loading...

Sambang Darah, Tanaman Yang Bermanfaat Untuk Mengobati Disentri, Sakit Benguk dan Haid Tidak Teratur

Posted by

Tanaman Sambang Darah. Tanaman ini mempunyai percabangan yang banyak pada batangnya dan getah berwarna putih, tangkai bercabang kayu.  Daunnya ada 2 macam. Yang pertama, mirip sarang burung dengan helaian daun yang mandul, bentuknya lebar dan membulat. Yang kedua, berbelah-belah menyerupai tanduk rusa. Daun bagian atas halus dan berwarna hijau, sedangkan bagian bawahnya tebal dan tertutup rambut halus berwarna putih. Daun ini membelah 3-5 kali dan panjangnya bisa mencapai 3 m dengan ujung akhir menyerupai pita. Daunnya termasuk daun yang subur (mengandung spora). Bentuk daun berhelai lancip, Warna daun pada permukaan atas hijau tua, dan permukaan bawah merah gelap.

Tanaman Sambang Darah
Bunga keluar dari ujung percabangan, bentuknya kecil-kecil warnanya kuning, tersusun dalam rangkaian berupa tanda, bunga jantan lebih banyak dari pada bunga betina. Buah tiga keeping, bundar, dengan diameter sekitar 1 cm.

Nama Ilimiah / Latin / Binomial :Excoecaria cochinchinensis Lour, Sinonim : Excoecaria bicolor Hassk
Indonesia: Sambang darah, daun lamban, daun remek daging, ki sambang, Cina: ji wei mu

Tanaman sambang darah mengandung kandungan kimia : tanin, asam behenat, triterpenoid eksokarol dan silosterol, getah mengandung resin dan senyawa yang sangat beracun. Sambang darah rasanya pedas, sifat hangat, beracun. Tumbuhan ini berkhasiat membunuh parasit (parasitisid), menghilangkan gatal (antipruritik), dan penghenti perdarahan (hemostatis).

Manfaat Sambang Darah Untuk Pengobatan
Obat luka berdarah (Obat Luar)
  • Cuci beberapa daun sambang darah lalu tumbuk halus, 
  • Bubuhkan ada luka dan tutup dengan kain kasa untuk beberapa saat, 
  • Setelah agak kaku lalu bersihkan dengan air hangat
Mengobati  sakit benguk atau gondok kelenjar ludah (parotitis epidermica)
  • Ambil 3 lembar daun, cuci bersih, lalu giling sampai lumat. 
  • Tambahkan air dan garam secukupnya, 
  • lalu lumaskan di sekeliling bagian yang sakit.
Untuk Mengobati Disentri
  • Cuci daun sambaing darah (15 lembar), 
  • Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa dua gelas. 
  • Setelah dingin, saring airnya untuk dua kali minum, pagi dan sore hari.
Mengobati Muntah darah
  • Cuci daun sambaing darah (10 lembar), lalu giling halus. 
  • Tambahkan garam seujung sendok teh dan air masak sebanyak setengah cangkir. 
  • Aduk merata, lalu saring dan peras dengan sepotong kain. 
  • Minum sekaligus.
Menanggulangi haid tidak teratur / Pendarahan Haid
  • Ambil daun 2 lembar, cuci bersih, lalu tumbuk sampai halus. 
  • Tambahkan air matang 1 cangkir dengan sedikit garam. 
  • Minum 2x sehari (1 cangkir).
Mengatasi Perdarahan setelah bersalin, keguguran
  • Cuci akar kering sambang darah sebesar satu setengah jari kelingking,
  • Lalu potong-potong seperlunya. 
  • Rebus dengan dua gelas air minum sampai tersisa separuhnya. 
  • Setelah dingin saring 
  • Minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.
Berita Tentang Tanaman Sambang Darah di Sleman Yogyakarta
Tanaman perdu yang satu ini banyak dijadikan pagar hidup di sekitar rumah. Dinamakan sambang darah karena memiliki warna daun hijau tua dan merah dengan khasiat mengatasi berbagai keluhan pendarahan.

Sambang darah juga banyak dikembangkan sebagai tanaman hias. Tumbuhan asal Indocina ini tergolong dalam jenis tanaman obat-obatan yang sudah banyak digunakan untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan.

“Semua bagian dari akar, daun, sampai ranting bisa digunakan sebagai herbal, tergantung untuk obat apa,” ujar pemerhati herbal, Yulvita, di Jalan Monjali, Mlati, Sleman.

Yulvita menyampaikan, tanaman ini tidak menyukai tanah yang tergenang air dan akan tumbuh lebih subur di lahan yang kering dan tanah padat. Daunnya yang tumuh subur berguna untuk obat dalam dan luar. Jika keluhan sakit dirasakan dari dalam tubuh, makan sambang darah dijadikan obat dalam, untuk luka luar bisa dijadikan ramuan bobokan.

Dari khasiatnya, sambang darah dipercaya mengatasi pendarahan, membasmi parasit, dan menghilangkan gatal. “Sifat tanaman ini hangat, rasanya pedas dan getahnya beracun,” kata Yulvita.

Secara kimiawi, getah sambang memang mengandung senyawa beracun. Untuk itu, pengobatan lebih banyak menggunakan saripati daunnya. Daun tanaman perdu ini mengandung senyawa tanin yang bersifat mengikat dan mengendapkan protein.

Praktisi herbal, Wahyu Sahid menambahkan, jenis tanaman perdu yang satu ini kadang disalahartikan juga untk menyebut tanaman lain dengan warna daun yang sama. Sambang darah juga mengacu pada jenis tanaman pot yang sebenarnya disebut sambang getih. “Maksudnya sama, tapi jenis tanamannya beda, khasiatnya juga beda,” ujarnya.

Sambang darah memiliki ciri-ciri tegak tanaman hingga 200 centimeter dengan percabangan banyak dan getah berwarna putih. Bentuk daun berhelai lancip, dengan tangkai bercabang kayu. Warna daun pada permukaan atas hijau tua, dan permukaan bawah merah gelap.

Dengan ramuan yang berbeda-beda, sambang darah bisa digunakan untuk melancarkan dan mengeluarkan darah sewaktu haid maupun melahirkan, mengobati batuk darah dan muntah darah, juga menghentikan luka berdarah.

Untuk obat yang diminum, contoh pemakaian dengan merebus daun dalam air atau menumbuk halus dan menyaring sarinya dengan air.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:21
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.