loading...

Macam-Macam Jenis Teh, Kandungan Nutrisi dan Cara Mengolah Teh

Posted by

Macam-macam Cara Mengolah Teh, Kandungan Nutrisi dan Manfaat Teh Serta Jenis-Jenis Teh


Tanaman teh merupakan tanaman tahunan yang di berinama camellia  tehifera, teha sintesis, camellia teha dan camellia sintesis. Tanaman teh terdiri dari  banyak sepsis yang tersebar diAsia Tenggara, India, Cina Selatan, Laos Barat Laut, Muangthai Utara, Burma.

Teh merupakan salasatuh minuman yang paling popular didunia, dan posisinya berada pada urutan ke dua setelah air. Teh sudah dikenalsejak  beranbad-abad lalu sebagai minuman penghilang dahaga dan rasa tegang. Awalnya minuman teh diseduh langsung dari daun tehnya dan lebih dikenal sebagai obat bukan sebagai minuman ringan biasa seperti sekarang ini. Tanaman teh berasal dari India dan menyebar hamper keseluruh Asia, Australia, Amerika dan Eropa. (Emma. S. Wirakusumah 2009).

Saat ini sudah banyak jenis makanan dan minuman teh yang bermunculan. Yang dimulai sebagai pemacu popularitas minum teh dipasar global dalam beberapa tahun terakhir adalah hasil-hasil reset manca negara yang menyangkut kekasiat atau manfaat, minum teh, khususnya teh hijau. Senyawa aktif yang menjadi tumpuan keunggulan teh dalam pemeliharaan kesehatan konsumen adalah “Cafechins” suatu kelompok polyphonol yang bersifat anti oksidan.(Anonim 2007). Hasil pemi;ihan negara maju telah memanjangkan daftar fumgsi kesehatan dan pencegahan penyakit oleh cafechins yang ada pada daun teh.

Teh Tanaman Daerah Dingin Yang Anti Pada Kekeringan
Iklim adalah faktor yang paling berpe­ngaruh terhadap pertumbuhan teh, dan perlu mendapat perhatian seperti suhu udara, curah hujan, sinar matahari dan angin. Faktor iklim nantinya juga akan berkaitan dengan tinggi tempat. Sebagai tanaman yang berasal dari daerah subtropis, maka tanaman di Indonesia menghendaki udara yang sejuk. Suhu udara yang baik bagi tanaman teh ialah suhu harian yang berkisar, antara 13-25 derajat Celsius yang diikuti oleh cahaya matahari yang cerah dan kelembaban relatif pada siang hari tidak kurang dari 70 %. Tanaman teh akan berhenti pertumbuhannya bila suhu udara dibawah 13 derajat Celsius dan di atas 30 derajat Celsius serta kelembaban relatif (RH) kurang dari 70%.

Tanaman teh tidak tahan terhadap keke­ringan, sehingga hanya akan cocok ditanam pada daerah yang mempunyai curah hujan yang cukup tinggi dan merata sepanjang tahun. Curah hujan yang baik untuk tanaman teh sebaiknya rata-rata sepuluh tahun terakhir menunjukkan bulan kemarau yang curah hujannya kurang dari 60 mm tidak lebih dari dua bulan serta tidak ada bulan yang sama sekali tidak hujan. Jumlah hujan tahunan sebaiknya tidak kurang dari 2000 mm.

Sinar matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan teh, makin banyak sinar makin cepat pertumbuhan, sepanjang curah hujan mencukupi. Sinar matahari juga mempengaruhi suhu udara, semakin banyak sinar matahari makin tinggi suhu udara. Apabila suhu udara mencapai 30 derajat Celsius, maka pertumbuhan tanaman teh akan terhambat. Oleh karena itu, kebun-kebun di daerah rendah(400-800) perlu menanam tanaman pelindung tetap maupun tanaman pelindung sementara. Pohon pelindung berfungsi untuk penyaring dan pengurang intensitas cahaya matahari, sehingga udara menurun dan kelembaban relatif udara mening­kat. Selain itu pemberian mulsa yang di hamparkan pada permukaan tanah dengan jumlah yang cukup, yaitu sekitar 20 ton bahan segar per hektar, dapat menurunkan suhu tanah, yang dengan sendirinya menurunkan suhu udara di atasnya. Suhu tanah yang tinggi dapat merusak akar, terutama akar-akar yang berada di lapisan yang paling bagian atas.

