Passiflora edulis var. flavicarpa Degener. Markisa jenis ini diperkirakan sebagai hasil mutasi varian markisa warna ungu. Garis tengah buahnya antara 3 sampai 6 cm dengan warna kuning cerah apabila sudah tua. Varietas markisa yang satu ini bisa ditanam pada dataran rendah atau kawasan dengan iklim hangat. Markisa kuning mempunyai buah dengan rasa lebih kecut bila dibanding markisa ungu.

2. Passiflora quadranguralis

Dinamakan pula sebagai Giant granadilla. Jenis buah markisa ini bagus dibudidayakan di kawasan tropik dengan iklim lembab dan hangat. Mempunyai buah dengan warna kuning pucat ataupun hijau agak kuning. Buah markisa varian ini mempunyai rongga di bagian dalamnya. Bentuk buah bulat panjang bergaris tengah 15 sampai 30 cm. Daging buah markisa ini agak berlendir dan terdapat banyak biji. Biji markisa diselubungi lendir dengan warna putih terang beraroma wangi serta manis. Sedangkan tebal daging buahnya antara 2 sampai 4 cm, rasanya tak begitu manis.

Tags: markisa jenis markisa manfaat markisa buah markisa budidaya markisa macam macam markisa buah markisa untuk kesehatan khasiat buah markisa jenis pohon markisa

Manfaat, Budidaya dan Produk Olahan Buah Markisa

Memiliki nama latin  Passiflora edulis,markisa merupakan tanaman menjalar seperti juga tanaman anggur. Yang ada di Indonesia biasanya markisa kuning dan ungu. Perlu ketelitian untuk membudidayakannya, terutama soal pasokan airnya.

di Indonesia, ada dua jenis markisa yang biasa dibudidayakan. Yaitu, markisa kuning dan markisa ungu. Buah markisa kuning sering dijual untuk dikonsumsi langsung. Adapun markisa ungu dijual dalam bentuk olahan, seperti sirop dan minuman ringan. Rasanya yang lebih asam menjadikan markisa ungu sangat cocok dijadikan produk olahan. 

Agar bisa tumbuh dengan baik, pohon markisa harus ditanam pada wilayah sejuk. Ketinggiannya antara 800 meter di atas permukaan laut (dpl) hingga 1.700 dpl, dengan suhu antara 20 hingga 30 derajat celsius.

Bibit pohon markisa bisa didapat dari persemaian biji buah. Bibit markisa juga bisa diperoleh dengan cara stek. "Jarak tanam antara satu pohon dengan pohon lain sekitar tiga meter," kata pemilik CV Surya Lestari, Chairul Anwar Halim. 

Lantaran markisa merupakan tanaman merambat, maka petani perlu membuat para-para ataupun media rambat lain dengan tinggi tiang sekitar dua meter. Di bagian atas dibuat anyaman dari bilah bambu, kayu, atau kawat. Dengan adanya para-para tersebut, buah markisa akan bergantungan sehingga mudah dipetik.

Masa berbuah markisa cukup cepat, yaitu hanya sekitar 3 bulan. Meski begitu, perlu dilakukan berbagai perawatan supaya panen yang dihasilkan bisa maksimal. "Jika ditanam Januari maka di sekitar bulan September atau Oktober pohonnya sudah berbunga," kata Chairul. 

Pohon markisa paling produktif saat berusia tiga tahun. Di tahun keempat dan kelima produktivitasnya mulai berkurang. Bahkan, di tahun keenam biasanya sudah tidak berbuah. "Makanya di tahun keempat harus tanam ulang," ujarnya. 

Agar hasilnya maksimal, perlu ada pemangkasan daun sehingga nutrisi dari dalam tanah tidak habis. Pemangkasan tanaman juga diperlukan untuk menumbuhkan tunas-tunas baru, tempat munculnya bunga.

Pasokan air juga harus diperhatikan, terutama ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pada masa itu, pohon markisa membutuhkan air lebih banyak dari biasanya. Jika pasokan air kurang, maka buah akan menjadi keriput dan gampang jatuh meski belum matang.

Pemilik CV Qualitama Tunas Mandiri, Zulfi Andri, mengatakan, saat ini ada kesalahan mendasar yang sering dilakukan petani. Petani biasanya menunggu markisa jatuh.

Padahal, menurut Zulfi, cara seperti itu tidak boleh. "Tidak perlu sampai jatuh dan terluka," katanya. Karena untuk konsumsi, tingkat kematangan markisa sekitar 70% hingga 80% sehingga bisa dipetik. 

Apalagi, markisa termasuk buah klimaterik yang bisa matang dengan cara diperam. "Dalam seminggu, kematangan markisa bertambah dari 60% menjadi 90%," imbuhnya. Buah markisa juga bisa disimpan sekitar 4 hingga 5 pekan pada suhu 7 derajat celsius.

Menurut hitungan Chairul, jika satu pohon markisa menghasilkan 20 kilogram (kg) buah dalam sekali panen dan satu hektare lahan bisa ditanami 400 hingga 800 pohon, maka petani bisa memanen 8 ton–16 ton markisa di atas lahan seluas satu hektare.

