loading...

Macam dan Jenis Penyakit Utama Pada Pedet Sapi Potong, Cara Mencegah dan Mengobatinya

Posted by

Macam-macam Jenis Penyakit Yang Sering Menyerang Pedet
Penyakit Pada Pedet. Pada umumnya penyakit-penyakit pada anak sapi disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau karena tata laksana pemberian pakan (manajemen pakan) yang kurang baik. Biasanya penyakit yang sering menyerang anak sapi adalah septikemia akut, salesma dan radang paru-paru (Syarief dan Sumoprastowo, 1984). 



Sakit Diare (Mencret)

Penyakit yang sering ditemui pada pedet adalah diare. Diare pedet masih cukup menakutkan karena seringkali berakibat kematian. Menurut Kurniawan (2009), jika pedet kehilangan lebih dari 15% cairan tubuhnya, dia akan mengalami stress yang luar biasa dan mengakibatkan kematian. Dari sekian banyak sebab diare pada pedet, penanganan saat lahir, tidak adanya desinfeksi pusar dan sanitasi kandang pedet yang buruk adalah penyebab utamanya. 


Mikroorganisme Penyebab Diare.
  • E. coli atau berak putih. Mikroorganisme ini akan memproduksi racun yang membuat cairan berada dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Hal ini menyebabkan kejadian seperti diatas. Pada bedah mayat, yang sapi yang mati dari E. coli tidak menunjukkan tanda-tanda mempunyai infeksi.
  • Salmonella. Ini menyebabkan menjadi kotoran berwarna merah karena invasi pada dinding usus yang masuk ke jaringan, sehingga air dan makanan tidak dapat diserap. Salmonella yang menyerang akan menyebabkan keracunan darah dan kematian. 
  • Rotavirus dan Cryptosporidia. Biasanya bila pedet mengkonsumsi air susu yang masam. Mikroorganisme yang biasanya ada di usus akan meningkat pesat dalam susu asam ini, menghasilkan racun, sehingga usus bekerja lebih cepat dan menyebabkan diare. Air dalam makanan juga akan hilang.
Ada beberapa langkah untuk mengatasi diare pada pedet yaitu :
  • Memperbaiki cairan tubuh pedet dengan memberikan cairan elektrolit/oralit dan susu secara bergantian dan juga mengurangi konsumsi susu karena susu bisa menstimulasi bakteri ikutan. 
  • Memberikan antibiotik karena 80% diare disebabkan karena infeksi bakteri, kemudian menambahkan Vitamin C sebagai antistress. Jika pedet tidak mau makan, maka harus ditambah multivitamin dan antipiretik jika suhu badannya lebih dari 39,5 celsius. 
  • Memperbaiki kondisi kandang menjadi bersih dan kering karena kandang yang buruk sanitasi berpeluang memperparah infeksi. 
  • Segera pisahkan pedet yang terjangkit dengan pedet yang lain untuk mencegah penularan. 
  • Mengamati setiap saat kondisinya untuk memastikan pedet tetap aktif.
Penyakit Cacingan

Menurut Tuimin (2009), menyatakan bahwa Toxocara vitulorum, merupakan cacing askarid. Stadium dewasanya banyak dijumpai pada anak sapi (pedet). Akibat dari penyakit cacingan (toxocariasis) sangat menekan produktivitas ternak, berarti menjadi beban ekonomi bagi peternak secara berkepanjangan jika tidak dilakukan pengendalian.

Walaupun demikian penyakit parasit cacing khususnya cacing saluran pencernaan yang sering dijumpai pada pedet adalah gangguan parasit usus. Salah satu jenis parasit usus yang sering dilaporkan menyerang pedet muda adalah toxocariasis. Parasit cacing ini menimbulkan kerugian yang cukup besar, bahkan dapat mengakibatkan kematian pada pedet. Toxocariasis merupakan penyakit yang banyak ditemukan di negara tropik dengan kelembaban tinggi.

Upaya pengendaliannya menurut mereka sampai saat ini belum jelas, hal ini disebabkan belum adanya informasi tentang keadaan toxocariasis pada pedet. Tersedianya obat cacing, umumnya hanya berkhasiat terhadap stadium dewasa, kurang berkhasiat untuk stadium larva dan telur. 

