loading...

Penghargaan Atas Dedikasi Memajukan Peternakan Indonesia

Posted by

Harus diakui bahwa sebenarnya masih banyak personal atau tokoh-tokoh lain yang juga sangat berjasa dalam memajukan bidang peternakan baik dalam tataran lokal alias di desa-desa maupun skala yang lebih luas nasional. Tetapi haus diakui bahwa pemberian penghargaan kepada tiga tokoh dibawah ini adalah salah satu wujud perhatian pemerintah yang tinggi dalam bidang peternakan. Peranan tiga tokoh ini dalam menyebarkan informasi yang sangat berharga tentang peternakan baik perunggasan, perikanan, ibat-obatan dan ternak ruminansia serta HMT melalui media peternakan, obat hewan dan pertanian yang mereka pimpin memang sudah selayaknya mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Berikut berita selengkapnya penyerahan penghargaan dari pemerintah kepada tiga tokoh ini yang diwakili oleh ahli warisnya yang dikutip dari Trobos.

Lifetime Achievement Award diberikan kepada almarhum Wahyudi Mochtar (Majalah Trobos), Sutikno Wiryawan Sigit (Majalah Poultry Indonesia), dan Tjiptardjo (Majalah Infovet) atas  dedikasinya ikut memajukan dunia peternakan nasional.

Perhargaan disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muladno pada acara pembukaan Ildex Indonesia 2015 (8/10)dan diterima isteri mendiang Wahyudi Mohtar, putra almarhum Sutikno Wiryawan Sigit, dan putra almarhum Tjiptardjo.

Wahyudi Mohtar
Wahyudi mulai 1967 aktif di harian Warta Harian, bergabung di majalah Progres, membidani majalah Poultry Indonesia, dan berbekal pengalaman puluhan tahun resmi menjadi pendiri majalah TROBOS di 1999. Sampai pria kelahiran Kediri 15 Oktober 1943 ini wafat pada 17 Agustus 2006, ia tercatat sebagai Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi TROBOS.

Isteri Wahyudi Mochtar mengatakan, semangat suaminya memajukan peternakan sudah terlihat dari awal berkecimpung sebagai wartawan. Ia melihat potensi peternakan nasional sangat besar namun tidak dikelola menjadi suatu kekuatan nasional. Sebaliknya, ia melihat kehidupan dan tingkat kesejahteraan para peternak tidak sesuai potensi yang sangat besar.

Melalui berbagai tulisan dan kerjasamanya, Wahyudi tidak hanya mengangkat potret kehidupan dan peluang bisnis peternak, tapi juga ikut membantu mempromosikan produk-produk hasil peternakan untuk mendorong peningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat. “Bagi bapak, berkecimpung di dunia peternakan bukan sekedar mencari nafkah, tapi sudah menjadi keinginanannya sejak awal,” ujar Bu Wahyudi.

Sutikno Wiryawan Sigit
Dalam penghargaan yang diinisiasikan Ildex Indonesia, anak pertama Sutikno, Tosan Wiryawanmengungkapkan rasa gembira dan bangga atas apresiasi yang diberikan kepada ayahnya. “Yang lebih luar biasa, walaupun sudah tidak berada lagi diantara keluarganya, ayah tetap membuat bangga dengan penghargaan ini,” ucap pria yang berprofesi sebagai pengusaha properti ini.

Hal ini, sebutnya, menjadi dedikasi yang bukan hanya ditujukan kepada keluarga, tapi juga diakui dunia luar. “Contoh saja dedikasi dan prestasinya sempat menjadi penulis naskah pidato Menteri Pertanian, dan sering diajak diskusi oleh pengusaha untuk bicara masalah perunggasan,” ujar Tosan yang mengaku banyak belajar dari ayahnya.

Dia contohkan, sewaktu masa Sekolah Menengah Atas dia mengambil topik karya tulis tentang Newcastle Disease (ND) di Indonesia “Saya banyak mendapat masukan darinya. Dengan latar belakang sastrawan, penguasaan tentang dunia perunggasan sangat luas,” ucapnya sembari berharap jerih upayanya di dunia perunggasan, khususnya disisi media bisa menjadi contoh dan pemicu semangat bagi penerusnya.

Tjiptardjo
Friza Arif Santosa, putra almarhum Tjiptardjo menyatakan, penghargaan ini menjadi apresiasidan kebanggaan bagi keluarga. “Kami bangga atas pengabdian almarhum bapak yang selama masa hidupnya bekerja tanpa pamrih untuk mengabdi sekaligus  loyal terhadap profesinya.

Kiprah bapak di bidang peternakan dan kesehatan hewan serta organisasinya menjadi pelajaranberharga tentang sebuah pengabdian,” demikian tutur Friza.Sebagai orang yang pernah bekerja menjadi tentara, pegawai pemerintah, dan dokter hewan, lanjut Friza, ayahnya turut andil merintis media peternakan dan kesehatan hewan yaitu Infovet. Selain itu juga turut membidani Asohi (Asosiasi Obat Hewan Indonesia). “Penghargaan ini angatbaik untuk menjadi motivasi bagi kami dan pelaku usaha di bidang peternakan dan kesehatan hewan untuk maju dan menyejahterakan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Friza menambahkan komentar, bidang usaha peternakan dan kesehatan hewan sangat strategis dalam memenuhi kebutuhan protein hewani bangsa, terutama bagi generasi yang akan datang. “Semoga bidang peternakan dan kesehatan hewan lebih maju dan banyak pemain lokal yang berkiprah di industry ini dan diharapkan lebih banyak lagi orang yang seperti Bapak,” ucapnya menutup pembicaraan.

Sumber:
http://www.trobos.com/detail_berita.php?sir=55&sid=6571

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:38

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.