loading...

Fakta Tentang Gula, Diet Bukan Berarti Menghindari Gula Sama Sekali, ini Tipsnya!

Posted by

Gula secara umum yang dikenal masyarakat adalah pemanis yang diolah dari tanaman yang bernama tebu, sedangkan pada perkembangan berikutnya banyak produk olahan gula yang berasal dari non tebu seperti gula buah-buahan, gula jagung dan gula pemanis buatan dari bahan kimia.



Gula adalah makanan yang paling banyak di sukai oleh semua orang di dunia. Karena rasanya yang manis gula menjadi makanan favorit. Lalu bagaimana menghindari makanan bergula ketika sedang berdiet? berikut tipsnya.

Gula merupakan salah satu musuh besar Anda ketika berdiet, maka dari itu sebaiknya Anda berusaha untuk menghindari Si Manis yang satu ini saat diet. Lantas bagaimana caranya agar Anda bisa sukses menghindari gula ketika sedang berdiet? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari India Times (19/04) berikut ini.

Mengetahui dampak dari gula terhadap tubuh
Gula memang memberi sumber energi terhadap tubuh, namun gula juga cepat diserap dalam darah yang membuat Anda mudah meningkatkan berat badan. Selain itu, terlalu banyak gula dalam darah akan menganggu kinerja hormon insulin yang berdampak pada penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Orang dengan serotonin rendah menyukai gula
Serotonin adalah sejenis hormon yang dinilai sebagai pemberi rasa nyaman dan senang. Orang dengan serotonin rendah akan cenderung menyukai gula dan menganggap obat stres mereka adalah makanan manis. Jika tidak dipenuhi, maka orang-orang ini akan merasa gelisah, kelelahan, mual, dan juga depresif.

Diet anti gula
Ada salah satu jenis diet yang benar-benar melarang Anda untuk mengonsumsi gula sepenuhnya. Adalah diet anti gula, yang menyarankan Anda untuk mengonsumsi 30% protein, 40% lemak, dan 30% karbohidrat setiap harinya.

Makanan manis selain gula
Jika Anda tidak bisa meninggalkan makanan manis sepenuhnya, Anda bisa mengonsumsi madu, kismis, atau buah-buahan yang memiliki rasa manis namun tetap menyehatkan tubuh.

Contoh menu diet bagi pecinta gula
Sarapan: Sereal gandum, susu tanpa lemak, buah persik, strawberry, dan produk gandum lainnya.
Snack pagi: Buah nanas, apel, dan buah-buahan berserat yang lain.
Setengah siang: Salad dengan tomat, wortel, dan bumbu tanpa gula.
Makan siang: Roti maryam, sayuran, dan yogurt.
Snack siang: Cokelat hitam.
Makan malam: Kare ayam dan brown rice, daging tanpa lemak, madu, salad dengan saus mustard, dan es krim buatan sendiri. Sebenarnya Anda tidak perlu sepenuhnya meninggalkan gula. Sebab gula bukan racun dan tidak berbahaya bagi tubuh jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat.

Cara Mengontrol dan Memonitor Kadar Gula Darah

Memonitor tingkat gula darah umumnya sama seperti mengamati berat badan anda. Pola makan yang buruk, stress, kurang olahraga dan kelebihan berat badan dapat menjadi faktor utama menurunnya kesehatan serta timbulnya gangguan kadar gula darah. Jadi tidak mengherankan jika orang lebih sadar tentang kesehatan mereka dan cenderung mengambil keputusan proaktif untuk menjaga kadar glukosa yang sehat.

Memeriksa Kesehatan Secara Rutin: Kunjungi dokter Anda dan periksa kadar glukosa darah Anda. Jika Anda berusia lebih 40 tahun, mengalami kelebihan berat badan atau memiliki kecenderungan glukosa darah yang berfluktuasi, sebaiknya periksa gula darah Anda setiap 6 bulan. Memeriksa gula darah secara rutin akan membantu memonitor kadar gula darah Anda dan mengambil langkah-langkah yang tepat, dengan pola makan sehat dan olahraga.

