loading...

Hama Penggerek Batang Tebu Raksasa Menurunkan Rendemen Tebu Bahkan Bisa mematikan Tanaman Tebu

Posted by

Hama Penggerek Batang Raksasa (Pragmataesia castaneae Hubner) telah ada di Sumatera Utara sejak Tahun 1977 yang ditemukan di Perkebunan Tebu khususnya di PTPN II.



Serangan hama ini menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas tebu karena  menyebabkan kerugian dan kehilangan hasil gula yang cukup tinggi yaitu sekitar 15%. Tingginya intensitas serangan hama ini pula yang menjadi salah satu faktor penyebab turunnya produktivitas rata-rata tebu giling PTPN II dari 70 ton/ha menjadi hanya 40 ton/hektar.

Akibat serangan Penggerek Batang Raksasa (PBR) terjadi penurunan bobot tebu atau rendemen karena kerusakan pada ruas batang, bahkan batang tebu bisa mati  dan tidak dapat digiling. Kerugian gula akibat serangan hama ini ditentukan oleh jarak waktu antara saat penyerangan dan saat tebang.
Kehilangan rendemen dapat mencapai 50 % jika menyerang tanaman tebu umur 4-5 bulan dan 4-15 % pada tebu yang berumur 10 bulan.

Berdasarkan Kepmentan No. 38/Kpts/HK.060/1/2006 tanggal 27 Januari 2006,Phragmataecia castaneae memiliki status sebagai OPTK A2.

Hama PBR termasuk ordo Lepidoptera, sama dengan hama penggerek pucuk dan batang, namun hama ini termasuk kelompok famili yang berbeda yaitu Cossidae.
Pada serangan berat, bagian dalam batang tebu hancur dimakan oleh larva PBR. Larva masuk ke dalam batang dengan membuat lorong gerekan dari pelepah daun. Panjang larva 35 mm dan pupa 22 mm.

Lebar sayap imago (ngengat) sekitar 27-50 mm, betina memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan dengan jantan. Sayap buffish-abu dengan bercak gelap. Betina memiliki abdomen yang sangat panjang, yang membentang jauh melampaui ujung sayap saat fase istirahat. Ngengat mulai berterbangan sekitar bulan Mei-Juli.



Agar penyebaran hama PBR tidak semakin meluas, perlu dilakukan eradikasi tanaman  dengan memanen tebu lebih awal yaitu sekitar umur 7-8 bulan. Tindakan ini dilakukan untuk memutus siklus hidup hama dan tidak terjadi kehilangan hasil yang lebih besar, karena tebu yang terserang masih dapat digiling meskipun kualitas rendemennya turun.
Pengendalian bisa juga dilakukan secara hayati dengan melepas musuh alami hama PBR yaitu parasitoid telur Tumidiclava sp. (Hymenoptera) dan parasitoid larva Sturmiopsis inferens (Diptera). Selain itu, penggunaan cendawan entomopatogen Beauveria bassiana dan Metarrhizium anisopliae juga cukup efektif dalam mengendalikan hama PBR.

Sanitasi Kebun juga perlu dilakukan dengan memusnahkan sumber inokulum berupa serasah daun kering, sisa batang dan pucuk tebu pasca tebangan, serta memusnahkan gelagah (Saccharum spontaneum) yang merupakan inang hama PBR.

Penggerek Batang Tebu Raksasa:
Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: 
Insecta
Ordo: 
Lepidoptera
Famili: 
Cossidae
Subfamili: 
Zeuzerinae
Genus: 
Phragmataecia
Spesies: 
P. castaneae

Referensi:
Penulis , Farriza Diyasti, SP. (Calon POPT Ahli Pertama) - http://ditjenbun.pertanian.go.id

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 00:16
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.