Teh membutuhkan pohon pelindung. Fungsi pohon pelindung pada tanaman teh demikian besar, oleh karena itu pengelolaan pohon pelindung harus dilakukan sebaik-baik­nya, kapan pohon pelindung dipangkas dan kapan harus dibiarkan, disesuaikan dengan kebutuhan.

Angin berpengaruh terhadap pertumbuhan teh. Pada umumnya angin yang berasal dari dataran rendah membawa udara panas dan kering. Hal ini seringkali berpengaruh terhdadap pertumbuhan teh. Tiupan angin yang kencang terus-menerus selama 2-3 hari akan menyebabkan daun rontok. Angin dapat pula memengaruhi kelembaban udara serta berpengaruh pula terhadap penyebaran hama dan penyakit. Cara pencegahannya antara lain dengan menanam pohon penahan angin sepanjang batas atau sisi-sisi kebun yan biasa dilalui angin.


Tanaman teh dapat diperbanyak secara generatif dengan biji maupun secara ve­getatif dengan setek daun. Secara generatif perbanyakan cara ini dengan menggunakan biji, sebagai persilangan antara pohon induk jantan dengan pohon induk betina. Secara vegetatif, setek daun teh bahan setek dapat diambil dari kebun induk. Ranting yang diambil sebaiknya telah mempunyai 10-12 helai dan ranting dipotong 10-15cm.
Daerah penyebaran Tanaman teh rerutama tumbuh didaerah diantara garis lintang 30° sebelah utara maupun selatan khatulistiwa. Teh juga tumbuh baik pada tanah yang mempunyai derajat keasaman (pH) antara 4,5-5,6. Jenis tanah yaitu tanah Latosol dan tanah Podzolik. Selain itu, teh tumbuh maksimal pada tanah yang mempunyai kedalaman efektif (effective depth) dan berstruktur re¬mah lebih dari 40 cm.

Suhu udara yang disukai tanaman teh berkisar antara 13°C-25°C. Cahaya matahari yang cerah dan kelembaban relatif pada siang hari tidak kurang 70%. Curah hujan rata-rata sepuluh tahun terakhir menunjukkan bulan kemarau curah hujannya kurang dari 60 mm.

Jumlah hujan tidak kurang dari 2.000 mm per tahun. Makin banyak sinar matahari makin cepat pertumbuhan, sepanjang curah hujan mencukupi. Sedangkan ketinggian yang cocok bagi tanaman teh, 800 – 2.000 m dari permukaan laut atau lebih.

PASCA PANEN
Untuk menghasilkan teh yang bermutu tinggi, penanganan pucuk teh yang dipanen sebagai bahan baku perlu di tangani sebaik mungkin sebelum diproses. Saat ini sesuai dengan pasar pucuk teh diolah menjadi teh hitam, teh hijau, teh oolong dan wangi. Selain itu cita rasa teh dapat disajikan dalam berbagai produk kemasan atau meminum langsung atau mencampur dengan bahan lain yang membuat cita rasa teh bertambah enak. Kegiatan teknologi pengolahan bertujuan untuk menghasilkan kualitas cafechin dan caffeine yang tinggi karena senyawa ini berperan dalam pembentukan rasa, warna, aromaserta bersifat anti oksidan yang sangat baik untuk kesehatan (Dedi Soleh Effendi dkk {Johan, ME. Dan SL. Daimoenteh 2009}2010). Hasil penelitian PPTK Gambung dalam bagian pucuk teh mengandung cafechin 11,7-26,5% dan caffeine 2,5-4,7%.