Satu kilogram markisa terdiri dari 20 hingga 25 buah, dengan harga Rp 3.000 per kg. Maka, dalam sekali panen petani bisa mencetak penjualan Rp 24 juta hingga Rp 48 juta. 

Markisa merupakan buah asli dari Amerika Latin. Namun, buah ini sudah banyak dibudidayakan di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Manfaat markisa bagi kesehatan manusia, menjadikannya memiliki nilai komersial yang tinggi.

Markisa memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan karena mengandung beta karoten, potasium, serat, dan vitamin C. Bahkan, buah ini diyakini bisa meringankan penyakit tekanan darah tinggi. 

Dengan manfaat dan kesegaran rasanya, tidak salah jika markisa menjadi buah yang digemari masyarakat. Saat ini, markisa banyak dibudidayakan di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Makassar, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali.

Selain dikonsumsi langsung, markisa juga bisa diolah kembali untuk sirup dan minuman ringan.

Salah satu perusahaan yang memproduksi olahan buah markisa mulai dari sari markisa murni, sirup, hingga markisa beku, adalah CV Surya Lestari di Makassar.

Pemilik CV Surya Lestari, Chairul Anwar Halim, mengatakan bahwa produk sari markisa murni dan sari markisa beku dikhususkan untuk pasar ekspor. "Untuk pasar lokal kami lebih banyak menyediakan sirup markisa," katanya. Dari berbagai produk olahan markisa itu, dia bisa mencetak omzet rata-rata Rp 50 juta per bulan. 

Ada juga CV Qualitama Tunas Mandiri, yang menawarkan olahan markisa berupa minuman ringan. Menurut pemilik Qualitama, Zulfi Andri, saat ini produknya hanya didistribusikan di sekitar Sumatera Barat yang dekat dengan pengolahan dan budidaya markisa. Ia berharap, ke depan, distribusi produknya akan lebih luas lagi.

Sumber berita kontan.co.id dan sumber lain

Tags: markisa jenis markisa manfaat markisa buah markisa budidaya markisa macam macam markisa buah markisa untuk kesehatan khasiat buah markisa jenis pohon markisa

Budidaya dan Cara Menanam Markisa

Produksi benih markisa dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu perbanyakan dengan biji, stek dan sambung pucuk.

1. Perbanyakan melalui biji

Perbanyakan tanaman markisa menggunakan biji akan menghasilkan tanaman markisa yang kuat dan memiliki perakaran cukup dalam, namun akan mengalami penyimpangan sifat dari pohon induknya. Syarat pohon induk yang akan diambil buahnya antara lain produktif, berasal dari varietas unggul, memiliki pertumbuhan yang sehat dan minimal berumur lebih dari tiga tahun, bebas dari hama dan penyakit. Cara penanganan penyemaian biji markisa sebagai berikut :

Buah markisa yang dipetik dari pohon induk dipilih yang besar, sehat dan kualitas bagus dibelah kemudian diambil bijinya. Biji bersama lendirnya diambil kemudian dibersihkan dengan dicampur abu dapur sambil diremas-remas dan dicuci bersih dengan air. Biji yang sudah bersih kemudian dikering-anginkan.Penyemaian biji dapat dilakukan dengan dua cara yaitu disemai dalam persemaian kemudian dipindah ke polybag dan cara kedua langsung disemai kedalam polybag.

Tempat persemaian dapat menggunakan kotak plastic diisi media campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Biji markisa disemai dengan jarak rapat dengan kedalaman semai  1-1,5 cm, kemudian ditutup dengan media semai. Kelembaban tanah dijaga jangan sampai kering atau tergenang.Setelah bibit berdaun 4-5 helai (berumur 5-6 minggu) bibit segera dipindah tanam  kedalam polybag yang berisi media campuran tanah dan pupuk kandang (2:1). Bibit ditanam satu batang tiap polybag.Polybag yang sudah ditanami bibit markisa disusun berjajar dan diberi naungan yang tidak terlalu rapat. Perawatan bibit meliputi penyiraman, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan 2 hari sekali terutama bila tidak turun hujan. Pemupupukan dilakukan setiap 15 hari berupa larutan pupuk NPK sebanyak 10-20g/10 liter air disiramkan 100 cc/polybag. Setelah berumur 3-4 bulan dipersemaian bibit dapat ditanam dilapang (kebun).

