loading...

Waspadai Penyakit Radang Paru dan Cara Mengobatirnya Dengan Ramuan Alami

Posted by

Tanda-tanda dan Gejala Radang Paru
Penyakit Radang Paru-paru adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (S. pneumoniae). Penyakit Radang Paru-paru juga dikenal sebagai Pneumococcal. Infeksi dapat menyebabkan pneumonia, infeksi darah (bakteremia/sepsis), infeksi telinga tengah (otitis media), atau meningitis.

Jenis Radang Paru-paru

Ada dua jenis utama penyakit Radang Paru-paru:


1) Penyakit Radang Paru-paru Non-invasif

Pada kasus Radang Paru-paru Non-invasif, bakteri penyebab Radang Paru-paru dapat menyebar dari nasofaring (hidung dan tenggorokan), pada saluran pernapasan atas dan bawah dan dapat menyebabkan:

Otitis media - infeksi telinga tengah. Biasanya dengan akumulasi cairan di telinga tengah, sehingga terjadi pembengkakan gendang telinga atau sakit telinga.

Non-bacteremic pneumonia - Radang Paru-paru Non-invasif menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian bawah tanpa terdeteksi adanya penyebaran organisme ke aliran darah.

2) Penyakit Radang Paru-paru Invasif

Radang Paru-paru Invasif cenderung lebih serius dan terjadi di dalam organ utama, atau dalam darah. Contoh Radang Paru-paru Invasif meliputi:

Bakteremia (sepsis) - infeksi bakteri darah. Bakteremia adalah adanya bakteri hidup dalam darah, sedangkan sepsis berarti infeksi darah yang berhubungan dengan kebocoran kapiler, shock dan peningkatan risiko kematian.

Meningitis - peradangan pada meninges. Meninges adalah tiga membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.

Bacteremic pneumonia - peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru.

Ganasnya Penyakit Radang Paru-paru

Menurut WHO, 1,6 juta lebih orang meninggal setiap tahun secara global sebagai akibat dari penyakit Radang Paru-paru - sekitar setengah dari mereka adalah anak-anak dibawah 5 tahun di negara berkembang.

Penyakit Radang Paru-paru menyebabkan dua kematian setiap jam antara anak-anak dibawah 5 tahun di Amerika setiap tahunnya, menurut PAHO (Pan American Health Organization).

Siapa yang Lebih Berisiko Terkena Penyakit Radang Paru-paru?

Siapa saja yang lebih beresiko terkena penyakit Radang Paru-paru? Orang-orang yang berada pada risiko lebih tinggi untuk penyakit Radang Paru-paru atau komplikasinya termasuk:

Bayi dan anak-anak dibawah dua tahun.

Orang-orang di atas 65 tahun.

Anak-anak di daerah miskin dari negara-negara berkembang.

Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang-orang dengan imunosupresi (misalnya steroid dosis tinggi, kemoterapi), HIV, dan AIDS.

Penderita penyakit kronis, seperti:

diabetes

penyakit paru-paru

penyakit jantung

kancer

penyakit ginjal

penyakit sickle cell (sel sabit)

Alkoholisme

Seseorang yang mendapatkan perawatan penyakit kronis jangka panjang.

Pasien yang memiliki riwayat disfungsi limpa atau penyakit limpa.

Perokok.

Orang-orang yang memiliki implan koklea (sejenis alat bantu dengar).

Pasien dengan kebocoran cairan serebrospinal (misalnya karena retak pada tengkorak).

Tanda dan Gejala Radang Paru

Tanda dan gejala infeksi Radang Paru-paru tergantung pada jenis infeksi yang ada pada diri penderita. Tanda-tanda dan gejala penyakit Radang Paru-paru mungkin non-spesifik.

Tanda-tanda dan gejala yang paling umum termasuk:

  • demam tinggi
  • batuk
  • sesak napas
  • bernapas cepat
  • sakit dada
gejala lain mungkin termasuk:

mual

muntah

sakit kepala

kelelahan

nyeri otot

Cara Penularan Radang Paru

S. pneumoniae, yaitu bakteri penyebab Radang Paru-paru, yang paling sering ditemukan di tenggorokan dan hidung dari bayi dan anak kecil. Mereka juga mungkin ada dalam hidung orang dewasa, tapi ini kecil kemungkinannya.

