loading...

Manfaat Tanaman Trengguli Untuk Mengobati Penyakit Kulit, Pencahar, Malaria, Tekanan Darah Tinggi sampai Wasir

Posted by

Tanaman Trengguli. Masyarakat sudah memanfaatkan trengguli mulai dari daun, bunga, buah, sampai akarnya sebagai obat urus-urus, pembersih luka, dan bisul. Tanaman ini berupa pohon setinggi 15-20 m dengan lingkar batang 60-70 cm. Di pulau Jawa, ia biasa ditemukan tumbuh bersama tanaman jati di dataran rendah.  


Nama daerah untuk Trengguli:
  • Sumatra : bak baruktha (Aceh), kayu raja, biraksa (Melayu).
  • Jawa : bubundelan bumbungdelan, bondel tanggoli, trangguli (Sunda), keyok, klohor, peyok, piyok, tangguli, tengguli, trengguli (Jawa), kalabur, klohor (Madura).
  • Nusa Tenggara : tangguli (Bali), kunjur, ketoka (Sumba), klowang (flores), nain-nain (Timor.)
  • Sulawesi : kayu raja (Makasar), pongraja (Bugis.)
  • Kalimantan : tilai (Dayak).
  • Maluku : papa pauno (Ambon).

Bila diperhatikan sepintas, penampilan pohon trengguli mirip tanaman perindang jalan yang juga bernama Cassia disekitar Monas, Jakarta. Tapi, Cassia tersebut berupa perdu. Mereka sama-sama termasuk famili Leguminosae yang berbunga polong. Bunga trengguli berbentuk bunga majemuk, berwarna cokelat atau kehitaman. Di dalam buah terdapat empulur yang rasanya manis, enak dimakan segar, atau dibuat cairan tanpa dimasak.

Buah trengguli yang sudah masak dulu sudah diekspor ke luar negeri sebagai obat urus-urus. Untuk mengkaji benar tidaknya khasiat trengguli dilakukan serangkaian penelitian oleh instansi terkait yang tergabung dalam Kelompok Kerja Nasional Tumbuhan Obat Indonesia. Hasilnya diungkapkan dalam seminar yang diselenggarakan di kampus Universitas Sebelas Maret, Solo.

Dari penelitian Ali Pratomo Musdradjad, Suwono, Sutjipto dan kawan-kawan diperoleh hasil, daging buah (khususnya yang telah masak) dan daun trengguli berguna sebagai obat pencahar. Kandungan yang berefek pencahar adalah senyawa antrakinon.

Sementara itu, kegunaan trengguli sebagai obat anti demam diuji olah peneliti dari Puslitbang Farmasi, Jakarta. Hasilnya, diperlukan daging buah sebanyak 210 mg/100 gram berat badan untuk mendapatkan efek antipiretik. Sebagai perbandingan, efek yang sama bisa didapatkan hanya dengan memberikan acetosal (obat paten) 30 mg/100 gram berat badan.

Tidak hanya buahnya yang berkhasiat, biji trengguli pun dikenal sebagai obat sakit kepala. Untuk membuktikan efek analgetiknya, Pudjiastuti melakukan penelitian dengan infus biji dan daging buah.

Melalui penelitian ini, trengguli dinyatakan termasuk golongan Practically nontonic (tidak beracun). Daya analgetiknya sebanding dengan acetosal dosis 52 mg/kg berat badan pada dosis 120 mg/10 gram berat badan infus biji.

Khasiat lain dari trengguli adalah obat penyakit kulit. Penyakit kulit yang mungkin bisa sembuh oleh ekstrak kulit batang trengguli disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan P. Vulgaris. Mengobati penyakit dengan trengguli sebenarnya telah dilakukan orang sejak dulu. Seperti terlihat, saat pameran di Solo, salah seorang penjual jamu tradisional - Ny. Ratih - menjajakan asam trengguli. Wujudnya mirip benar dengan asam jawa yang berwarna kehitaman dan agak lengket. Bedanya, bau trengguli agak kurang sedap.

Sementara itu, kalangan peneliti farmasi mengusahakannya dengan membuat persediaan dalam bentuk sirup obat. Misalnya penelitian Suwijiyo Pramono dari Fak. Farmasi UGM, Yogyakarta.

Trengguli yang khasiatnya cukup banyak ini ternyata populasinya terancam punah, lantaran belum banyak mendapat perhatian seperti tanaman obat lain. Tapi perhatian terhadap tanaman obat ini sudah membaik, dengan adanya penelitian lain tentang budidayanya.

