loading...

Tentang Khulafaur Rasyidin yang Hanya Berjumlah 4 Orang

Posted by

Disebut Khulafa’ur Rasyidin dan dengan jumlah empat, karena mereka punya keistimewaan khusus yang lebih dari yang lain. Meskipun yang setelahnya juga shahabat, tapi tidak memiliki keistimewaan seperti yang mereka miliki. Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan, bahwa mereka yang empat itulah yang disebut sebagai Al Khulafa Ar Rasyidin, yang mendapat hidayah, yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam katakan dalam hadits beliau yang artinya,

“… hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa’ Rasyidin setelahku, gigitlah dengan gigi geraham.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Irwaul Ghalil)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda yang artinya, “Kekhalifahan setelahku adalah 30 tahun.”

Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi, Asy Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan sanadnya hasan. Maka akhir dari kekhalifahan adalah Ali radhiyallahu ‘anhu, demikian yang dikatakan penulis (Ibnu Qudamah). Seolah-olah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan kekhalifahan Al Hasan mengikuti ayahnya atau tidak beliau hitung dikarenakan beliau mengalah dan melepaskannya.

• Kekhalifahan Abu Bakar bin Abu Quhafah radhiyallahu ‘anhu 2 tahun, 3 bulan, dan 9 hari, sejak 13 Rabi’ul Awwal 11 Gjriyah hingga 22 Jamadil Akhir tahun 13 H.

• Kekhalifahan Umar bin Al Khaththabradhiyallahu ‘anhu 10 tahun, 6 bulan, 3 hari, sejak 23 Jamadil Akhir tahun 13 H hingga 26 Dzul Hijjah tahun 23 H.

• Kekhalifahan Utsman bin Affanradhiyallahu ‘anhu 12 tahun kurang 12 hari, sejak 1 Muharram tahun 24 H hingga 18 Dzul Hijjah tahun 35 H.

• Kekhalifahan Ali bin Abu Thalibradhiyallahu ‘anhu 4 tahun 9 bulan sejak bulan Dzul Hijjah tahun 35 H hingga 19 Ramadhan tahun 40 H.

Sehingga masa kekhalifahan mereka berempat adalah 29 tahun dan 6 bulan empat hari.

Lalu Al Hasan dibaiat setelah ayah beliau wafat. Kemudian pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 41 H beliau menyerahkan kepemimpinan kepada Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu dan dengan itu nampaklah kebenaran berita Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabda beliau:

“Kekhalifahan setelahku adalah 30 tahun, kemudian setelahnya adalah kerajaan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Oleh karena itu, maka Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu walaupun shahabat, namun tidak disebut Khulafa’ur Rasyidin atau bahkan tidak disebut sebagai khalifah. Lebih tepat beliau disebut raja. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa yang sesuai sunnah adalah Mu’awiyah disebut Malik (Raja), tidak disebut khalifah, berdasarkan hadits dari shahabat Safinah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Kekhalifahan setelahku 30 tahun kemudian setelahnya adalah kerajaan yang sangat menggigit.”

Namun demikian, Muawiyah radhiyallahu ‘anhu adalah raja terbaik di muka bumi pada umat ini selamanya. Adz Dzahabi rahimahullah menyebutnya Amirul mukminin Raja Islam. (Siyar a’lam Nubala’)

Wallahu a’lam.

Sumber: Majalah Qudwah edisi 3 vol. 01 th. 1433 H/2012 M, hal. 77-79.


loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 07:46
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.