loading...

Daun Kelapa Sawit Untuk Pakan Ternak

Posted by

Pemanfaatan daun kelapa sawit untuk pakan ternak dan pembuatan silase daun kelapa sawit.
Susunan daun tanaman kelapa sawit mirip dengan tanaman kelapa yaitu membentuk susunan daun majemuk. Daun-daun akan membentuk suatu pelepah dan panjangnya dapat mencapai kurang lebih 7,5-9 meter.
Jumlah anak daun pada  tiap pelepah berkisar antara 250-400 helai. Daun muda yang masih kuncup berwarna kuning pucat. Pada tanah yang subur daun cepat membuka sehingga makin efektif menjalankan fungsinya sebagai tempat berlangsung fotosintesa dan juga sebagai alat respirasi.
Semakin lama proses fotosintesa berlangsung, maka semakin banyak bahan makanan yang dibentuk sehingga produksi tanaman kelapa sawit meningkat.
Tanaman kelapa sawit yang tumbuh normal, pelepah daun nya berjumlah 40-60 buah. Daun tua mulai terbaentuk sekitar umur 6-7 tahun. Daun kelapa sawit yang tumbuh sehat dan segar kelihatan berwarna hijau tua.
Penggunaan daun kelapa sawit dalam pekan telah dicobakan pada sapi pedaging dan sapi perah. Pada sapi pedaging dan sapi perah, daun kelapa sawit dapat diberikan 30-40 persen dari makanan.
Daun kelapa sawit yang dikumpulkan, diproses, diawetkan dan dimanipulasi kedalam makanan dalam bentuk yang dapat diterima oleh ternak ruminansia. Hasil penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa daun kelapa sawit dapat diproses kedalam bentuk pellet dan diawetkan kedalam bentuk silase.
Kombinasi silase dalam daun kelapa sawit dengan konsentrat kedalam makanan yang komplit pada sapi menghasilakn konsumsi dan pertumbuhan yang baik. Penambahan urea 0-3 persen pada pembuatan silase dapat diberikan pada ternak sebagai pakan tambahan.
Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa daun kelapa sawit terssusun dari 70 persen serat kasar dan 22 persen karbohidrat (berdasarkan bahan kering). Karekteristik ini juga menunjukkan bahwa daun sawit dapat diawetkan sebagai silase dan telah diperkirakan bahwa kecernaan bahan kering dapat meningkat 45 persen dengan pembuatan silase daun kelapa sawit.
Hasil penelitian Ishida dan Hassan (1992) pada sapi menunjukkan bahwa penggunaan daun kelapa sawit untuk pengemukan memberikan beberapa keuntungan antara lain : penambahan kosentrat pada daun kelapa sawit disimpan untuk memproduksi karkas, lemak pada karkas dapat diturunkan ; produksi daging yang tidak berlemak tidak akan menjadi berkurang dengan pemberian silase 30 persen dari bahan kering.
Pada sapi perah pemberian daun kelapa sawit sampai 30 persen tidak mempengaruhi rasa pada susu dan dapat dipergunakan untuk produksi susu.
Pembuatan silase pelepah kelapa sawit sebagai pakan ternak
Pelepah kelapa sawit bisa menggantikan rumput hingga 80% tanpa mengurangi laju pertumbuhan bobot ternak. Ada beberapa macam teknologi untuk menjadikan pelepah sawit sebagai pakan ternak. 
Kandungan zat gizi ternak dari daun kelapa sawit cukup lumayan, antara lain mengandung protein kasar 14,8% ligin 27,6% dan kecernaan invitro kurang dari 50%.
Daun sawit memiliki keambaan , daya serap air dan kelarutan yang lebih tinggi. Nilai keambaan yang tinggi merupakan karakteristik berserat tinggi.
Pelepah kelapa sawit dpat diberikan dalam bentuk segar atau diproses menjadi silase.
Hasil Penelitian menunjukan penggunaan pelepah sawit dalam bentuk silase pada sapi sebanyak 50% dari total pakan dapat menghasilkan pertambahan bobot badan harian berkisar 0,62-0,75 kg dengan nilai konversi pakan antara 9 - 10.
Fermentasi pelepah kelapa sawit menjadi silase ditujukan preservasi dan konsentrat, pengaruhnya terhadap nilai gizi bahan relatif kecil, Adapun untuk meningkatkan kandungan gisi dalam proses fermentasi dapat ditambahkan urea. Penambahan urea sebanyak 3-6% akan meningkatkan kandungan protein bahan dari 5,6 menjadi 12,5 atau 20%.
Tahapan pembuatan silase dimulai dari melakukan pencacahan bahan menjadi partikel yang halus. Cacahan pelepah kelapa sawit tersebut dicampur dengan salahsatu bahan berikut ini: tepung kanji, tepung jagung, onggok atau molases sebanyak 3-5% dari berat bahan.
Bahan mana yang dipilih untuk campurannya tergantung dari apakah bahan tersebut mudah didapat atau tidan dan tingkat harga ekonomisnya.
Selanjutnya tambahkan juga urea 3-6%, kemudian semua bahan dimasukan ke dalam drum. padatkan dan tutup rapat untuk mempertahankan kondisi tanpa udara (anerob) selama 2-3 minggu, baru bisa digunakan.
Pada saat selase dibuka, kering anginkan terlebih dahulu baru diberikan kepada ternak. Silase dapat disimpan dalam waktu yang lama. bahkan bertahun-tahun tanpa mengalami penurunan nilai nutrisi.
Dari berbagai sumber...

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 08:15

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.