loading...

Dolar Melambung Tinggi Sapi BX Tidak Terbeli, Bagaimana Harga Sapi Lokal?

Posted by

Pelemahan rupiah yang terus tergerus sampai Rp 14.500 lebih per 1 US$ sangat dirasakan pengaruhnya terhadap dunia usaha tidak terkecuali dunia usaha peternakan lebih khusus lagi feedlotter yang mengandalkan sapi import untuk menjalankan roda perusahaannya.



Meski kuota import akan dibuka lebar pada kuartal IV tahun 2015 ini, tetapi pengusaha akan berfikir seribu kali untuk memulai import sapi bakalan lagi, apalagi pemerintah "meminta" mereka menjual sapinya tidak lebih dari harga Rp 38.000/kg untuk menjaga agar harga daging tetap dikisaran Rp 100.000/kg.

Harga terbaru sapi BX import dari Australia adalah sekitar 3 US$, jika dirupiahkan maka jatuh harga Rp 44.000/kg. Angka yang fantastis untuk ukuran harga bakalan sapi BX impor. Meskipun angka ini malah sudah sangat familiar dengan harga sapi Lokal.

Agar pengusaha bisa impor lagi tentunya ada beberapa faktor yang harus segera dibenahi, pertama perkuat nilai rupiah sampai maksimal di Rp 12.000 per 1 $ US, agar nilai jual sapi finisher nya bertahan di Rp 38.000/kg. Kedua, minta peternak atau pengusaha Australia untuk menurunkan harga sapinya, ini bukan langkah mustahil mengingat sampai saat ini Indonesia masih merupakan pasar terbesar sapi impor BX dari Australia. Langkah ini bisa dilakukan oleh pengusaha dengan dukungan lobi dari pemerintah kedua negara. Ketiga, jika langkah pertama dan kedua tidak bisa dilakukan maka langkah ketiga adalah harga jual sapi jangan diatur pemerintah, biarkan mekanisme pasar yang membentuk harga dengan segala resikonya seperti harga daging akan kembali melonjak, daya beli masyarakat terhadap daging akan menurun drastis, hapus mimpi swasembada daging, inflasi dan lain-lain.

Efek Harga BX Terhadap Sapi Lokal
Mahalnya harga bakalan sapi BX sebagai akibat anjloknya nilai rupiah tentunya mendorong pengusaha penggemukan untuk menaikkan harga jual sapinya. Naiknya harga jual sapi BX ini bisa menjadi "angin segar" terhadap gairah peternak lokal untuk semakin intens memelihara sapi lokal karena potensi harga yang akan tetap tinggi seiring tingginya harga sapi import.



Tetapi dalam jangka panjang, tingginya harga juga akan menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena setelah mencapai nilai "optimum" atau nilai puncak, berdasarkan pengalaman dan trend tahun-tahun sebelumnya harga sapi akan mulai turun bahkan sempat anjlok alias turun drastis dan ini tentunya berpotensi merugikan peternak lokal yang saat membeli bakalan dengan harga mahal dan harus jual sapi potongnya dengan harga jauh dibawah.

Hal seperti diatas wajib diwaspadai pemerintah maupun peternak sapi lokal, peternak lokal harus siap jika sewaktu-waktu harga sapi lokal anjlok.

Mengapa ada kemungkinan harga bisa anjlok lagi? Jawabannya mudah saja karena jika sudah terdesak pemerintah "selalu" ambil jalan pintas yaitu buka kran impor sapi BX selebar-lebarnya dan jika perlu berikan subsidi. Tetapi seperti ulasan diawal, jika nilai rupiah tetap terpuruk seperti saat ini maka meski kuota impor diperbanyak tetapi realisasi impor bisa jadi akan sangat jauh dari jumlah kuota yang diberikan.

Saat ini adalah kesempatan peternak lokal untuk menunjukkan kemampuan alias "unjuk gigi" bahwa disaat sapi BX tidak terbeli, sapi lokal tersedia. Hanya yang menjadi pertanyaan adalah berapa sebenarnya kemampuan sapi lokal untuk memenuhi permintaan daging dalam negeri dan berapa persen sapi yang harus tetap diimpor? Sampai saat ini belum ada satupun angka yang benar-benar valid sehingga akhirnya buka tutup kran impor sapi seperti "dibuat main-main" sehingga pengusaha penggemukan sapi impor juga ikut bingung menentukan arah usahanya ke depan mau kemana.

Kalau nilai dolar tetap tinggi yakinlah sapi BX tidak akan terbeli dan sapi lokal menjadi sapi yang paling dicari yang pada akhirnya harganyapun akan ikut melambung tinggi, jika sudah begini maka konsumen daging hanya bisa gigit jari. Mau dibawa kemana sebenarnya industri "persapian" ini?



Ayo Peternak Sapi Lokal, Saatnya Anda Unjuk Gigi !!!

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:10
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.