2. Perbanyakan menggunakan stek cabang

Produksi benih  markisa dengan cara stek merupakan salah satu cara yang dapat digunakan. Perbanyakan tanaman dengan cara ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain: dapat memproduksi bibit dalam jumlah banyak, cepat berbuah, dan bibit yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan pohon induknya. Prosedur penyiapan bibit asal stek batang atau stek cabang adalah sebagai berikut:

Dari pohon induk varietas unggul, dipilih cabang yang telah berumur minimal satu tahun  dan berdiameter 1 cm.Cabang terpilih dipotong dengan menggunakan pisau atau gunting pangkas yang tajam; dan dipotong-potong lagi hingga diperoleh potongan–potongan sepanjang 25 cm yang masing-masing mengandung 3-4 mata tunas.Pangkal stek diolesi dengan Rootone F.Stek disemaikan dengan posisi tegak sedalam ± 5 cm dalam polybag ukuran 10 x 18 cm yang diisi dengan media campuran tanah dan pupuk kandang (1:1).Polybag semaian stek ditempatkan berjajar di dalam bedengan yang diberi sungkup plastik.Jika stek sudah bertunas dan berakar, sungkup segera dibuka.. Bibit dari stek dipelihara secara intensif hingga berumur 3 – 4  bulan.

3. Perbanyakan dengan sambung pucuk

a. Persiapan batang bawah

Batang bawah dari biji yang berasal dari buah varietas unggul  pohon markisa yang mempunyai keunggulan sifat-sifat tertentu seperti tahan terhadap penyakit layu Fusarium. Biji untuk batang bawah diambil dari buah yang masak fisiologis. Biji markisa yang masih mengandung daging buah direndam dalam air dan diremas sampai biji terpisah. Biji yang sudah dibersihkan disemaikan pada bak semai plastik atau seedbed.  Media persemaian yang digunakan adalah tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.  Jarak tanam adalah 2,5 x 2,5 cm dengan kedalaman 1-2 cm.  Tempat pesemaian diberi naungan untuk melindungi bibit dari terik matahari dan hujan yang berlebihan.  Pada umur 4 minggu setelah tanam, semai markisa dapat dipindah ke polybag ukuran 10 x 18 cm yang berisi campuran media tanah dan pupuk kandang (2:1). Tiap polybag berisi satu bibit dan diletakkan di tempat teduh/rumah pembibitan. Pemeliharaan meliputi penyiraman, penyiangan dan pemupukan dengan pupuk NPK dosis 1-3 g/bibit yang dilakukan 2 minggu sekali.Pengendalian hama/penyakit sesuai dengan kebutuhan. Pada umur 4 bulan  batang bawah siap untuk disambung.

b. Persiapan  entris

Batang atas (entris) yang akan digunakan untuk sambung pucuk harus berasal dari tunas pucuk yang sehat, normal dan berdiameter sama atau sedikit lebih kecil daripada diameter batang bawah. Pengambilan entris dilakukan dengan cara memotong tunas pucuk  sepanjang 5 cm (3 ruas) dengan gunting pangkas yang tajam dan bersih. Pengambilan entris dilakukan pada saat entris cukup kering (tidak basah), karena air yang ada pada permukaan entris dapat mengundang hadirnya patogen yang dapat mempengaruhi keberhasilan penyambungan.

c. Penyambungan

Teknik penyambungan bibit markisa dilakukan dengan sambung samping. Batang bawah yang telah mencapai kondisi siap sambung (umur 4 bulan, berdaun  6-8 helai), pada ketinggian ± 30 cm, salah satu sisinya disayat miring dengan pisau cuter yang tajam dan bersih. Daun yang tersisa pada batang bawah harus tetap dipertahankan, selanjutnya entris yang telah disiapkan diambil dan dasar entris disayat miring pada satu sisi sesuai sayatan pada batang bawah, kemudian kedua luka sayatan tersebut (batang bawah dan entris) dilekatkan dan  dibalut dengan irisan plastik. Pada saat penyisipan harus dipastikan kambium entris bersatu dan menempel dengan kambium batang bawah. Setelah itu dilakukan penyungkupan entris dengan kantong plastik transparan untuk menjaga agar kelembaban tetap tinggi dan mengurangi penguapan dari entris. Penyungkupan dengan kantong plastik ini harus dilakukan sampai pada bagian sambungan / ikatan sambungan.  Tanaman sambungan ini selanjutnya ditempatkan di tempat yang ternaungi (dalam rumah bibit) dan dipeliharan secara optimal dengan melakukan penyiraman secukupnya dan penyiangan. Penempatan bibit ini dilakukan secara teratur dan berkelompok seperti benih dari biji. Sungkup plastik dilepas apabila mata tunas pada entris telah pecah, sedangkan tali pengikat sambungan tetap dibiarkan sampai bibit siap ditanam.

d. Pemeliharaan tanaman sambungan

Pemeliharaan tanaman sambungan meliputi penyiraman, penyiangan dan pemupukan dengan pupuk NPK dosis 1-3 g/bibit yang dilakukan 2 minggu sekali. Pengendalian hama/penyakit sesuai dengan kebutuhan. Bibit sambung pucuk ini siap tanam setelah berumur ±  1 bulan setelah sambung.

Sumber litbang pertanian

Tags: markisa jenis markisa manfaat markisa buah markisa budidaya markisa macam macam markisa buah markisa untuk kesehatan khasiat buah markisa jenis pohon markisa cara menanam markisa benih pohon markisa bibit markisa

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 04:58

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.