Tabel 1 . Presetase Kandungan Cafechin dan Caffein pada pucuk tanaman teh
Bagian Pucuk Catechin (%) Caffein (%)
Peko 26,5 4,7
Daun 1 25,9 4,2
Daun 2 20,7 3,5
Daun 3 17,1 2,9
Tangkai atas 11,7 2,5

Cara Panen serta perawatan pucuk harus diperhatikan agar mutu dari teh didapatkan yang terbaik. Cara panen adalah pemetikan pucuk dilakukan dengan cara  taruk, pucuk di tangan jangan terlalu banyak, jumlah pucuk jangan terlalu banyak dikeranjang, puciuk jangan disiram air, keranjang pucuk jangan di tumpuk. Sedangkan perawatan pucuk meliputi, isi waring penyimpanan pucuk jangan lebih dari 20kg, pengangkutan waring ketruk ditaruh dikepala dan saat diturunkan tidak boleh tumpang tindih dan tidak boleh ditindih oleh barang lain dan pengangkutan waring dalam truk harus hati-hati. Selanjutnya daun teh tiba dipabrik pengolahan dan diolah menjadi berbagai jenis teh.

Jenis-jenis Teh.
Teh dikelompokkan berdasarkan cara pengolahannya. Daun Teh yang dipetik cepat layu dan mengalami oksidasi jika tidak segar dikeringkan. Proses penyaringan akan membuat daun berwarna hitam akibat ada nya pemecahan klorofil dan terlepasnya tasiin. Selanjutnya dilakukan pemanasan bahasa dengan uap panas agar kandungan air dari daun teh menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang sudah ditentukan. Proses pengolahan teh dilakukan dengan proses fermentasi. Berdasarkan pengolahannya teh dibedakan menjadi 3 jenis :

1.    Teh hitam (black tea)
Sebagaian besar teh di dunia ini diolah menjadi teh hitam dan merupakan salah satu teh yang sangat digemari di Indonesia, Amerika dan Eropa. Daun teh ini mengalami proses fermentasi sempurna. Dimulai dengan proses pelayuan, penggilingan hingga pengeringan. Teh jenis ini mempunyai aroma, cita rasa dan warna yang menarik, setelah diseduh cairan berwarna coklat tua kehitaman dan rasanya agak pahit.

2.    Teh hijau (green tea)
Merupakn jenis teh tertua. Teh ini tidak mengalami proses fermentasi enzyme yang ada dalam daun teh yang menyebabkan perubahan warna dinonaktifkan dengan proses pengukusan selama beberapa menit. Warna teh yang dihasilkan berwarna hijau karena tamin yang menyebabkan warna gelap tidak teroksidasi. Air seduhannya berwarna hijau. Jenis teh ini sangat popular di cina, jepang dan negara-negara Islam.

3.    Teh oolong
Adalah teh peralihan antara teh hitam dan teh hijau. Teh ini mengalami proses fermentasi yang tidak sempurna setelah diseduh cairannya berwarna kuning keemasan.
Ketiga jenis teh ini memiliki khasiat kesehatan karena mengandung ikatan biokimia yang disebut polyfenol termasuk didalamnya flavonoid. Flavonoid adalah kelompok anti oksidan yang secara alamiah ada dalam sayuran, buah-buahan dan minumnan seperti teh dan anggur.

Selain ketiga jenis teh diatas masih ada jenis teh lain adalah :
1.    Flavored tea
Adalah teh yang dicampurkan dengan berbagai bahan lain seperti rempah-rempah (jahe, kayu manis), buah (jeruk nipis, kulit jeruk) atau berbagai jenis bunga (melati, gardenia, mawar) dengan komposisi tertentuk untuk mendapatkan cita rasa dan aroma yang diinginkan.
2.    Teh instan
Merupakan jenis teh yang mengalami proses lebih lanjut (direndam dalam air panas dan dievaporasi) sebagai bentuk bubuk. Jenis ini sangat popular di Amerika Serikat sejak tahun 1950 dan akhirnya mulai digemari diseluruh dunia termasuk jepang.
3.    Decaffeinated tea (teh bebes kafein)
Teh yang telah mengalami proses penghilangan kafein (satu alkaloid pada teh yang disebut tehine).
4.    Teh herbal
Teh yang tidak berasal dari daun teh, tetapi dari tanaman lain yang produk akhir dan cara penyajiannya sama dengan teh, seperti teh benalu, chamomile dll.

