loading...

Rumput Signal/BD dan Rumput HD, Hijauan Makanan Ternak Padang Penggembalaan

Posted by

Rumput BD, Brachiaria decumbens, rumput potensial penggembalaan.
AgrobisnisInfo.com. Rumput Signal/Bede. Di Indonesia rumput bede banyak dijumpai di pinggir jalan, pinggir selokan, lapangan, pematang sawah dan di tempat-tempat lainnya yang berbatu. Perkembangbiakan rumput bede di Indonesia sebenarnya sudah

tersebar luas, namun pengembangan secara budidaya dan secara ekonomis masih sangat terbatas dibandingkan dengan pengembangan rumput raja (king grass) dan rumput gajah (elephant grass) yang sudah dikenal lebih dahulu oleh petani peternak .


Rumput bede perlu dikembangkan dan dikelola dengan baik karena sebagai salah satu sumber penyediaan pakan ternak yang dapat menanggulangi kekurangan pakan ternak pada musim kemarau yang merupakan
masalah bagi petani peternak .


Keistimewaan rumput ini adalah tahan hidup di musim kemarau (tahan kering), selain itu karena mempunyai perakaran yang sangat kuat dan cepat menutup tanah sehingga dapat mengurangi erosi (Siregar, 1987). Oleh karena itu jenis rumput ini dapat ditanam di lahan yang terlantar yang umumnya daerahnya kering dan sering memiliki kemiringan yang terjal, sehingga erosi tanah merupakan masalah utama . Rumput ini juga memiliki nilai palatabilitas yang cukup bagi ternak ruminansia (L't Mannne tje dan Jones, 1992) . 

Rumput BD, Brachiaria decumbens

Klasifikasi Rumput Signal/BD
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledoneae
Ordo : Graminales
Family : Graminaea
Genus : Brachiaria
Species : Brachiaria Decumbens


Tanaman Rumput Brachiaria Decumbens atau disebut juga Rumput Signal biasanya ditanam untuk padang penggembalaan permanen, tetapi juga ditanam atau dikonservasi pada sistem potong angkut oleh peternak kecil. Ditanam sebagai penutup tanah yang digembalai pada perkebunan dan memberi penutup yang baik untuk menahan erosi pada daerah yang miring. Digunakan pada sistem padi dataran tinggi di sabana Colombia. Dapat memberikan padang penggembalaan penutup untuk mengontrol Chromolaena odorata di Cina.


Ciri-Ciri rumput BD
Tumbuh rendah, tegak atau menjalar, membentuk rizoma dan tanaman tahunan berstolon dengan daun berbulu sedang dan berwarna hijau terang, lebar 7-20 m, dan panjang 5-25 cm. Daun tumbuh dari stolon yang merambat yang berakar pada buku-bukunya. Daun pedang lanceolate. Tanda khusus kepala biji dengan 2-7 tandan, panjang 1-5 cm, ditunjang suatu axis dengan panjang sekitar 10 cm.

Cara Menghitung Produksi dan Kebutuhan Bibit Rumput BD
Sebagai contoh, luas tanaman rumput BD yang disediakan sebagai sumber bibit seluas satu hektar. Rumput BD diharapkan dapat memberikan hasil bibit dalam bentuk pols dan biji. Dari luas lahan tersebut perkiraan produksi bibit dalam bentuk pols adalah sebanyak 1.500.000 plos. Perhitungan ketersediaan bibit BD dalam bentuk pols adalah dengan menghitung jumlah pols yang dapat diperoleh dari luas 1 m2, dimana dari luas 1 m2 tanaman BD dapat diperoleh bibit BD sebanyak 150 pols. Dengan demikian jumlah produksi bibit BD yang dapat diproduksi adalah 1 ha x 10.000 m2 x 150 pols = 1.500.000 pols

Panduan Praktis Cara Menanam dan Budidaya Rumput BeDe

Persiapan Pengolahan tanah
Pada prinsipnya pengolahan tanah sama seperti persiapan untuk penanaman rumput unggul lainnya . Tanah dicangkul 1-2 kali tergantung keadaan tanah dengan kedalaman 20-30 cm, lalu diratakan (Soegiri dkk .
1980). 

