loading...

Sapi Aceh, Plasma Nutfah Ternak Sapi Yang Wajib Segera Dibudidayakan Secara Optimal

Posted by

Sapi Aceh, Sapi Lokal Asli Aceh Yang Perlu Dikembangkan dan Diteliti Keunggulannya Sebagai Salah Satu Langkah Mengurangi Ketergantungan Terhadap Impor Sapi.

Ketergantungan Indonesia terhadap sapi import terutama sapi brahman cross (BX) dari Australia sudah demikian parah. Begitu ada berita import dikurangi atau dibatasi maka gejolak harga sapi langsung terjadi, harga daging melonjak tinggi, harga sapi tidak terkendali dan ujung-ujungnya pedagang daging demo. Pemerintah bingung, serba salah, mau import diperbanyak maka pedagang dan peternaksapi lokal menjerit jika akibat import terlalu banyak mengakibatkan harga sapi lokal anjlok alias terjun bebas.

Ketergantungan terhadap import sapi maupun daging memang tidak boleh dibiarkan berlanjut terus-menerus. Sudah seharusnya pemerintah dan instansi terkait dan tentu saja melibatkan peternak lokal mulai menggali lebih serius potensi-potensi ternak  lokal kita yang selama ini lebih banyak terabaikan dan tidak digarap dengan serius.

Jika sebelumnya telah dimuat dalam situs ini tentang potensi sapi SO (Sumba Ongole) untuk dikembangkan dan dijadikan komoditas penggemukan yang unggul yang mudah-mudahan bisa lebih diperhatikan pemerintah, berikut ini akan coba lebih dikenalkan mengenai sapi aceh. Sapi Aceh merupakan salah satu rumpun sapi lokal Indonesia yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 2907/Kpts/OT.140/6/2011, yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Aceh yang dibudidayakan secara turun temurun. Sapi Aceh umumnya diternakkan oleh masyarakat sebagai penghasil daging.

Selain itu juga sebagai ternak kerja, tabungan, budaya meugang dan peupok leumo (adu sapi). Beberapa ahli berpendapat bahwa Bos sundaicus merupakan biangnya sapi-sapi yang ada di Indonesia, berkembang dan mengalami persilangan berurutan dengan sapi Zebu yang dibawa oleh orang-orang Hindu. Sapi Aceh yang telah lama dipelihara rakyat merupakan jenis sapi Zebu tropis berasal Bos indicus (Salim, B. 1990).

Sapi Aceh yang dijumpai di beberapa kabupaten di Provinsi Aceh memiliki fisik lebih besar dari sapi Sumatera karena lebih banyak disilangkan dengan sapi Benggala (Zebu) Penampilan Produksi Berat Lahir Berat lahir pedet betina sapi Aceh 14,75 kg dan pedet jantan 15,9 kg dengan angka kelahiran rata-rata 65-85% Produksi Daging Berat karkas sapi Aceh jantan berkisar 129,9 kg dan sapi Aceh betina 109,8 kg. Sedangkan persentase karkas rata-rata 49-51%.

Beberapa  "Keunggulan" Sapi Aceh

  • Plasma nutfah
  • Adaptasi terhadap lingkungan tropis sangat baik
  • Kapabilitas terhadap pakan kualitas jelek
  • Relative tahan terhadap parasit internal dan ekternal
  •  Produktivitas baik
  • Karkas 49-51% 7. 
  • Struktur daging memiliki jaringan lebih halus, padat dan lebih baik dari sapi Brahman & PO

Ciri-ciri sapi Aceh Jantan 

Sapi Aceh Jantan

  • Warna dominan merah bata dan pada daerah pundak
  • Berpunuk
  • Tanduk mengarah ke atas dan lebih besar
  • Kuping dan daun telinga tidak jatuh, tidak besar dan agak runcing
  • Tinggi gumba rata-rata 110 cm (3 thn)
Ciri-ciri sapi Aceh Betina 

Sapi Aceh Betina
  •  Warna dominan merah bata
  • Tidak berpunuk, bagian pundak tidak rata dan sedikit menonjol
  • Tanduk mengarah ke samping, melengkung ke atas kemudian ke depan dan lebih kecil dari jantan
  • Kuping dan daun telinga tidak jatuh, tidak besar dan agak runcing
  • Tinggi gumba rata-rata 105 cm (3 thn)
Sapi Aceh Sudah Dipatenkan Sebagai Plasma Nutfah Sapi Aceh