Menyeduh Teh Yang Benar
Menyeduh teh yang tidak benar dapat mengakibatkan zat yang terkandung didalamnya hilang. Sehingga tidak akan member manfaat bagi peminumnya. Menyeduh teh yang benar adalah dengan menggunakan air mendidih bersuhu 80 oC, suhu air yang melebihi 80 oC dapat membuat teh kehilangan manfaat bagi tubuh. Teh bisa dicampur dengan susu bisa mengurangi efek stimulan dari teh, karena kalsium susu akan mengikat zat-zat stimulan pada teh. Cara lain adalah menambahkan lemon yang sering kita kenal dengan sebutan lemon tea. Lemon akan memberikan perlindungan bagi pencernaan karena asam sitrat dalam lemon mencegah timbulnya kerak pada dinding usus perut.

Zat Gizi Teh dan Manfaat Teh Untuk Kesehatan
Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan anti oksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh juga mengandung polifenol yang berupa katekin (catechins) dan flavanol. Senyawa ini berfungsi sebagai anti oksidan yang menangkap radikal bebes dalam tubuh juga dapat mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh.

Vitamin yang terkandung dalam teh adalah A, C dan E yang berfungsi menjaga kesehatan mata, jantung, daya tahan tubuh  dan membuat kulit halus.

Berdasarkan hasil penilitian tradisi minum teh selain menyegarkan badan dapat mencegah aneka penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, stroke dan kangker dapat dicegah dengan minum teh secara rutin. (Emma S. Wirakusumah 2009).

Adanya polyphenol dan catechine sebagai anti oksidan pada teh mampu memperkuat dinding sel darah merah dan mengatur permiabilitasnya, mengurangi kecendrungan thrombosis, dapat menvegah oksidasikolesterol LDL dalam darah sehingga mengurangi terjadinya proses artehrosklerosis dipembuluih darah yang akan mengurangi resiko ke matian akibat penyakit jantung koroner.

Teanin yang terdapat dalam teh dapat menurunkan neurotrans miter serotonin sehingga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, selain itu teamin juga mempunyai efek yang lembut terhadap mental dan emosi, karena memberikan efek singnifiserotonin.

Pelepasan dopamine akan memberikan persaan senang dan memperbaiki suasana hati sehingga dapat menghilangkan stres.

Dopamin dan serotonin sangat berhubungan dengan kemampuan mengingat olehnya mengkomsumsi teh juga dapat meningkatkan daya ingat.

Dalam suatu penelitian ditemukan bahwa wanita yang minum teh dua cangkir atao lebih setiap harinya memiliki resiko 50% lebih kecil terkena kanker ovarium, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkomsumsi teh. Olehnya itu teh dianggap sebagai minuman pencegah kanker seperti kanker kulit, kanker paru, esophagus, lambung, hati, usus halus, pangkreas, kolon, katung kemih, prostat dan ovarium. Selain itu teh juga bermanfaat memelihara kecantikan tubuh seperti melangsingkan tubuh.

Hasil penelitian Teh American Journal Of Climical Nutrition menemukan khasiat teh, terutama teh hijau untuk melangsingkan tubuh. Paduan kafein dan catechine mampu membakar 4% kalori lebih banyak, catechine juga menghambat penyerapan vitamin B1 yang mengurangi metabolisme gula darah yang selanjutnya berpengaruh pada pengurangan betrat badan.

Catechine dan polyphenol mampu menvegah serangan radikal bebas yang dapat mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan dini bisa di cegah. Polyphenol sebgai anti oksidan mempunyai kekuatan 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali dibandingkan dengan vitamin E. ekstrat daun teh dapat membantu mengecilkan pori-pori, menyamarkan flek (noda hitam), mengatasi jerawat, juga memberikan nutrisi pada kulit.

Teh juga mengandung senyawa astringent yang bisa membantu mengatasi dan menyegarkan mata yang sembab dan menghilangkan lingkaran di bawah mata. Secara alami teh juga mengandung kalsium fluoride yang dapat mencegah pertumbuhan karies pada gigi, mencegah radang gusi dan gigi berlubang. Kandungan gizi teh per 100gr teh kering seperti terlihat pada Tabel 2 di bawah ini.

