loading...

Hormat Bendera: Inilah Peraturan Resmi Yang Membuat Wakil Presiden JK Tidak Hormat Saat Pengibaran Merah Putih

Posted by

Inilah Peraturan Mengenai Hormat Bendera Yang Berlaku Untuk Warga Sipil 

Tidak ada kewajiban warga sipil untuk hormat bendera dengan mengangkat tangan ala militer. Wakil Presiden Jusuf Kalla alias Pak JK menjadi pembicaraan publik dunia maya Senin (17/8) siang tadi.
Sosok pria berkacamata plus kumis tipis itu, tertangkap oleh sejumlah netizen tak memberikan hormat saat pengibaran bendera Merah Putih dalam upacara peringatan HUT ke-70 RI di Istana Negara, Jakarta.
Pak JK pun kemudian jadi trending topic, bahkan dalam sejumlah kicauan menjurus ke arah mem-bully.
Namun dari beragam komentar miring, ada juga yang mencoba menguak alasan Pak JK tak mengangkat dan meletakkan tangannya di bagian kepala.

"Gara-gara pak JK ngga hormat ke sang merah putih sampe masuk trending topic, padahal pak JK nggak salah," tulis ayen tjhia di akun @ayen166.
Ayen juga melampirkan rekomendasi dari path yang menjelaskan bahwa di UU Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan lagu kebangsaan tahun 2009, tidak ada kewajiban untuk hormat ala milite, cukup berdiri tegak dengan sikap khidmat.

Ditambahkannya, dalam sebuah PP, bagi mereka yang tidak berseragam, maka sikap hormat pada saat pengibaran Sang Merah Putih adalah meluruskan lengan ke bawah sambil menghadap muka kepada bendera.

Sipil Memang Tidak Wajib Hormat Bendera Ala Militer


Kenapa Presiden Jokowi hormat ala militer? Ya, karena Jokowi adalah inspektur upacara. Dari penjelasan Ayen, Pak JK memang tak salah.


Sipil Memang Tidak Wajib Hormat Bendera Ala Militer
Masyarakat heboh karena Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) yang tidak hormat saat upacara HUT ke-70 RI di Istana Merdeka, Senin(17/8/2015) pagi. Ternyata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), juga hadir dalam upacara itu. Penjelasan darinya, tak semua yang mengikuti upacara tersebut wajib hormat saat sang merah putih dikibarkan.

"Memang itu, secara protokoler macam-macam. Saya juga tanya, saya perlu hormat nggak? Katanya nggak perlu, kecuali militer atau kita berada di depan presiden, itu perlu," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2015).

Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur ini, menjelaskan untuk yang posisinya di samping dan belakang presiden itu, memang tak perlu hormat. "Nah ini soal protokoler. Ini soal hormat yang terbuka begitu kan. Saya juga bingung tadi, hormat apa nggak. Terus pas saya tanya nggak perlu katanya. Kita di belakang presiden jadi nggak perlu," jelas pria berusia 49 tahun ini.

Ini Peraturan Resminya Cara Hormat Bendera
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, Pasal 20, pada waktu upacara penaikan atau penurunan bendera kebangsaan, semua orang yang hadir harus memberi hormat dengan berdiri tegak, berdiam diri, sambil menghadapkan muka kepada bendera sampai upacara selesai.

Mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan oleh organisasinya. Tetapi, mereka yang tidak berpakaian seragam, cukup memberi hormat dengan meluruskan lengan ke bawah dan melekatkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang semua jenis penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi-wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.

Sumber:
tribunnews.com
Jpnn.com 
metrotvnews.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:13
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.