loading...

Hati-hati Terhadap Modus Baru " Maling" dan "Mafia" Sapi

Posted by

Komplotan peracun ternak sapi diduga telah beraksi di banyak lokasi. Hasil pengakuan para tersangka sudah beraksi di 12 lokasi di Kabupaten Kediri.

"Hasil pemeriksaan terhadap pelaku mengaku telah melakukan modus peracunan sapi pada 12 TKP," ungkap AKBP Ahmad Yosef Gunawan, Kapolres Kediri kepada wartawan, Selasa (8/9/2015).



Modus operandi ini tergolong baru.  Dijelaskan, dalam beraksi pelaku meracuni sapi dengan cara menyuntikan cairan racun ke tubuh sapi. Setelah disuntik, dalam waktu 6 - 7 jam kemudian sapi yang diracun bakal mati.

Aksi peracunan sapi itu dilakukan pada malam hari. Sehingga pagi harinya, sapi yang telah keracunanmengalami tanda-tanda kematian.

Pada saat sapi sudah sekarat itulah ada anggota komplotan datang untuk membeli sapi dengan harga sangat murah. Sapi hidup di pasaran mencapai Rp 15 juta, hanya ditawar Rp 3 juta.

Sementara terkait jenis racun yang dipakai untuk meracuni ternak sapi saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Labfor Polda Jatim. "Jenis racunnya masih diperiksa di laboratorium," jelasnya.

Petugas telah mengamankan barang bukti berupa sisa serbuk satu kaleng kecil yang diduga racun. Selain itu sejenis alat suntik yang dipakai pelaku menyuntik sapi.

Pelaku memanfaatkan modus peracunan saat harga daging sapi mahal. Sehingga aksi komplotan ini dapat mengeruk banyak keuntungan dari para korbannya.

Sementara dari hasil pengusutan, otak kasus peracunan sapi ini dilakukan Ismiyatun (50), warga Desa Jajar, Kecamatan Wates.

Tersangka berprofesi sebagai jagal dan pedagang daging yang membuka kios di Pasar Wates.

Empat tersangka lainnya masing-masing Nawi, Dika dan Heri, warga Desa Jajar, Kecamatan Wates serta Aris warga Papar, Kabupaten Kediri.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP M Aldy Sulaeman menambahkan, ada kemungkinan TKP korban peracunan bertambah. Namun dari pengakuan tersangka melakukan di 12 TKP.

"Bisa jadi korbannya bertambah kalau ada masyarakat yang dirugikan melaporkan kepada petugas. Untuk tersangka yang diamankan ada 5 orang," jelasnya.

Sementara keterangan warga, di wilayah Kecamatan Wates dalam dua bulan terakhir telah ditemukan 20 kasus sapi yang mati mendadak milik warga. Ada dugaan sapi tersebut menjadi korban peracunan karena sapinya juga ditawar untuk dibeli.

Sumber Surya.co.id

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 16:59
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.