loading...

Keunggulan Cara Tanam Hidroponik Pada Tanaman Sayuran Seperti Cabe, Sawi, Kangkung dan Sayuran Lainnya

Posted by

Keunggulan Menanam Secara Hidroponik Untuk Aneka Sayuran
Penanaman berbagai jenis sayuran secara hidroponik saat ini sedang populer dimasyarakat, terutama dimasyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan luas untuk menanam sayuran secara konvensional dilahan atau disawah. Banyak teknik-teknik penanaman secara hidroponik yang bisa diterapkan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan juga biaya dan selera tentu saja.


Banyak keuntungan dan keunggulan yang bisa diperoleh dengan menanam secara hidroponik, meskipun juga ada sedikit kerugian atau kelemahannya. Beberapa keunggulan budidaya sistem hidroponik antara lain adalah:
  • Menghemat Lahan. Kepadatan tanaman per satuan luas dapat dilipatgandakan sehingga menghemat penggunaan lahan
  • Jaminan Kualitas Produk. Mutu produk (bentuk, ukuran, rasa, warna, kebersihan/higiene) dapat dijamin karena kebutuhan nutrient tanaman dipasok secara terkendali di dalam rumah kaca.
  • Kontinuitas supply / Produksi Kontinyu. Penanaman tanaman sayuran secara hidroponik tidak tergantung musim/waktu tanam dan panen dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pasar.
Ada 6 (enam) tipe dasar dari sistim hidroponik yaitu: 
  • Wick system, 
  • Water Culture System, 
  • Ebb dan Flow system, 
  • Drip System, 
  • NFT (Nutrien Film Technique)
  • Aeroponik. 
Pada sistim yang recovery, penggunaan pupuk dan air lebih efisien karena larutan yang mengalir keluar wadah akan digunakan kembali sementara pada sistem yang non-recovery tidak demikian. Jenis hidroponik dapat dibedakan dari media yang digunakan untuk tempat berdiri tegaknya tanaman. Media tersebut biasanya bebas dari unsur hara (steril), sementara itu pasokan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dialirkan ke dalam media tersebut melalui pipa atau disiramkan secara manual. Media tanam tersebut dapat berupa kerikil, pasir, gabus, arang, zeolit, atau tanpa media agregat (hanya air).

Drip irigation ( irigasi tetes) dewasa ini sangat banyak digunakan karena dianggap lebih efektif dalam menghemat air dan pupuk. Dalam sistem ini air diberikan tetes demi tetes sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga kecil sekali air yang terbuang. Walaupun peralatan untuk sistim ini agak rumit dan mahal, tetapi hasil yang diperoleh dan manfaatnya jauh lebih besar serta dapat dipakai berulang kali.
Kelemahan sistem penanaman secara hidroponik adalah membutuhkan biaya awal yang cukup besar juga pemeliharaan yang lebih intens dalam pengontrolan ketersediaan air bagi tanaman, karena jika sampai kekurangan air maka tanaman akan cepat sekali layu dan bisa mati.

Sejarah Singkat Lahirnya Sistem Penanaman Secara Hidroponik
Sejarah  bertanam secara hidroponik sebenarnya telah dimulai ribuan tahun yang lalu. Diceritakan, ada taman gantung di Babilon dan taman terapung di Cina yang bisa disebut sebagai contoh Hidroponik. Lebih lanjut diceritakanpula, di Mesir, India dan Cina, manusia purba sudah kerap menggunakan larutan pupuk organik untuk memupuk semangka, mentimun dan sayuran lainnya dalam bedengan pasir di tepi sungai. Cara bertanam seperti ini kemudian disebut river bed cuultivation. 

Ilustrasi Taman Gantung di Babylonia

Ketika ahli patologis tanaman menggunakan nutrien khusus untuk media tanam muncullah istilah nutri culture. Setelah itu, bermunculan istilah water culture, solution culture dan gravel bed culture untuk menyebutkan hasil percobaan mereka yang menanam sesuatu tanpa menggunakan tanah sebagai medianya. Terakhir pada tahun 1936 istilah hidroponik lahir, istilah ini diberikan untuk hasil dari Dr. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California, USA, berupa tanaman tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya. 

Sejak itu, hidroponik yang berarti hydros adalah air dan ponics untuk menyebut pengerjaan atau bercocok tanam, dinobatkan untuk menyebut segala aktivitas bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya. Gericke ini menjadi sensasi saat itu, foto dan riwayat kerjanya menjadi headline surat kabar, bahkan ia sempat dinobatkan menjadi orang berjasa abad 20.

Saat ini hidroponik tidak lagi sebatas skala laboratorium, tetapi dengan teknik yang sederhana dapat diterapkan oleh siapa saja termasuk ibu rumah tangga. Jepang yang kalah dari sekutu dan tanahnya tandus akibat bom atom, pada tahun 1950 secara gencar menerapkan hidroponik. Kemudian negara lain seperti irak, Bahrain dan negara-negara penghasil minyak yang tanahnya berupa gurun pasir dan tandus pun ikut menerapkan hidroponik.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:00
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.