loading...

Menanam Padi Tidak Mesti Di Sawah, Bisa Di Polybag Atau Di Pot, Ini Caranya! Mudah dan Hemat Lahan

Posted by

Jika Sebelumnya di Agrobisnisinfo.com ini telah diulas tentang panduan singkat bertanaman padi di sawah, berikut coba ditampilkan satu alternatif lain dari yang lain tentang praktek bertanam padi sawah tetapi tidak di sawah yaitu di polybag atau bisa juga di pot, diember plastik bekas atau bahkan di kaleng cat bekas dengan ukuran tertentu. Jadi meskipun kita bukan petani padi dan tidak punya sawah sama sekali, kita juga bisa merasakan "asyiknya" bertanam padi dan juga memanen hasilnya.

Bertanam Padi di Polybag

Berikut langkah-langkah sederhana untuk mulai menanam padi di polibag atau wadah bekas lainnya.

Persiapan Persemaian
Bahan-bahan:
  • Polibag ukuran diameter 25-30 cm  / Pot / Ember Plastik Bekas / Kaleng Cat Bekas.
  • Campuran tanah dengan kompos  (Tanah sebaiknya diambil dari sawah atau dari tempat lain yang tidak banyak mengandung pasir). 
Cara:
  • Sebelum dimasukkan ke dalam polibag tanah dengan kompos diaduk merata dalam keadaan kering.
  • Polibag bisa diganti dengan wadah plastik bekas cat 5 kg atau ember. 
  • Bagian bawah dilubangi untuk drainase air.
  • Setelah polibag diisi media kemudian disiram dengan pupuk cair.
  • Seleksi benih yang bagus caranya dengan merendam benih dalam larutan garam, benih yang mengapung dibuang, benih yang tenggelam ditanam.

Cara Penanaman
Benih yang sudah dipilih tadi ditanam satu polibag satu benih yang diletakkan di tengah-tengah. Sediakan satu polibeg untuk menanam bibit cadangan sebagai penyulam jika ada bibit yang mati. Setelah satu minggu tinggi tanaman sudah mencapai 7-10 cm.

Penyirama atau Pengairan
Praktis bertanam padi di polibag tidak membutuhkan penggenangan. Namun tanah harus dijaga tetap lembab atau basah dan tidak boleh kering. Cara menyiram bisa menggunakan alat penyiram air. Waktu penyiraman dilakukan saat teduh di waktu pagi atau sore (seperti menyiram tanaman hias).

Metode PemupukanUntuk umur dan jadwal pemupukan bisa dilakukan dengan mengacu pada penanaman padi disawah tinggal dosis per polibagnya saja disesuaikan (umur pemupukan tanaman padi Silahkan Lihat dan Klik  DISINI) Sejak awal tanah dalam polibeg sebagai tempat pertumbuhan akar sudah mengandung pupuk organik yang berasal dari kompos. Selama pertumbuhan vegetatif tanah harus dipupuk juga untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pupuk yang digunakan bisa pupuk organik padat atau cair. Dosis pupuk bisa dilihat dilabel produk. Jika kondisi tanah awal kurang subur penggunaan urea atau pupuk majemuk NPK dianjurkan agar pertumbuhan bagus dan padi menghasilkan bulir yang berisi.

Pengendalian Penyakit dan Hama Padi
Pengendalian hama padi dalam polibag tidak akan terlalu sulit. Karena memang penanaman padinya skala kecil untuk pekarangan. Dianjurkan menggunakan pestisida nabati yaitu cairan pengendali hama yang dibuat dari bahan-bahan alami. Sebagai contoh, semut dan walang sangit bisa dikendalikan dengan menggunakan campuran bawang putih dan jahe yang dihaluskan.

Saat Panen dan Pemanenan
Ada dua ciri utama padi siap dipanen saat mencapai umur tertentu, tandanya yaitu:
  • Warna bulir padi sudah menguning
  • Tangkai bulir sudah benar-benar merunduk yang berarti bulir padi sudah terisi penuh

Lakukan panen jika tanda-tanda tersebut sudah terlihat disamping kita juga bisa menghitung dari umur tanam padi yang biasanya sudah ada standarnya untuk tiap jenis varietas padi. Hasil Panen Padi Plolybag, dalam satu pot dengan pemupukan optimal dapat menghasilkan sekurangnya 1 – 2 ons atau 100 – 200 gram gabah per polibag. Nah silahkan anda tanam berapa polybag sesuai keinginan dan ketersediaan luas pekarangan rumah anda, selamat mencoba dan rasakan "nikmatnya" panen bahan makanan pokok dari kebun pekarangan rumah sendiri agar kita juga bisa mendapat pelajaran betapa sabarnya petani menunggui tanamannya hari demi hari sampai siap panen. Semoga bermanfaat.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:08
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.