Zat Gizi Teh Hijau Teh Hitam Teh Melati
Engergy (K.Kal) 300 293 299
Protein (gram) 28,3 24,5 24,1
Lemak (gram) 4,8 2,8 3,5
Karbo Hidrat (gram) 53,6 58,8 59
Serat (gram) 9,6 8,7 9,7
Kalsium (mg) 245 327 320
Fosfor (mg) 415 313 185
Zat Besi (mg) 18,9 24,3 31,6
Vitamin A (mg) 8400 2700 8400
Vitamin B (mg) 0,3 0,07 0,07
Vitamin C (mg) 230 9 85
Kadar Air (mg) 7,7 8 8,1
Tabel komposisi Pangan Indonesia, Persegi 2009

Diversifikasi Produk Olahan Teh
Teh bukan lagi sekedar minuman tetapi kini sudah dikemas secara modern. Di gerai minuman bukan dilihat dari kemasan saja tetapi juga cita rasa. Saat ini ada sekitar 17 cita rasa teh yang ditawarkan, seperti teh yang segar dan beraroma mawar, moroccant mint yang agak pahit dan sejuk di lidah hingga char tea yang rasanya seperti rempah-rempah. Meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat di kota besar memberi peluang untuk mengemas teh sebagai minuman yang menyehatkan (Prawoto, I 2007). Modernisasi teh menjadi gaya hidup merupakan revitalisasi budaya dalam hal tradisi minum teh. Revitalisasi minum teh dapat diterima di Indonesia karena Indonesia sudah terkenal sejak abad 17 sebagai salah satu penghasil teh terbesar di dunia.

Hasil pengolahan pucuk teh menjadi teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh wangi, selanjutnya dapat dibuat. (PT Perkebunan Nusatara VIII. 2009).
-    Air seduhan seperti teh botol, teh kotak, teh pack, teh karbonisasi, teh beralkohol.
-    Ekstrak teh seperti teh instan murni, teh instan dan aroma, teh instan campur bahan lain, teh mee, teh berupa kapsul, teh permen.
-    Teh bungkus seperti teh langsung seduh, teh celup, teh campur aroma melati, teh campur aroma culam.
-    Teh untuk sayur asam, kerupuk teh.
-    Teh berkhasiat obat (jamur herbal).
-    Ampas teh untuk mulsa atau pupuk organik.
-    Daun-daun teh tua dipakai sebagai pewarna kain atau tekstil.

Teh disamping sebagai minuman penyegar, penghilang dahaga dan rasa tegang yang banyak disukai orang juga merupakan minuman kesehatan. Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan anti oksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein yang mendekati nol, teh mengandung polyphenol berupa catechine dan flaponal, zat ini berupa anti oksidan yang dapat mencegah berbagai penyakit. Minum teh secara teratur dua kali sehari dapat menekan timbulnya penyakit jantung, kanker, selain itu minum teh dapat menurunkan berat badan, mencegah pertumbuhan karies pada gigi serta mencegah radang gusi dan gigi berlubang.

Sumber:


http://sulsel.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option (Penulis : Andi Darmawidah Amiruddin)
http://www.jurnalasia.com/2014/11/03/tanaman-teh-tidak-tahan-kekeringan

Daftar Pustaka
Aninim 2007. Rebutan Popularisasi Teh Hijau, Teh Hitam. Siram Tani Edisi 3-9 Oktober 2007 Tahun XXX VIII.
Dedi Soleh Effendi, M. Syakir dan M. Yusran. 2001. Budi Daya dan Pasca Panen Teh. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian.
Emma. S. Wirakusumah. 2009. Cra Tepat dan Manfaat Minum Teh. Surat Kabar Koki. Edisi 159 1-15 Oktober 2009.
Johan, M.E., dan 3.L. Daliomoenth. 2009. Penelitian Pada Tanaman Teh. PPTK, Gambung.
Prawoto, I. 2007. Teh Minuman Bangsa-Bangsa Di Dunia. Powon Publisling PT. Anungtah Tiara Mustika. Kelapa Gading, Jakarta.
PT. Perkebunan Nusantara VIII . 2009. N8 Tea. Products Catelogue. PTPN, Bandung.


loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:03
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.