Pemerintah Aceh mematenkan nama sapi aceh karena ternak itu asli dari provinsi itu, bukan peranakan luar daerah. "Kini sapi aceh sudah menjadi sebuah nama tersendiri. Sama seperti sapi brahmana, sapi bali, maupun sapi Madura," kata Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi Aceh Ir Murtadha Sulaiman di Banda Aceh. Ia mengatakan, penetapan nama sapi aceh tersebut setelah melalui proses pengujian DNA oleh tim Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Plasma nutfah, kata dia, merupakan substansi dengan sifat keturunan yang memiliki karakteristik tersendiri dan harus dikembangkan terus menerus agar tidak punah.Syarat plasma nutfah lain, kata dia, populasi aceh mencukupi dan tidak akan punah. Populasi sapi aceh sekarang mencapai 82 persen dari total sapi di Provinsi Aceh.

"Selain itu, pemerintah Aceh juga menjamin kelestarian populasi sapi aceh tersebut. Karena itu, pemerintah Aceh mematenkan nama sapi aceh dan mengajukannya sebagai plasma nutfah secara nasional. Permohonan itu akhirnya disetujui," sebutnya. Secara fisik, ujarnya, memang ukuran tubuhnya kecil, tetapi dagingnya padat dan seratnya halus. Daya tahan tubuhnya luar biasa, bisa bertahan di segala musim, seperti kemarau, di mana rumput sumber makanan mengalami kekeringan. Pada musim kemarau yang rumputnya kurang saja reproduksi sapi aceh tetap bagus, sedangkan sapi lain, tingkat reproduksinya menurun kalau kekurangan makanan," ujarnya.


Lebih Detil Tentang Sapi Aceh


Berikut deskripsi Rumpun Sapi Aceh:

1. Nama Rumpun Sapi: Sapi Aceh

2. Karakteristik Sapi Aceh

Sifat kualitatif


Warna:

  • Tubuh dominan: merah kecokelatan pada yang jantan dan merah bata pada yang betina;
  • Kepala: sekeliling mata, telinga bagian dalam dan bibir atas berwarna keputihputihan;
  • Leher: lebih gelap pada yang jantan;
  • Garis punggung: cokelat kehitaman;
  • Paha belakang: merah bata;
  • Pantat: cokelat muda;
  • Kaki: keputih-putihan;
  • Ekor: bagian ujung berwarna hitam;
  • Rambut: merah bata sampai cokelat;
Bentuk muka: pada umumnya cekung;
Bentuk punggung: pada umumnya cekung;
Bentuk tanduk: mengarah ke samping dan melengkung ke atas;
Bentuk telinga: kecil, mengarah ke samping, tidak terkulai.

Sifat kuantitatif (dewasa)


Ukuran permukaan tubuh:

  • Tinggi gumba: 116 ± 24 cm (jantan) dan 102 ± 21 cm (betina)
  • Panjang badan: 121 ± 26 cm (jantan) dan 105 ± 22 cm (betina)
  • Lingkar dada: 153 ± 32 cm (jantan) dan 127 ± 27 cm (betina)
Bobot badan: 253 ± 65 kg (jantan) dan 148 ± 37 kg (betina)

Persentase karkas: 49 – 51%


Sifat reproduksi:

  • Kesuburan induk: 86 – 90%
  • Angka kelahiran: 65 – 85%
  • Umur pubertas: 300 – 390 hari
  • Siklus berahi: 18 – 20 hari
  • Lama bunting: 275 – 282 hari
Sifat produksi:
  • Daya adaptasi: baik
  • Kemampuan kerja: baik
  • Wilayah sebaran: Provinsi Aceh
  • Daya tahan penyakit: cukup baik
Dengan beberapa keunggulan sapi aceh maka program-program pengembangan dan budidaya sapi aceh seyogyanya lebih digalakkan agar menjadi salah satu sumber ternak potong potensial sehingga ketergantungan terhadap sapi import bisa terus dikurangi. Sudah saatnya sapi aceh bisa lebih dikenal lagi seperti sapi Bali, sapi Madura, Sapi PO, sapi SO dan lain-lainnya. Semoga bermanfaat.

Sumber:


http://bptu-hptindrapuri.com
Republika.co.id
http://atjehpost.co

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 08:03
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.