loading...

Panduan Cara Mengemudi Mobil Matic Yang Benar

Posted by

Cara Mengendarai  Mobil Matic di jalan datar, Jalan tanjakan dan Jalan Menurun.
Pedal kaki di matic cuman 2, gas dan rem saja.
Persneling nggak ada 1, 2, 3, 4 dan seterusnya, adanya P untuk parking di posisi ini mobil tidak dapat di maju mundurkan. D untuk drive, N untuk normal dan R untuk reverse.
Beberapa mobil matic punya D1, D2, maksudnya untuk melimitkan perpindahan gigi ketika menanjak. Pada Nissan Juke, si persneling tidak ada D1, D2 itu, adanya cuman  “L”, fungsinya sama, digunakan saat tanjakan curam
Lainnya bisa dibilang sama total dengan mobil manual, ok let’s drive.
Step 1, mulai jalan
Untuk memindahkan gigi, injak rem kaki dulu, tekan si tuas persneling. Baru pindahkan, misal start dari posisi P mau maju, injak rem, tekan tuas, turunkan persneling dari P ke D.
Hati-hati: Setelah masuk ke “D” begitu rem dilepas mobil langsung jalan pelan, walau tanpa gas diinjak.
So di mobil matic jangan langsung menginjak gas!
Step 2, ketika jalan
Feeling untuk matic jauh beda dengan mobil manual. Ketika menginjak pedal gas, akselerasi muncul belakangan, tapi …
Hati-hati: Ketika pedal gas diangkat, mobil tetap melaju!!!
Mobil matic akan tetap ada dorongan yang lumayan ketika gas diangkat. Siap-siap untuk menahan pedal rem.
Step 3, ketika stop
Kalau lampu merahnya pendek saja, gigi masih bisa di “D”, kaki kanan menginjak rem. Mobil tidak akan maju.
Hati-hati: kalau tidak sengaja mengangkat kaki dari rem maka mobil akan maju. 
Kalau lampu merahnya panjang dan kita ingin mengistirahatkan kaki kanan, caranya sama, injak pedal rem, tekan persneling, pindahkan gigi dari “D” ke “N” disertai rem tangan.
Terimakasih untuk comment pembaca, “P” hanya digunakan saat parkir saja.
Tips
Feeling ketika naik mobil matic beda, ngegas akan terasa ada sedikit delay, rem matic pun terasa jauh lebih pakem dari mobil normal. Injak sedikit maka mobil akan berhenti, hati-hati ngerem mendadak.
Gunakan hanya satu kaki saja yaitu kanan untuk menginjak gas atau rem. Maksudnya supaya pedal rem dan gas jangan diinjak bersamaan.
Ingat, mau gigi “D” untuk maju ataupun “R” untuk reverse, begitu kaki melepas pedal rem, mobil akan berjalan walau di bawah 10 kpj.
Kesimpulan
Apakah matic itu lebih berbahaya dari manual? Bisa jadi, karena faktor itu, di lepas rem langsung jalan dan juga gas sedikit langsung jalan lebih kebut. Kalau di transmisi manual paling-paling kalau salah kelepas kopling mesin mobil akan mati di tempat. Hampir sama dengan motor matic, karena lebih mudah jadi harus lebih hati-hati.
Pemakaian mudahnya untuk D, D3, D2, D1 kira-kira begini:
D untuk jalanan datar atau tanjakan gradual
Mobil bisa mencapai kecepatan maksimum pada gigi iniD3 untuk jalanan agak menanjakD2 untuk jalanan menanjakD1 untuk jalanan menanjak pol
Ini pun tidak mengikat, si pengemudi harus memperhitungkan:
Muatan mobil dan kemampuan mesin
Pada mobil-mobil matic ber CC kecil, misalnya di bawah 1.300 cc, efek muatan akan sungguh terasa.
Membawa mobil hanya bermuatan 1 orang (supir) dan full 1 keluarga apalagi orangnya besar-besar akan terasa saat di tanjakan.
Jadi ketika di tanjakan…Semakin banyak muatan, semakin kecil angka gigi yang di pilih.Posisi tanjakan
Pada tanjakan misalnya flyover jalan tol perkotaan, jika jalanan lancar bisa masuk dengan kecepatan 90 kpjan, dengan posisi gigi di D pada beban sedang pun mobil bisa naik dengan mudah.
Tapi jika ditanjakan ada truk yang sulit naik, kemudian kecepatan mobil matic turun ke 20 kpj-an *kira-kira, lebih baik pindahkan gigi ke yang lebih rendah, bisa ke D3 atau malah ke D2.
Pada parkir gedung bertingkat dimana tidak ada awalan untuk menanjak, kadangkala dibutuhkan sampai D2 untuk bisa safe naik.
Jadi…Lihat juga posisi tanjakan, seberapa curam lihat juga apakah ada awalan momentum sebelumnya?
Pada traffic perkotaan yang mayoritas datar seperti Jakarta, gunakan 1 gigi yaitu D saja harusnya sudah cukup. Untuk tanjakan ringan yang gradual masih bisa naik dengan mudah.
Kapan cara mengganti gigi?
Limitasi kecepatan maksimum pindah gigi 
Dari D ke gigi yang lainnya, kalau saya lihat manual, limitnya hanya di kecepatan bukan di RPM. Walau karena saya basicnya mobil manual, saya lebih merasa safe kalau mengganti gigi di RPM rendah di speed yang pas.
Switch ke D3 bisa dilakukan dengan maxnya sampai rangenya gigi 3Switch ke D2 bisa dilakukan dengan maxnya sampai rangenya gigi 2Switch ke D1 bisa dilakukan dengan maxnya sampai rangenya gigi 1
Tiap mobil ya berbeda-beda. Sebagai gambaran saja, D1 max paling di 0-30 kpj, D2 paling sampai 40-50 kpj? D3 paling sampai 60 kpj, ya kan?
Untuk pindah dari D ke D3, D2 dan D1, tidak perlu atau jangan menekan rem secara penuh. Cukup menekan tombol switch di tongkat persneling saja, kemudian pindahkan.
Dalam prakteknya D1 jarang sekali digunakan, sampai mobil full dan jalanan langsung menanjak, masih cukup di D2.
Sumber
Www.arantan.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:58

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.