loading...

Masakan Yang Hanya Terasa Pedas, Tidak Layak Jadi Andalan Menu Rumah Makan

Posted by

Tidak Layak Hanya Mengandalkan Rasa Pedas Sebagai Menu Andalan Restoran
 
Bisnis Kuliner, Tips dan Info. Ada pepatah mengatakan jika ingin bisnis yang mudah, buka saja warung makan, bukankah semua orang butuh makan? Tetapi kenyataannya tidak demikian, berapa banyak warung dan rumah makan yang akhirnya tutup lagi setelah baru beberapa bulan buka, kenapa? Karena tidak puunya pelanggan alias pembeli, hal ini bisa disebabkan karena jenis makanannya yang tidak enak atau juga pelayanannya atau juga hal-hal lain lagi. Dalam hal pemilihan menu makanan yang akan dijual seyogyanya pebisnis makanan juga memperhatikan tanggungjawab dan hak pembeli makanannya agar dapat memperoleh makanan yang sehat. Seperti yang dilansir oleh tribunnews.com, dalam menggeluti bisnis kuliner, pemerhati sekaligus pelaku bisnis kuliner, Bondan Winarno (65) mengimbau agar pelaku usaha bertanggung jawab pada masyarakat dalam memberikan sajian kuliner yang dijual untuk umum.


Makanan Pedas
Pria yang populer dengan tagline-nya, 'pokok'e maknyus' tersebut memberi contoh, misalnya trend kuliner dengan sensasi pedas.

"Saya kebetulan anti dengan kecenderungan sekarang masakan, misalnya seperti oseng-oseng mercon yang pedesnya setengah mati," kata Bondan saat menjadi narasumber seminar wirausaha dalam kegiatan tahunan 'PPK Sampoerna Expo 2015' di Tunjungan Plaza Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur akhir pekan lalu.

Alasan Bondan, makanan semacam itu tidak sehat. "Itu nggak sehat loh. Habis makan, kalau yang tidak kuat, jadi sakit perut. Jadi tidak sehat makanan seperti itu," katanya.

Pemilik Kedai Kopi Oey itu mengatakan, kuliner yang mengandalkan sensasi pedas semacam itu menurutnya tidak ada yang istimewa.

"Sensasinya cuma pedas saja. Pernah saya coba di Bali, ada namanya, sego pedes. Rasanya ya cuma pedes dan asin. Gurihnya atau cita rasa lainnya nggak ada," katanya.

Bondan kembali menegaskan, dalam menjalankan usaha kuliner harus punya rasa bertanggungjawab terhadap masyakarat dalam memberikan sajian kuliner yang dijual untuk umum.

"Terlebih jualannya di sekolah. Tolong ini anak-anak sekolah ini masa depan kita, kalau kita kasih masakan terlalu pedes nanti sakit perut besok nggak masuk sekolah, kalau seperti ini, kita harus merasa bertanggung jawab kita telah merugikan," katanya.

Rasa tanggungjawab seperti dikemukakan Bondan diatas sebenarnya pada gilirannya bisa menjadi daya tarik sebuah rumah makan. Karena dengan sajian-sajiannya yang penuh rasa dan tidak hanya mengandalkan rasa pedas, konsumen jadi memiliki banyak pilihan menu.

Sumber:
www.tribunnews.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:15
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.