Pengelolaan Berat Badan: Menjaga berat badan yang optimal, sangat kondusif bagi kesehatan. Jika Anda kelebihan berat badan, pertimbangkan untuk menerapkan program penurunan berat badan yang sesuai dengan Anda. Salah satu cara untuk mengurangi berat badan adalah dengan menghindari makanan berkalori tinggi seperti kue, permen, kripik. Sebaliknya, konsumsilah makanan kecil yang sehat sebagai “pengisi” yang baik di antara waktu makan, seperti wortel, mentimun, yogurt rendah lemak, salad hijau dan buah-buahan. Anda juga dapat mengurangi minuman soda yang memiliki kadar gula tinggi dan menggantinya dengan air atau teh hijau, yang menawarkan banyak manfaat kesehatan.

Latihan: latihan berperan penting dalam mendukung konversi alami glukosa menjadi energi dalam tubuh. Tujuannya adalah menjadi lebih aktif. Cobalah gunakan tangga daripada lift atau eskalator; jogging di rumah sambil menonton TV juga ide yang baik. Bahkan berjalan cepat selama 30 menit sedikitnya lima kali seminggu dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap baik.

Asupan Nutrisi: Nutrisi memiliki pengaruh yang besar terhadap kadar gula darah. Pertama, mulailah makan lebih sering, yaitu sekitar 5-6x sehari dengan 3x makan utama dan diselingi 2-3x snack di antara waktu makan, yang akan membantu menjaga kestabilan gula darah. Selain itu, makanlah berbagai makanan yang berwarna. Hijau, merah, oranye terang dan ungu – setiap warna makanan memiliki gizi tertentu yang baik untuk kesehatan. Makan berbagai jenis makanan dapat meningkatkan gizi makanan Anda secara keseluruhan. Makanlah gandum dan olahannya; beras merah, sereal dan roti gandum. Makanan-makanan ini mengandung serat sehingga dapat menjaga kadar gula yang sehat.

Dukungan gizi melalui suplemen juga merupakan pilihan yang positif. Salah satunya, Anda bisa gunakan suplemen Chromium Picolinate yang akan membantu metabolisme karbohidrat dan meningkatkan efektifitas insulin untuk mencerna gula, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dan Anda yang menjalani program penurunan berat badan.

Kadar gula yang tidak sehat dapat berpengaruh pada organ-organ yang lain seperti jantung, ginjal dan mata. Selain bersikap proaktif, memilih gaya hidup yang sehat dan mengkonsumsi suplemen dapat membantu mendukung kemampuan alami tubuh untuk mengatur kadar gula normal.

Sumber : duniafitnes(dot)com

Alasan Mengapa Kita Perlu Mengurangi Konsumsi Gula

Ada beberapa alasan mengapa sebaiknya Anda mengurangi konsumsi makanan mengandung gula, seperti berikut ini:

1. Gula mempengaruhi produksi insulin
Ketika kadar gula darah menurun, energi tubuh juga akan menurun sehingga berpengaruh pada mood Anda. Dan ketika makan makanan manis, mood jadi meningkat karena energi juga meningkat. Tapi ini justru tidak baik karena pengaruhnya pada produksi insulin yang berlebihan.

2. Gula berubah jadi lemak
Anda pasti tahu bahwa makan makanan manis bisa membuat Anda gemuk. Ini karena gula diubah menjadi lemak di dalam tubuh, dan jika makan berlebihan bisa membuat Anda gemuk.

3. Mempercepat penuaan
Jangan kira gula hanya bisa membuat Anda gemuk, tapi juga membuat Anda cepat tua. Ini karena gula membentuk Advanced Gycation Ends (AGE) yang merusak kolagen kulit dan elastisitasnya. Semakin sering makan makanan manis maka kulit semakin keriput.

4. Memengaruhi kekebalan tubuh
Gula membuat pankreas membentuk insulin yang mana akan menurunkan kadar gula darah. Sayangnya, insulin juga memproduksi hormon yang bisa merusak sistem imun dan meningkatkan risiko diabetes, kanker dan penyakit jantung.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:05

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.