loading...

Gunung Rinjani, Tempat Wisata Indah dan Layak Dikunjungi

Posted by

Berikut ini adalah tempat-tempat indah yang penting untuk dikunjungi ketika melakukan pendakian ke gunung rinjani

Jalur Pendakian Gunung Rinjani


Jalur Pendakian Gunung Rinjani via creekmoreworld.com

Sebelum melalui serangkaan petualangan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, para pendaki dan petualang yang datang baik dari Indonesia ataupun luar negeri harus memilih jalur pendakian mana yang akan mereka lewati. Gunung indah yang memiliki ketinggian 3.726 mdpl ini memiliki 3 jalur pendakian, diantaranya adalah a) Jalur pendakian via Desa Sembalun, b) Jalur pendakian via Desa Senaru dan c) Jalur pendakian via Desa Torean.

Masing-masing jalur pendakian ini memiliki ciri khasnya masing-masing, seperti jalur pendakian via Desa Sembalun yang relatif datar yang sangat cocok bagi para tracker. Jalurnya yang landai dan didominasi oleh padang savanna, juga terik matahari yang sangat menyengat akan membuat perjalanan menjadi sangat berbeda dibandingkan dengan jalur pendakian yang ada di pegunungan di Pulau jawa. Pemandangan lembah hijau juga akan ditemukan beberapa saat menuju pelawagan. Pemandangan Selat Alas dan Sumbawa yang sangat menakjubkan juga kita bisa dapatkan lewat jalur pendakian ini.

Berbeda dengan Jalur Sembalun, Jalur melalui Desa Senaru memiliki track yang relatif terjal yang tentu sangat menantang bagi para tracker dan pendaki yang menginginkan sensasi pendakian yang tidak biasa. Mendaki di jalur ini, artinya kamu juga menggunakan jalur yang sama dengan jalur pendakian yang dilakukan oleh masyarakat di danau segara anak dan puncak gunung Rinjani. Peluh yang tercipta akibat jalur pendakian yang “menantang” ini akan terbayar ketika kita sudah sampai Danau Segara Anak yang sangat indah dan terkenal itu. Para pendaki bisa memilih untuk menginap di danau atau melanjutkan perjalanan ke puncak via Pelawangan Sembalun selama 4 jam pendakian terjal.

Dibandingakan dengan dua jalur sebelumnya, jalur Torean adalah jalur pendakian menuju puncak rinjani yang paling tidak populer. Istimewanya (jalur ini) adalah, para pendaki dapat berendam air panas alami yang mengandung belerang di beberapa titik perjalanan. Jalur ini menawarkan panorama yang tidak kalah menakjubkan dibandingkan dua jalur sebelumnya. Pemandangan ladang jagung, kebun kakao, kawasan penggembalaan ternak, hutan lebat, tebing, lembah, sungai, air terjun, dan juga sumber air panas alami (beberapa diantaranya mengalir di dalam gua) seakan menjadi fasilitas yang diberikan Tuhan bagi para pendaki yang “berani beda” karena memilih jalur yang tidak populer ini.

Pelawangan Gunung Rinjani


Pemandangan di pelawangan Gunung Rinjani via www.trobosanhidupsehat,wordpress.com

Pelawangan Sembalun Lawang adalah tempat yang pasti dilweati oleh para pendaki sebelum menuju puncak. Lokasi ini terletak persis di lereng penyangga Danau Segara Anak. Biasanya kawasan ini ramai dari sore menjelang dini hari mengingat para pendaki yang ingin menuju puncak akan menghabiskan waktu yang tersisa untuk beristirahat dengan ditemani menyaksikan keeksotisan danau raksasa (segara anak) yang terbentuk akbat aktivitas vulkanik akibat letusan Gunung Rinjani. Pemandangan sunset ataupun sunrise di Pelawngan Sembalun juga tidak bisa dianggap remeh. Fenomena yang sangat luar biasa itu adalah alasan mengapa sebagian pendaki memutuskan untuk berada disana sebelum dan setelah proses pendakian. Air bersih juga terdapat cukup banyak di wilayah ini.

Para pendaki yang ingin melakukan summit attack biasanya meninggalkan tenda dan logistik lain yang mereka punya di lokasi ini. Tenda dibuka dan barang bawaan ditinggal di dalamnya. Namun hati-hati, keberadaan monyet gunung liar di sekitar kawasan ini harus diwaspadai. Tenda yang ditinggal haruslah dalam keadaan terkunci dan tertutup rapat. Jika tidak, siap-siaplah barang bawaan kamu akan berantakan dan dicuri sebagian besar oleh monyet-monyet menggemaskan ini.