Apabila tanahnya luas dan lahan olahannya datar dapat dilakukan secara mekanis yaitu dengan cara menggunakan traktor tangan, kemudian tanah dibersihkan dari sisa tanaman yang tidak berguna (gulma) .

Pemilihan bibit
Pemilihan bibit adalah faktor yang sangat penting dan menentukan dalam budidaya rumput bede . Bibit yang digunakan harus sesuai dengan lingkungan setempat dan mudah dikembangkan serta dikelola, agar diperoleh
mutu dan produksi yang balk. Rumput bede dapat diperbanyak dan dikembangbiakan dengan pots (anakan) atau biji . Penggunaan pots (anakan) lebih baik karena disamping cepat tumbuh, juga cepat menyebar dan resiko kematian di lapangan lebih kecil 
.
Pada penanaman rumput dengan pots dipilih tanaman yang sehat, mempunyai banyak akar dan calon anakan baru (bagian tepi) . Selain itu bagian ujung vegetatifnya harus dipotong. Hal ini dimaksudkan agar tanaman
baru tersebut tidak tertampau banyak penguapan atau menghindari pelayuan .

Waktu dan cara tanam
Waktu tanam yang balk adalah awal musim hujan atau pertengahan musim hujan, karena pertumbuhan awal tanaman rumput bede membutuhkan air lebih banyak. Pada penanaman dengan pots sebelum bibit ditanam di lapangan, bagian atas pots harus dipotong terlebih dahulu dan disisakan kirakira 15-20 cm . Akar pots yang terlalu panjang dapat dipotong untuk memudahkan penanaman. Buat lubang tanam sedalam 10-15 cm, lalu dimasukan bibit bede (2-3 batang setiap lubang) dengan posisi tegak lurus, kemudian ditutup dengan tanah bekas membuat lubang tanam (tanah lapisan atas berada di bawah dan sebaliknya) hal ini dilakukan karena lapisan atas Iebih subur, gembur dan banyak mengandung kompos yang penting bagi hara
tanaman.

Cara tanam atau sistem tanam pada rumput bede dapat dilakukan dengan cara tunggal (rumput bede seluruhnya), campuran (rumput bede dengan legum herba dan sistem Iorong/alley cropping (rumput bede dengan legume pohon) .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman rumput bede dengan kaliandra produksi tertinggi dicapai pada jarak 6 m (1550,76 gr) dan 2 m (1470,83 gr). Pada penanaman rumput bede dengan glirisidia produksi tertinggi dicapai pada jarak 2 m (1395,84 gr) dan 4(1) m (1364,34 gr).

Sedangkan pada penanaman rumput bede dengan flemingia produksi tertinggi pada jarak 3 m (1119,45 gr) dan 2 m (1024,59 gr) . 

Jarak tanam dan sistem tanam
Jarak tanam yang sering digunakan untuk penaman rumput bede adalah : 30x30 cm atau 40x4Ocm (AKK, 1983)

Kebutuhan benih dan bibit tiap hektarnya adalah
• Menggunakan bibit pols, tergantung jarak tanam yang dipergunakan mencapai + 40.000 - 60.000 pols.
• Menggunakan biji/benih kira-kira 2-4 kg/ha . Per kilogram berat biji bede cv . Basilisk mengandung lebih kurang 450000 butir/kg .

Rumput bede dapat ditanam tunggal atau campuran dengan leguminosa herba . Jenis legum yang cocok (kompatibel) adalah Stylosanthes, Centrosema, Pueraria dan Desmodium heterophyllum (Skerman, 1990) .

Pemupukan
Tujuan pemupukan adalah memberikan zat hara makanan dalam tanah yang digunakan tanaman, untuk memperbaiki struktur 4anah, sehingga diharapkan akan meningkatkan produksi rumput baik kuantitas maupun kualitasnya .

