loading...

Potensi Budidaya dan Pengembangan Rumput Gajah Sebagai Hijauan Makanan Ternak Unggulan

Posted by

Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Rumput adalah salah satu penunjang usaha peternakan yang paling vital. Rumput berperan penting sebagai hijauan alami untuk ternak ruminansia besar (sapi dan kerbau) maupun kecil (kambing, domba, kelinci). Sebagian besar rumput adalah sumber serat kasar yang sangat diperlukan dalam proses penvernaan ternak ruminansia yang terdiri atas 4 perut. Salah satu rumput yang telah lama dikembangkan sebagai hijauan pakan ternak unggulan adalah rumput gajah. Banyak yang sudah mengenal apa itu rumput gajah, tetapi tidak ada salahnya jika kita menggali kembali potensi rumput gajah ini untuk dibudidayakan terutama oleh calon-calon peternak ataupun "new comer" dalam industri peternakan. Rumput Gajah merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan disukai ternak. Rumput ini berasal dari Afrika daerah tropik, perennial, dan dapat tumbuh setinggi 3-4,5 m dengan nama latin (Pennisetum purpureum). Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing. Panjang daun 16–90 cm dan lebar daun 8–35 mm, berbatang tebal dan keras serta dapat berbunga seperti es lilin.

Rumput Gajah
Rumput gajah tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak, dan terus menghasilkan anakan apabila dipangkas secara teratur. Pada lahan tumpang sari, rumput gajah dapat ditanam pada guludan-guludan sebagai pencegah longsor akibat erosi.
Rumput ini baik sebagai bahan silage dan sebagai rumput potongan ataupun gembala asal pertumbuhannya bias dipertahankan pendek-pendek.

Klasifikasi rumput gajah adalah :
  • Phylum : Spermatophyta
  • Sub phylum : Angiospermae
  • Class : Monocotyl
  • Ordo : Glumiflora
  • Family : Graminae
  • Sub Family : Panicoldea
  • Genus : Pennisetum
  • Spesies : Purpureum
Rumput gajah dapat hidup diberbagai tempat antara 0 – 3000 dpl, tahan lindungan dan butuh tanah yang subur. Curah hujan untuk pertumbuhan yang baik adalah 1000 mm/thn. Jenis tanah yang baik untuk mendukung pertumbuhan yang baik adalah struktur tanah ringan, sedang sampai berat. Tanaman ini agak toleran terhadap tanah asam dan alkalis serta bias tumbuh baik pada tanah yang asin. Penanaman rumput gajah dapat dilakukan secara monokultur ataupun interkultur dengan tanaman tahunan sehingga dapat diperoleh manfaat ganda.

Varietas rumput gajah
Rumput gajah mempunyai beberapa varietas, antara lain varietas afrika dan varietas hawai.
1. Varietas afrika, ditandai dengan batang dan daun yang kecil, tumbuh tegak, berbunga dan produksi lebih rendah jika dibandingkan dengan rumput varietas hawai.
2. Varietas hawai, ditandai dengan batang dan daun yang lebar, pertumbuhan rumpun sedikit menyebar, produksi cukup tinggi, dan berbunga.

Cara Menanam dan Budidaya Rumput Gajah
Rumput gajah dapat memperbanyak diri melalui biji, namun sebagai produksi tanam terlalu sulit. Rumput gajah lebih mudah ditanam dengan stek batang dari stolon. Bahan stek berasal dari batang yang sehat dan tua, dengan panjang stek 20 – 25 cm (2 – 3 ruas atau minimal 2 buku atau mata) dengan jarak tanam bervariasi 60 x 75 cm, 60 x 100 cm, 50 x 100 cm, 75 x 100 cm. Hal ini juga sangat ditentukan oleh kesuburan tanah. Pada tanah yang subur lebih baik jarak tanam diperlebar sebab pada umur beberapa bulan saja, tanaman akan banyak anakan dan cepat menutup tanah. 

Rumput pennisetum purpureum dapat ditanam bersama dengan jenis leguminose seperti Centrosema pubescens. Ingatlah bahwa jenis leguminose bias menambahkan nitrogen ke dalam tanah, karena adanya bakteri dalam bintil-bintil akar. Sedangkan rumput itu sendiri memerlukan nitrogen dari dalam tanah dengan jalan menghisap nitrat atau ammonia yang larut dalam air.

Sebagai bahan referensi bisa digunakan 17.000 bahan stek untuk lahan seluas 1 hektar untuk bibit yang berasal dari sobekan anakan sebaiknya berasal dari rumpun yang sehat, banyak mengandung akar dan calon anakan baru.

Pupuk P dan K diberikan 2 kali dalam setahun yaitu pada waktu pengolahan tanah dan 6 bulan kemudian dengan dosis masing-masing 200 kg DS dan 200 kg ZK per hektar nya. Pupuk N diberikan 200 kg. ZA/ha/tahun yang diberikan setiap kali setelah 2 – 4 kali pemotongan. Dapat juga digunakan pupuk kandang sebanyak 400 kw/ha/tahun.

Rumput gajah memiliki produksi biomassa tinggi, sekitar 40 ton / ha / tahun dan dapat dipanen 4-6 kali per tahun. Jika tanaman telah berumur 3 – 4 tahun, biasanya sudah tidak responsive lagi dan harus dilakukan peremajaan.

Masa Pemanenan Rumput Gajah
Panen pertama pada rumput gajah dapat di lakukan pada umur 50 – 60 hari setelah tanaman mencapai tinggi 1 m. Panen selanjutnya setiap 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau. Tinggi potongan dari permukaan tanah antara 10-15 cm. Produksi hijauan rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar/hektar/tahun. Alangkah lebih baik kalau sehabis pemanenan rumput gajah diberi pupuk, pupuk dapat berupa pupuk kimia (urea, npk, tsp/kcl) ataupun pupuk alami (kotoran kambing). Sehingga pertumbuhan rumput itu akan semakin bagus dikemudian hari.

Kandungan Gizi/Nutrisi
Kandungan rumput gajah terdiri atas; 19,9 % bahan kering (BK), 10,2 % protein kasar (PK), 1,6 % lemak, 34,2 % serat kasar, 11,7 % abu, dan 42,3 % bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).

Referensi:
Reksohadiprodjo, S. 1985. Produksi Hijauan Rumput dan Legum Pakan Tropik. Cetakan I. Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Sarwono, B. 1987. Macam-Macam Rumput Potong. Trubus, Jakarta.
Sutopo, L. 1985. Teknologi Benih. CV. Rajawali, JakartaLubis, D. A. 1992. Ilmu Makanan Ternak. PT Pembangunan, Jakarta.
LUDLOW, M.M. 1978. Light Relation in Pasture Plants. In: Plant Relations in Pastures. J. R. WILSON (Ed.). Melbourne: CSIRO. Pp: 35-39.
http://bbppkupang.net

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 04:35
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.