loading...

Harga Sapi Kurban Kemahalan? Pedagang Sapi Kurban Mulai Khawatir Sapinya Tidak Terjual

Posted by

Harga Sapi Kurban Mahal Pedagang Takut Tidak Laku
Peternak sapi lokal mulai khawatir ternak yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Iduladha, tidak laku. Hal itu menyusul melambungnya harga hewan kurban, sebagai dampak kenaikan harga daging yang terus berlangsung paska lebaran.


Kenaikan harga sapi berkisar antara Rp 2,5 - 3 juta, dibandingkan hari biasa. Naiknya harga sapi tersebut mengakibatkan beberapa calon pembeli mengurungkan niatanya membeli hewan kurban.
"Sekarang ini serbasusah. Beberapa calon pembeli mengurungkan niatnya ketika mengetahui harga sapi naik berkisar Rp 2,5 - Rp 3 juta per ekor. Kami masih punya wsisa waktu hanya 10 hari, akan tetapi masih banyak yang belum laku. Ada penurunan sekitar 30 persen," ungkap Dian, peternak sapi lokal di Desa Ciakar, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Rabu (9/9/2015).
Dia mengatakan bahwa sebenarnya animo masyarakat untuk membeli sapi kurban, masih tinggi. Hanya saja daya belinya yang menurun, sehingga mengurungkan niatnya membeli. Biasanya, menjelang 10 hari terakhir seluruh sapi sudah habis terjual.

"Sekarang masih sisa banyak. Bahkan sebelumnya saya jual 4 ekor sapi, tanpa mengambil untung, sekadar kembali modal saja. Apabila tidak dilepas, beban semakin berat," katanya.
Menurut Dian, naiknya harga sapi saat ini, tidak lepas dari kondisi melambungnya harga daging sapi menjelang lebaran. Pada saat mempersiapkan sapi untuk kurban sekira 6 bulan bulan lalu, peternak membeli bakalan sapi dengan harga tinggi. Ditambah dengan musim kemarau, mengakibatkan biaya pemeliharaan naik.

"Kami prihatin. Sebenarnya saat Hari Raya Idul Kurban, juga selalu dinanti oleh peternak sapi, dengan harapan mendapat sedikit keuntungan. Akan tetapi yang saat ini terjadi justru ancaman laku sedikit, karena harga naik sekitar Rp 3 juta dibandingkan sebelumnya," jelasnya.
Saat ini, lanjutnya harga Rp 14 juta mendapat sapi dengan berat sekitar 80 - 90 kilogram hidup. Padahal pada tahun 2014, dengan harga sama, mendapat sapi dengan bobot di atas 100 kilogram. Untuk mendapat sapi dengan berat yang sama, saat ini sudah naik menjadi Rp 17 juta.

Terpisah, Endang, warga Baregbeg, mengaku terpaksa belum memutuskan membeli sapi untuk kurban. Hal itu disebabkan karena uang yang dibawanya tidak cukup untuk membeli sapi yang diharapkan.
"Saya harus kembali berembug dengan yang lain dulu, karena harga sapi naik. Dengan harga yang ada, setidaknya harus menambah Rp 500.000 per orang. Jika semua setuju, baru beli sapi," tuturnya.

Harga Sapi Kurban di Kota Tangerang Terus Naik
Dikutip dari Republika.co.id, Harga jual sapi kurban di Kota Tangerang naik Rp 1-2 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga jual sapi disebabkan sulitnya mencari pakan sapi dan mahalnya biaya operasional.

Info dari salah satu pusat penjualan sapi kurban Kota Tangerang, Selasa (8/9), rata-rata harga jual satu ekor sapi kurban Rp 16,5 juta-Rp 17 juta. Jenis sapi kurban yang paling banyak diperdagangkan adalah sapi lokal Jawa seberat 3,5 kuintal.

Pedagang sapi kurban, Parjo (32 tahun) mengatakan harga jual tahun ini mengalami kenaikan rata-rata Rp 1- Rp 2 juta bila dibandingkan dengan tahun lalu. "Kenaikan disebabkan musim kemarau. Untuk mencari rumput pakan sapi kami agak kesulitan. Penyebab lain, biaya operasional perawatan sapi yang lebih mahal," jelas Parjo.

Selain itu, biaya operasional pengangkutan sapi dari Boyolali ke Tangerang juga lebih tinggi. Salah satu penyebabnya, kata Parjo, kenaikan harga BBM.

Selain jenis sapi di atas, ada dua jenis sapi lain yang dijual yakni sapi PO dan sapi brangus. Sapi brangus memiliki harga jual paling tinggi, yakni Rp 30 juta per ekor untuk ukuran 4,5 kuintal. Sapi PO ukuran sama dijual Rp 23 juta.

Meski harga jual sapi kurban naik, permintaan sapi justru meningkat. Menurut Parjo, dalam sehari rata-rata ada empat sampai lima ekor sapi yang terjual.

Pedagang sapi lainnya, Ari Susanto, 52, mengaku sudah menjual 17 ekor sapi sejak Senin (7/9). "Kalau dilihat dalam dua hari ini, permintaan sapi naik dibandingkan tahun lalu. Rata-rata ada tujuh sapi yang terjual per harinya. Tahun lalu sekitar empat sampai lima ekor saja," tuturnya saat dijumpai terpisah.

Harga Sapi Kurban di Pekalongan Jawa Tengah Juga Naik
Harga hewan kurban sapi di Kabupaten/Kota Pekalongan, Jawa Tengah, naik Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekor menyusul mendekati perayaan Idul Adha 1436 Hijriah.

Pedagang sapi di Pekalongan, Diyanto mengatakan menjelang Hari Raya Idul Adha permintaan masyarakat terhadap hewan kurban terus meningkat sehingga harga sapi dan kambing merangkak naik.

"Saat ini, harga hewan kurban naik mencapai Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekor. Akan tetapi, kami perkirakan kenaikan harga sapi ini akan naik lagi mendekati Hari Raya Idul Adha," katanya di Pekalongan, Minggu (16/8/2015)

Menurut dia, harga sapi jenis metal semula Rp16 juta per ekor kini naik menjadi Rp18 juta per ekor, sapi jenis super Rp20 juta naik menjadi Rp25 juta per ekor, dan kambing Rp3 juta per ekor.

"Hewan kurban sapi jantan lokal sebelumnya hanya Rp11 juta hingga Rp12 juta per ekor kini naik mencapai Rp14 juta per ekor," katanya.

Ia mengatakan selain dipengaruhi permintaan oleh masyarakat, kenaikan nilai harga hewan kurban juga dipengaruhi kondisi dan kesehatan hewan tersebut.

"Meski perayaan Idul Adha masih relatif cukup lama atau satu bulan ke depan tetapi masyarakat menyiasati membeli hewan kurban lebih awal agar tidak perlu lagi membeli dengan harga yang relatif cukup mahal," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan, Supriono mengatakan pemkot menjamin persediaan sapi dan kambing mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sumber:
http://ekonomi.metrotvnews.com
www.republika.co.id
referensi lain pikiranrakyat.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:52
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.