Tanaman rumput bede sangat responsif terhadap pemupukan nitrogen, karena itu rumput bede membutuhkan pupuk yang mengandung unsur nitrogen banyak, baik dari pupuk organik (pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau) maupun pupuk inorganik/pupuk buatan (Urea, Zwavelziur Amoniak/ZA) .

Pemupukan dasar untuk rumput bede dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah . Dosis pemupukan disesuaikan dengan kesuburan tanah, karena penggunaan pupuk buatan yang terlalu tinggi akan meracuni tanah dan tanaman .

Dosis pemupukan untuk rumput bede yang sering digunakan adalah :
  • Pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha/th, diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah .
  • Pupuk Triple Super Posfat/TSP, KCL atau ZK (Zwalvelziur Kali) sebanyak 150-200 kg/ha/th, diberikan sebelum atau bersamaan tanam sebagai pupuk dasar.
  • Pemupukan dengan Urea sebanyak 250-300 kg/ha/th, diberikan setelah rumput berumur 2 minggu setelah tanam di lapangan.
  • Pemupukan lanjutan diberikan setiap selesai potong/defoliasi dengan pupuk urea sebanyak 50 kg/ha/potong dengan cara disebar atau dibenam dalam tanah.
Pemeliharaan Rumput Bede
Faktor pemeliharaan tanaman akan menentukan terhadap hasil produktivitas tanaman . Pada awal penanaman perlu dilakukan pemeliharaan yang intensif, terutama penyiangan . Setelah pertumbuhan merata, pemeliharaan rumput bede termasuk mudah karena setelah membentuk hamparan yang lebat dan menutup tanah bisa bersaing dengan gulma .


Waktu dan Cara Panen Rumput BD
Untuk menjamin pertumbuhan rumput bede yang optimal dengan kandungan gizi tinggi maka defoliasi atau panenan harus dilakukan pada periode yang tepat. Panenan pada rumput bede bisa dilakukan dengan
pemotongan atau penggembalaan ternak . Pemotongan atau penggembalaan pertama dapat dilakukan setelah
tanaman rumput bede berumur 2 bulan bila keadaan memungkinkan (cukup hujan) dengan tujuan untuk meratakan dan merangsang pertumbuhan akar tanaman . 

Pemotongan/penggembalaan berikutnya dilakukan setiap 5-6 minggu (40 hari) pada musim hujan, sedangkan musim kemarau diperpanjang sampai 8 minggu (60 hari) . Tinggi potong rumput bede biasanya 5-15 cm dari
permukaan tanah pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau biasanya lebih dari 15 cm dari permukaan tanah .

Dengan pengolahan tanah yang balk, pemupukan yang tepat serta interval potong yang cocok rumput bede dapat menghasilkan produksi segar 171 ton/ha/th dengan produksi kering 36,1 ton/ha/th dengan interval potong 6 minggu (Siregar, 1987) . Di Koronivia, daerah basah Fiji, menghasilkan 34,1 ton/ha/th bahan kering, sedangkan di kepulauan Solmon dicapai produksi bahan kering 30,0 tonlha/th (Skerman, 1990) .

Jika rumput ini dipergunakan sebagai rumput gembala, ternak dilepas saat rumput bede berumur 2 bulan setelah tanam di lapangan, setelah berumur 2 bulan biasanya akar rumput sudah cukup kuat sehingga Iebih tahan injakan dan renggutan . Penggembalaan selanjutnya dapat dilakukan setiap 40 had pada musim hujan dan 60 had pada musim kemarau . Di Colombia dengan penggembalaan sapi 2 ekor/ha pada rumput bede dapat menghasilkan pertambahan bobot badan 0,60 kg/hari (Crowder dkk ., 1970) .