Penyakit Radang paru-paru

Radang paru-paru adalah infeksi paru-paru dan telah menyebabkan banyak kematian. Cacing paru-paru merupakan penyebab dengan menginfeksi paru-paru. Pedet yang dapat bertahan radang paru-paru, memerlukan waktu lama untuk sembuh. Biasanya akan terjadi gangguan pertumbuhan dan produktifitas yang rendah saat telah mulai berproduksi (Thau, 2004).

Penyakit radang paru-paru bisa menyebabkan kematian pada anak sapi umur 3-8 minggu. Faktor-faktor penyebab penyakit radang paru-paru terletak pada manajemen pemeliharaan ternak yang tidak baik antara lain:

  • penempatan hewan selamanya dalam kandang saja, 
  • tempat yang lembab dan berdebu, 
  • ventilasi udara yang tidak baik, 
  • berbagi umur dalam satu kandang, 
  • penempatan ternak terlalu banyak dalam satu kandang, 
  • pedet yang tidak mendapatkan banyak kolostrum
Hal-hal diatas  merupakan faktor-faktor yang mendukung terjadinya radang paru-paru dalam suatu peternakan. Penyakit ini muncul karena adanya bakteri, virus, jamur, dan parasit (Yusmichad, 1995).

Gejala yang ditimbulkan apabila pedet terserang radang paru-paru adalah peset biasanya batuk-batuk, pernapasan cepat dan suhu badan naik hingga 39°C atau lebih, mata tidak bercahaya, nafsu makan hilang, bulu-bulu kasar dan kering, dan keluar cairan yang berbau dari lubang hidungnya.

Pencegahan paling penting adalah penyediaan lokasi pemeliharaan yang bersih hangat dan tidak lembab, sirkulasi yang baik, dan cukup mendapat sinar matahari. Pedet yang sakit sebaiknya dipindahkan dari yang sehat atau dibuat kandang tersendiri yang kering dan hangat. Pengobatan yang dapat dilakuakan adalah pemberian antibiotik sesuai dosis yang dianjurkan.


Penyakit Infeksi tali pusar
Disebabkan karena alat pemotong tali pusar tidak steril atau tali pusar tercemar oleh bakteri Streptoccus, Staphyloccus, Escherichia coli, atau Actinomyces necrophus.Biasanya menyerang ternak umur 2 sampai 7 bulan. 

Gejala :
Terjadi pembengkakan di sekitar pusar, apabila disentuh ternak akan kesakitan 

Pengobatan :
Pemberian antibiotika, sulfa dan pusar di kompres dengan larutan rivanol



Penyakit Bloat/ Kembung
Gas yang berlebih dalam rumen menekan diafragma dan sesak napas, dapat disebabkan oleh :
  • Pemberian leguminosa (kacang-kacangan) secara berlebihan. Daun legum yang mengandung kadar air dan protein yang tinggi menghasilkan asam-asam yang tidak mudah menguap seperti sitrat, malat dan suksinat. Asam-asam ini akan segera menurunkan pH rumen dalam waktu 30-60 menit pasca pemberian daun legum.
  • Pemberian rumput terlalu muda secara berlebihan atau karena tidak dilayukan.
  • Adanya sumbatan pada kerongkongan, selain itu bloat dapat juga terjadi pada ternak yang pergerakannya terbatas.
  • Merumput pada lahan yang baru dipupuk, makan buah terlalu banyak, memakan racun dan ubi atau tanaman sejenis yang dapat menahan keluarnya gas dari perut.
  • Konsentrat berlebihan
  • Kondisi ternak yg jelek
Gejala :
  • Ternak gelisah
  • Sulit bernapas
  • Perut sebelah kiri membesar, jika ditepuk keluar suara seperti bunyi drum
  • Masih ada gerak rumen
  • Mulut , mata kebiruan, kurang oksigen
  • sering berkemih/kencing dan mengejan
  • hidung kering
  • nafsu makan turun/tidak mau makan sama sekali
  • pada kasus yang berat akhirnya tidak dapat berdiri dan mati
Pengobatan :
  • Broom stick therapy
  • Meningkatkan air liur
  • Pemberian obat : minyak goreng, kayu putih, atsiri ditambah air hangat via oral
Penyakit Pot Belly/ perut rumput
Penyebab
Pedet umur dibawah 6 blan diberi rumput terlalu banyak, yaitu lebih dari 5kg /hari. Sedangkan, sistem pencernaannya belum sempurna atau belum bisa mencerna terlalu banyak serat kasar.

Gejala
Badan pedet kurus, tetapi perutnya besar
Tips Hari Ini
Jika anda saat ini sering sakit-sakitan : Berpuasalah...

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:29
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.