loading...

Panduan Singkat Cara dan Tips Bertanam Padi Sawah Yang Benar Agar Hasil Melimpah Bagi Pemula

Posted by

Cara Menanam Padi Di Sawah Secara Tepat dan Benar
Menanam Padi. Secara umum bagi para petani menanam padi adalah hal yang sudah sangat biasa dilakukan bahkan tanpa perlu berfikir dan belajar lagi mereka sudah otomatis "bisa" menanam padi disawah hasil belajar secara otodidak setiap hari. Hanya saja terkadang ada hal-hal penting yang terlewatkan saat melakukan penanaman padi disawah yang sebenarnya hal tersebut bahkan sangat penting untuk lebih meningkatkan hasil produksi padinya.  

Kegiatan Sehat yang Mengasyikkan, Menanam Padi di Sawah

Berikut beberapa hal penting yang mudah-mudahan saja sudah semua dilakukan oleh para petani kita, jika ada yang belum melakukan semoga bisa menjadi manfaat untuk meningkatkan produksi tanaman padinya. Langkah-langkah ini adalah langkah standar yang hampir semua sudah dijalani oleh para petani saat bercocok tanam padi yang coba dituliskan menjadi langkah sederhana dan menjadi catatan penting sehingga bisa bermanfaat bagi para pemula yang ingin bertani padi sawah.

Seleksi Bibit
Untuk mendapatkan kualitas dan hasil panen yang baik, bibit yang dipilih harus bibit yang baik dan bagus. Langkah penyeleksian dan pengolahan bibit ini adalah sebagai berikut:
a. Umur padi calon bibit di ambil yang betul-betul sudah matang dan tua
b. Masukkan air kedalam bejana seleksi dan tambahkan garam secukupnya.
c. Masukkan telur bebek kedalam air garam tadi. tunggu sampai telur bebek merapung.
d. Kemudian baru masukkan bibit yang sudah diseleksi tadi kedalam air garam tersebut.
e. beberapa diantara bibit tadi ada yang merapung, kemudian yang merapung itu tidak dipakai (dibuang).
f. Bibit yang tenggelam saja yang diambil

Menyemai Bibit
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu menentukan media tanam bibit atau persemaian bibit. Untuk persemaian bibit perlu diperhatikan beberpa hal antara lain :
a. Tanah yang diambil untuk menyemai bibit harus tanah yang lebih baik dan bagus
b. Untuk media semai bisa kita pakai baki, bejana yang luas dan datar, atau dibuatkan dari papan yang dialas dengan palstik.
c. Campur tanah yang sudah dipilih dengan pupuk kompos atau pukpuk kandang
d. Ratakan tanah di media semai kira-kira ketebalan 2 cm
e. Taburkan bibit yang sudah diseleksi dimedia semai
f. Jaga kelembaban semaian benih.
g. Tunggu sampai benih berumur 21 hari

Pengolahan Lahan/Sawah
Sementara kita menunggu bibit sampai berumur 21 hari lahan tempat tanam sudah harus dibereskan atau digarap sedemikian rupa sehingga nanti setelah benih siap tanam tidak terjadi kendala. Untuk pengolahan lahan tersebut sebagai berikut:
a. Sawah yang sudah selesai dipanen jerami atau daun padi bekas panen hendaknya jangan dibakar atau dibuang biarkan lapuk di sawah (lahan) karena ini isa dijadikan kompos.
b. Lahan sudah dibajak diratakan dan dipetak-petak agar kita lebih mudah mengontrol airnya.
c. Lahan diratakan dan usahakan air sawah itu hanya berada di petak artinya air lahan pecak-pecak (lacok-lacok=minang)
d. Garislah lahan dengan ukuran jarak garis 35 cm.
e. Dua hari sebelum tanam lahan di taburi pupuk sebaiknya pupuk yang dipakai adalah pupuk organik.

Cara Tanam
Setelah lahan siap tanam, maka bibit yang sudah berumur 21 hari siap di pindahkan ke lahan tanam. Untuk menanam padi caranya sebagai berikut:
a. Untuk bibit yang disemai dalam baki bisa baki langsung diangkat ke lahan siap tanam atau benih diangkat kelahan tanam dengan dicabut dahulu dari media semai (khusus untuk yang dicabut hati-hati jangan sampai padi yang menempel pada benih terlepas)
b. Tanam benih dilahan dengan jarak tanam 25 cm
c. Menanam benih jangan sampai dibenam seperti menanam benih ala konvensional.
d. Ambil benih yang padinya masih menempel dan cukup di letakkan diatas tanah dengan sedikit menggesekkan benih ketanah dan kemudian ditutup dengan tanah setunjuk jari.
e. Jaga media tanam jangan sampai digenang air.

Perawatan
Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal harus dilakukan perawatan yang intensif. Dan perawatan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan perawatan tanam padi yang sudah kita warisi dari nenek moyang terdahulu. Beberapa langkah perawatan yang perlu dilakukan:
a. Setelah padi berumur 15 hari setelah tanam semprot lah dengan pupuk organik atau pada saat umur antara 7 - 15 hari bisa dilakukan pemupukan dengan pupuk Urea dan TSP. Dosis Urea adalah 100 kg/Ha sedangkan TSP 50 kg/ha.
b. Umur 30 hari semprot lagi (pada usia ini padi sudah bisa diberi air yang agak banyak) atau dengan pupuk Urea dan Phonska dengan dosis Urea 50 kg/ha dan Phonska 100 kg/ha.
c. Umur 45 hari ulangi lagi penyemprotan atau dengan Pupuk Urea dan Za dengan dosis masing-masing 50 kg/ha.
f. Pertumbuhan padi yang baik dan bagus adalah untuk satu rumpun menghasilkan 45 sampai dengan 60 batang padi
g. Biasanya padi bisa menghasilkan anak sampai 100 batang, tetapi ukuran itu tidak menghasilkan panen yang maksimal karena akan berpengaruh kepada buah yang dihasilkan.
f. Setelah usia 2 bulan genangilah air sawah agar pertumbuhan anak padi tidak bertambah.

Masa Pemanenan

Hamparan Padi Menguning Siap Panen
Tanda-tanda padi sudah "masak" dan siap panen ada dua yang terpenting yaitu:
  • Warna bulir padi sudah menguning
  • Tangkai Bulir padi sudah menunduk sebagai tanda bahwa bulir sudah penuh terisi beras.
Panen bisa dilakukan dengan cara memotong tangkai bulir dan bisa juga dengan menyabit tanaman padi, kemudian padi dirontokkan pada mesin perontok gabah.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:05
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.