Hasil analisis bahan kering rumput bede di Kenya menunjukkan persentase protein kasar 11,2, serat kasar 28,0, abu 9,9 . Di Indonesia lokasi Sumatera Utara persentase protein kasar 8,3 serat kasar 38,3 abu 10,6
(Batubara dan Manurung, 1990).

Catatan Penting Tentang Rumput BeDe
  • Brachiaria decumbens atau rumput bede sebagai pakan ternak yang mudah ditanam
  • Tahan terhadap renggutan dan injakan ternak
  • Tahan terhadap kekeringan tetapi tidak tahan genangan air
  • Selain sebagai pakan ternak dapat juga digunakan sebagai penahan erosi/penutup tanah pada tanah yang miring dan terjal
  • Rumput bede dapat ditanam dari dataran rendah hingga dataran tinggi
  • Rumput bede dapat ditanam secara tunggal, campuran dengan leguminosa herba dan campuran dengan legume pohon (sistem lorong)
  • Rumput bede disukai ternak ruminansia, balk ruminansia kecil maupun besar (palatabilitas cukup baik), merupakan bahan hay yang balk karena mempunyai batang kecil yang mudah menjadi kering dan Total Nutrisi Tercernanya cukup baik
  • Untuk memperoleh hasil hijauan rumput bede yang optimal baik kualitas maupun kuantitas maka perlu diadakan penelitian dan pembudidayaan rumput bede secara meluas seperti halnya pembudidayaan pada rumput gajah dan rumput raja yang sudah tersebar luas dan dikenal oleh petani peternak
Rumput BH, Brachiaria humidicola
 
Rumput BH, Brachiaria humidicola
Cara Menghitung Produksi dan Kebutuhan Bibit Rumput BH
Sebagai Contoh, luas tanaman rumput BH yang disediakan sebagai sumber bibit seluas 0,75 hektar. Rumput BH diharapkan dapat memberikan hasil bibit dalam bentuk pols dan biji. Dari luas lahan tersebut perkiraan produksi bibit dalam bentuk pols adalah sebanyak 1.125.000 pols. Perhitungan ketersediaan bibit BH dalam bentuk pols adalah dengan menghitung jumlah pols yang dapat diperoleh dari luas 1 m2, dimana dari luas 1 m2 tanaman BH dapat diperoleh bibit BH sebanyak 150 pols. Dengan demikian jumlah produksi bibit BH yang dapat diproduksi adalah 0,75 ha x 10.000 m2 x 150 pols = 1.125.000 pols. Untuk Cara Menanam dan Budidaya rumput BH idem dengan rumput Bede/Signal/BD.

Referensi:
bptuhpt.siborongborong.info
AKK. 1983 . Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah . Penerbit Kanisius .
Lokakarya Fungsional Non Peneliti 1997 Sebagai perbandingan produksi segar, komposisi kimia, dan Total Nutrisi Tercerna dari 5 priode pemotongan dengan interval potong 40 hari antara rumput bede dengan rumput gajah dapat dilihat pada Tabel 1, 2 dan 3.
Crowder, Chaverra and Lotero . 1970 . Animal Production . In Tropical grasses . Food and Agriculture Organization of the United Nation . Ed. P.J . Skerman and F. Riveros . Rome . 1990 .
Kismono, I. dan S. Susetyo. 1977 . Pengenalan Jenis Hijaun Tropika Penting .
Produksi Hijauan Makanan Ternak Untuk Sapi Perah . BPLPP . Lembang, Bandung . 1977.
Leo P. Batubara dan T. Manurung . 1990 . Evaluasi Beberapa Jenis Rumput Untuk Padang Penggembalaan Domba 1 . Produktivitas dan uji Palatabilitas beberapa jenis rumput lntroduksi . Dalam Ilmu Dan Peternakan Volume 4 No 1 Juni 1990. 4 (1) : Halaman 209-210 .

Tips Hari Ini
Jika Anda Menginginkan Harta Yang Berkah : Bersedekahlah dan Tunaikan Zakat 

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:32
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.