Manfaat Tanaman Trengguli Bagi Kesehatan:
  • Obat Pencahar
  • Penyakit Kulit / Kudis
  • Penyakit Malaria
  • Pembersih Luka
  • Obat Demam
  • Kepala pusing.
  • Urat saraf lemah, lelah (neurasthenia).
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Tetanus.
  • Sembelit (constipatio).
  • Wasir (hemorrhoid).
  • Kencing batu.
  • Cacar sapi (Variola), cacar air (varicella).
  • Eksim (eczema).
Dosis pemakaian:
  1. Pemakaian luar : akar atau kulit pohon dicuci lalu dihaluskan, dioleskan atau ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam : 15-60 gram buah atau daun, direbus lalu airnya diminum.
Pemakaian dalam:
  • Kepala pusing : 30 butir biji trengguli, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) direbus dengan 600 cc air sampai mendidih kemudian airnya diminum, biji trenggulinya dimakan.
  • Urat saraf lemah, lelah (neurasthenia) : 60 gram daging buah trengguli direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, sesudah dingin disaring, tambahkan madu seperlunya lalu diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
  • Susah tidur (Insomnia) : 15 gram asam (daging buah) trengguli,  30 gram daun kangkung (Ipomea aquatic Forsk.), 10 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), 1 sendok teh biji ketumbar (Coriadrum sativum L.), 1 sendok teh  jinten (Cuminum cyminum L.) dan gula enau secukupnya (Arenga pinnata Merr.), semuanya direbus dengan  800 cc air hingga tersisa 400 cc, setelah dingin disaring lalu diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) : cara ke-1  : 30 gram daging buah trengguli dicuci bersih dan dihaluskan, tambahkan 4 sendok makan madu murni dan 50 cc air panas, disaring lalu diminum, lakukan dua kali sehari;  cara ke 2 : 30 gram buah trengguli, 10 gram kayu manis., 20 gram kencur (Kaempferia galangal L.), 50 gram seledri  (Apium graveolens L.), 20 gram daun saga manis (Abrus precatorius L.), 15 gram daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.), dicuci lalu direbus dengan  800 cc air hingga tersisa 400 cc, setelah dingin disaring lalu diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc. Cara ke-3  : 30 gram daging buah trengguli, 50 gram akar alang-alang (Imperata cylindrical L.), 20 gram daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus Bl.), 15 gram daun meniran (Phyllanthus urinaria L.), 15 gram daun kejibeling (Strobilanthes crispus Bl.), 15 gram daun pegagan (Centella asiatica [L.] Urban.) dicuci dan direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 600 cc, setelah dingin disaring lalu diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 200 cc.
  • Meningkatkan stamina tubuh : 60 gram daging buah asam trengguli direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan diamkan beberapa saat kemudian diminum sebanyak 200 cc setiap dua kali sekali.
  • Sembelit (constipation) : 30 gram daging buah trengguli, 30 gram daun ubi jalar (Ipomoea batatas Poir.), 15 gram daun iler (Coleus atropurpureus Benth.), 15 gram daun pegagan (Centella asiatica [L.] Urb), ½ lembar daun papaya (Carica papaya L.), dicuci lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 150 cc.
  • Wasir (hemorrhoids) : 20 gram daun trengguli, 20 gram daun petikan cina (Euphorbia thymifolia Burm.), 20 gram daun pegagan (Centella asiatica [L.] Urb), dan 30 gram daun lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu diminum airnya untuk dua kali sehari, setiap kali sebanyak 150 cc.
  • Kencing batu : 15 gram daging buah trengguli, 30 gram daun kejibeling (Strobilanthes crispus Bl.), 30 gram daun sendok/daun urat (Plantago mayor L.), dan 30 gram daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus Bl.) direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
  • Cacar air (varicella) : 20 gram daging buah trengguli, 15 gram temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.), 15 gram kencur (Kaempferia galangal L.), 10 gram asam jawa (Tamarindus indica L.), 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 15 gram kunyit (Curcuma longa L.), dan 20 gram daun ketumbar (Coriandrum sativum L.) dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu diminum untuk tiga kali sehari, setiap kali sebanyak 100 cc.
  • Cacar sapi (Variola) : 30 gram daging buah trengguli, 15 gram kunyit (Curcuma xanthorriza Roxb.), 15 gram daun jombang (Taraxatum mongolicum Hand-mazz.), 3 butir bawang merah (Allium cepa L.), ½ sendok teh adas (Foeniculum vulgare Mill.), dan 1 jari pulasari (Alyxia reinwardtii Bl.) dicuci dan ditumbuk seperlunya lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc, setelah dingin disaring lalu diminum untuk tiga kali sehari, setiap kali 150 cc.
Pemakaian luar:
  1. Cacar air (varicella), cacar sapi (variola) : 60 gram akar trengguli dicuci dan ditumbuk seperlunya lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah dingin disaring lalu dipakai untuk melumas kulit yang terkena cacar. Lakukan tiga kali sehari.
  2. Eksim (eczema) : 20 gram akar trengguli dicuci bersih kemudian dimemarkan atau ditumbuk kasar lalu dioleskan pada bagian yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:24
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.