Puncak Gunung Rinjani


Puncak Gunung Rinjani via belantaraindonesia.org

Umumnya, orang yang berkunjung ke gunung rinjani bertujuan untuk menginjak tanah tertinggi di pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Petualangan seru dan menantang harus dialami oleh pendaki untuk menikmati panorama yang hanya bisa dilihat dari ketinggian tersebut. Pendakian ke puncak gunung Rinjani sebagai gunung vulkanik yang masih aktif no 2 tertinggi di Indonesia (setelah gunung Kerinci di Jambi) masih merupakan destinasi pendakian favorit tidak hanya oleh pendaki lokal, tetapi juga mancanegara. Biasanya pendakian masal dilakukan secara besar-besaran pada bulan Juli-Agustus setiap tahunnya. Menuju puncak rinjani, pendaki dapat melalui jalur pelawangan sembalun dan dapat menginap disana sekitar beberapa jam untuk sampai ke puncak. Aktivitas summit attack (perjalanan menuju puncak) biasanya mulai dilakukan pendaki pada pukul satu atau dua dini hari. Hal ini dilakukan agar para pendaki dapat menikmati sunrise yang sangat indah di ketinggian puncak rinjani. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai puncak dari Pelawangan Sembalun adalah sekitar 3-5 jam pendakian.

Para petualang yang memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya di puncak gunung rinjani diharuskan untuk meniti bibir kawah yang tipis dengan fasilitas keamanan yang tergolong seadanya. Pasir kasar, batu dan tanah kering menjadi hal-hal yang akan kita temui menuju puncak.

Seperti layaknya pendakian di gunung Semeru, para pendaki harus bersabar karena langkah yang dilakukan di track ini cukup menantang. Selain pemandangan jurang yang sangat terjal, langkah kaki yang turun akibat melewati jalur berbatu ini (satu langkah naik diikuti dengan setengah langkah turun) akan menjadi pengalaman lain yang juga tidak dapat dilupakan. Namun, ketika kaki kita menjejak tanah tertingginya, panorama luar biasa yang tidak dapat dilukiskan lewat kata-kata menjadi bayaran yang sangat setimpal untuk setiap kesulitan yang kita hadapi sebelumnya. Jika cuaca cerah, panorama Gunung Agung di Bali, Gunung Raung di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat sangat jelas dari ketinggian. Sangat luar biasa dan tidak jarang pengalaman ini berakhir dengan tetesan air mata penuh syukur dan takjub atas ciptaan yang maha kuasa.

Danau Segara Anak


Danau Segara Anak Gunung RInjani via www.yukpegi.com

Tempat lain yang juga tidak kalah luar biasanya adalah danau segara anak. Untuk sampai di kawasan danau ini, para pendaki harus melwati 7 – 10 jam perjalanan darat dengan berjalan kaki (± 8 Km) dari pintu gerbang jalur pendakian Senaru dan sekitar 8 – 10 jam lewat jalur Sembalun. Danau yang berada di ketinggian ± 2.010 mdpl ini memiliki kedalaman sekitar ± 230 meter dan memiliki bentuk seperti bulan sabit dengan luas sekitar 1.100 Ha. Aktivitas seperti bersantai dengan para pendaki lain dengan membuka tenda, berendam di kolam belerang dan juga memancing ikan di danau adalah beberapa pilihan yang dapat dilakukan sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya menuju puncak. Beberapa tempat lain yang dapat di kunjungi di kawasan danau segara anak ini adalah Goa manik, goa payung, dan goa susu (sering digunakan sebagai tempat bermeditasi).

Air terjun Sendang Gile


Air terjun sendang gille di gunung Rinjani via www.jayanjayan.com

Air terjun ini terletak di desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara, NTB atau sekitar 2 km dari Desa Bayan. Air terjun ini bersasal dari mata air menuju gunung rinjani yang sejuk dan dapat menjadi pelepas peluh dan dahaga para pendaki yang melweati jalur pendakian lewat desa senaru. Untuk mencapai lokasi air terjun, para pendaki diharuskan melalui ratusan anak tangga dan jembatan berlubang yang sangat menantang selama 15 menit perjalanan. Rute alternatif juga bisa dipilih dengan jacara menyusuri pinggir lembah yang curam dan diakhiri dengan penyebrangan jembatan rotan yang juga tidak kalah menantang.

Air terjun yang disebut oleh orang lokal sebagai batu kerbau (batu Ko’) ini juga memiliki cerita rakyatnya sendiri. Sama seperti cerita keberadaan Dewi Anjani di puncak gunung Rinjani. Diceritakan sejak turun temurun bahwa Sendang Gile adalah tempat pada bidadari mandi ketika turun ke bumi, layaknya legenda Jaka Tarub di Pulau jawa. Ada juga yang bilang bahwa nama berasal dari nama sebutan singa gila yang merusak kampung di kala itu. Singa gila biasa disebut dengan sengang gile, akan tetapi pelafalan berulang yang dilakukan selama berpuluh tahun membuat sebutan tersebut berubah menjadi sendang gile.


Sumber artikel asli:
http://ayojelajahindonesia.com/5-spot-terbaik-gunung-rinjani/

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:29

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.