Bakteri menyebar dari orang-ke-orang melalui pernapasan - jika orang yang terinfeksi batuk atau bersin di dekat orang lain, orang lain mungkin terinfeksi.

Anda tidak dapat terinfeksi/tertular dengan mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Bakteri ini hanya bisamenyebar dalam tetesan air di udara saja.

Jika sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik, maka sistem kekebalan ini akan menghentikan inveksi bakteri penyebab Radang Paru-paru. Namun jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, bakteri dapat menyebar dan berpindah dari tenggorokan ke paru-paru, darah, sinus, telinga tengah, atau otak, yang dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius.

Cara Mengobati Radang Paru secara Alami

Cara paling sederhana adalah dengan rajin mengkonsumsi Madu setiap hari dikombinasikan dengan obat herbal lainnya yang banyak dijual dengan merk-merk tertentu (silakan browsing di Google)

Menggunakan Bawang Putih:

Bawang putih selama ini diidentikan dengan bumbu masakan. Namun, bawang putih juga memiliki khasiat untuk kesehatan. Menurut studi baru, bawang putih dapat membantu melawan infeksi paru-paru.
Bawang putih dapat menjadi senjata rahasia bagi orang orang dengan cystic fibrosis yang melawan infeksi paru-paru parah. Cystic fibrosis adalah kelainan genetik yang mempengaruhi paru-paru dengan gejala jangka panjang seperti kesulitan bernapas dan batuk berdahak.

Sebuah tim peneliti dari Edinburgh University menunjukkan, allicin, bahan kimia yang ditemukan dalam bawang putih bisa membunuh bakteri yang sangat tahan terhadap mayoritas antibiotik.

“Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu reservoir yang kaya akan senyawa antimikroba yang terdapat pada tanaman seperti bawang putih yang mengandung senyawa Allicin,” kata peneliti Profesor John Govan.

Allicin secara alami diproduksi bawang putih untuk menangkis patogen tanaman yang ditemukan di dalam tanah. Hal ini dapat diekstraksi dengan menghancurkan bawang putih mentah dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Para peneliti berharap, allicin yang mengandung obat-obatan dan antibiotik yang tersedia bisa digunakan bersama-sama untuk mengobati infeksi BCC.


Ramuan Bawang Putih:
Cara pembuatan:
  • Bahan: 3 siung bawang putih, 1 sendok makan madu dan gula batu secukupnya
  • Bawang putih ditumbuk halus, kemudian dioplos bersama bahan lainnya sampai merata dan diperas/disaring;
  • Cara menggunakan: diminum setiap pagi sampai sembuh.
Ramuan Daun Sambiloto
Cara pembuatan:
  • Bubuk kering herba sambiloto 4,5 gr diseduh dengan air panas. 
  • Setelah dingin, tambahakan madu secukupnya. 
  • Minum sekali.
Khasiat lain daun sambiloto
Untuk mengobatin penyakit Hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, malaria, radang paru (pneumonia), radang saluran nafas (bronchitis), radang ginjal (pielonefritis), radang telingah tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi, demam, kencing nanah (gonore), kencing manis (diabetes melitus), TB paru, skrofulderma, batuk rejan (pertusis) sesak nafas, leptospirosis, darah tinggi, kusta, keracunan jamur, keracunan singking, keracunan tempe bongkrek, keracunan makanan laut. Kanker, penyakit trofoblas, kehamilan anggur (mola hidatidosa) tumor paru.
Ramuan Daun Sirih
  • Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan chavicol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur.
  • Cara pembuatan ramuan
    • Rebus tujuh lembar daun sirih yang telah dicuci bersih bersama sepotong gula batu dalam dua gelas air bersih. 
    • Tunggu sampai tersisa menjadi satu gelas. 
    • Minum tiga kali sehari masing-masing sepertiga gelas.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:08

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.