loading...

Kentut: Sederhana tapi Penting untuk diketahui, ini penyebab kentut

Posted by

Kentut atau buang gas adalah kondisi yang pasti dialami oleh semua orang. Gas yang dikeluarkan sebenarnya berasal dari sepanjang jalur usus besar sebagai bagian akhir dari sistem pencernaan. Selain kentut, hasil akhir dari adanya gas di dalam sistem pencernaan adalah sendawa.

Kenapa Bisa Terjadi Kentut?

Tiap orang pasti pernah mengalami kentut, namun dengan frekuensi yang berbeda-beda. Kentut sendiri bisa terjadi karena beberapa hal berikut:

Bakteri usus

Salah satu penyebab munculnya gas di dalam sistem pencernaan adalah hasil kerja bakteri dalam menguraikan sisa-sisa makanan yang belum tercerna secara sempurna.

Saat menguraikan sisa-sisa makanan, bakteri akan menghasilkan gas-ga sseperti hidrogen sulfida, oksigen, nitrogen, karbon dioksida, dan metana. Gas inilah yang kemudian keluar melalui anus.

Menelan udara

Tiap saat, tubuh biasa menelan udara, misalnyadiperoleh dari mengunyah makanan hingga merokok. Mengunyah permen karet juga berperan kepada masuknya udara ke perut.

Selain itu, beberapa kondisi medis lainnya, seperti sakit maag, bisa membuat seseorang mau tidak mau menelan udara. Hal ini adalah reaksi alami untuk menurunkan asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Proses pencernaan terganggu

Buruknya sistem pencernaan atau proses mencerna makanan akan menyebabkan makin banyak sisa makanan yang mencapai usus. Jika sampai di tempat ini, maka bakteri usus akan menguraikannya. Proses penguraian tersebut akan menghasilkan gas.

Mengunyah makanan terburu-buru bisa membuat makanan tidak tercerna maksimal sehingga menghasilkan banyak sisa makanan. beberapa kondisi medis lain, seperti intoleransi laktosa, insufisiensi pankreas, dan penyakit celiac bisa membuat pencernaan menjadi tidak optimal sehingga terjadi penumpukan gas.

Makanan yang Dapat Memperparah Kentut

Meski pencernaan Anda bekerja dengan baik, kentut dengan frekuensi berlebihan tetap bisa terjadi. Hal ini biasanya terkait dengan jenis makanan yang masuk ke tubuh.

Agar kentut tidak terlalu sering menginterupsi kegiatan penting Anda, maka hindarilah atau kurangilah konsumsi beberapa makanan dengan kandungan berikut ini.

Sorbitol

Ada beberapa jenis buah yang mengandung sorbitol. Gula jenis ini lebih lambat untuk dicerna oleh tubuh dan sisa-sisa dari sorbitol biasanya dijadikan bahan fermentasi oleh bakteri usus. Proses fermentasi inilah yang kemudian memproduksi gas hidrogen di dalam tubuh.

Beberapa buah-buahan yang mengandung sorbitol, antara lain apel, pir, plum, dan persik. Sebagian makanan juga banyak yang dibubuhi sorbitol sebagai pemanis alami, seperti permen karet dan permen biasa.

Fruktosa dan rafinosa

Selain sorbitol, jenis gula yang bisa menyebabkan munculnya gas berlebih di dalam usus besar adalah fruktosa dan rafinosa. Keduanya termasuk jenis gula kompleks yang termasuk sulit untuk dicerna tubuh dan dapat ditemukan dalam sayuran.

Sebagian sayuran yang mengandung gula jenis ini, misalnya bawang yang kaya akan fruktosa, sementara kubis, brokoli, dan asparagus banyak mengandung rafinosa.

Selain beberapa sayuran, rafinosa juga bisa ditemukan dalam beberapa jenis kacang-kacangan. Selain mengandung rafinosa, kacang-kacangan juga mengandung serat larut. Serat jenis ini larut di dalam air dan proses pencernaan di dalam usus terbilang lambat. Karena lama di usus inilah yang menyebabkan produksi gas bisa meningkat.

Fruktosa juga bisa ditemukan dalam minuman berkarbonasi sebagai pemanis. Selain mengandung fruktosa kandungan karbonasi di dalamnya yang banyak mengandung udara sehingga wajar menimbulkan produksi gas berlebih.

Karbohidrat

Beberapa jenis makanan berbahan tepung biasanya berkarbohidrat tinggi. Kandungan karbohidrat yang tinggi dalam makanan akan menghasilkan banyak gas selama proses pencernaan. Beberapa makananberbahan tepung yang kaya karbohidrat, seperti roti, sereal, dan pasta, termasuk yang sering menyebabkan gas berlebih. Makanan berkarbohidrat lainnya yang bisa menyebabkan gas berlebih adalah jagung dan kentang. Walau berkarbohidrat tinggi, nasi tidak menyebabkan gas berlebihan dalam sistem pencernaan.

Laktosa

Semua produk susu bisa menyebabkan produksi gas berlebih karena mengandung laktosa. Sebagaimana gula kompleks lainnya, laktosa juga lambat saat dicerna, terutama jika tubuh kekurangan enzim laktosa.

Beberapa makanan kaya akan laktosa adalah keju, es krim, dan semua makanan yang mengandung susu. Jika Anda memiliki kondisi intoleran terhadap laktosa, jauhi jenis produk susu tersebut.

Bagaimana Cara Mengurangi Kentut?

Selain menghindari makanan yang bisa menyebabkan produksi gas berlebih, beberapa tindakan berikut ini bisa mengurangi frekuensi kentut sehingga Anda terhindar dari hal memalukan dan mengganggu.

Makan secara perlahan-lahan

Mengunyah makanan dengan perlahan-lahan dapat mengurangi banyaknya udara yang masuk ke dalam sistem pencernaan tubuh. Mengunyah dengan pelan juga membuat makanan menjadi lebih lembut sehingga lebih mudah dicerna secara sempurna.

Olahraga

Berolahraga tentu saja sangat baik dalam memperbaiki metabolisme tubuh, termasuk sistem pencernaan. Bergerak sesudah makan juga membantu menjadikan sistem pencernaan lebih aktif.

Menghindari makanan yang memicu produksi gas berlebih dan melakukan tindakan pencegahan di atas bukan saja membuat aktivitas tidak terganggu oleh kentut, namun juga membuat pencernaan Anda menjadi nyaman.

Sumber alodokter.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 15:22

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.