loading...

Fakta-fakta Penting Seputar Minyak Goreng, Mentega dan Margarin Yang Wajib Anda Ketahui

Posted by

Minyak Goreng. Produk satu ini telah menjadi kebutuhan vital masyarakat dan industri makanan di Indonesia bahkan dunia. Banyak produk minyak goreng dari berbagai merk beredar di pasaran. Mulai dari yang berkesan mewah dengan kemasan yang sangat baik dan rapi sampai yang ala kadarnya tanpa kemasan atau yang lebih dikenal sebagai minyak goreng curah. Secara mudah untuk membandingkan kualitas minyak goreng adalah dengan membandingkan kualitas minyak kemasan dengan minyak curah.



Salah satu keunggulan  minyak kemasan adalah dalam udara yang dingin tidak akan mudah membeku, sedangkan minyak curah secara umumpasti membeku jika terkena udara dingin sedikit saja.

Minyak goreng dengan kadar lemak jenuh yang tinggi akan membeku jika terkena udara dingin, jadi jika kita membandingkan dua macam minyak kemasan tinggal dimasukkan ke dalam freezer dalam tempo tertentu kemudian bandingkan hasilnya, bandingkan dari keduanya mana yang paling banyak membeku. Maka yang paling banyak bagian yang beku berarti kualitasnya kurang bagus. Secara alami minyak sawit mengandung dua macam kadar asam, yaitu asam stearat yang banyak mengandung gugus asam jenuh yang mudah beku dan asam palmitat yang mengandung banyak kadar asam tak jenuh yang sukar membeku. Kedua bagian ini kemudian dipisahkan sehingga minyak gorengnya akan sedikit mengandung asam stearat.

Minyak goreng yang sedikit mengandung asam stearat ini tentunya akan lebih sulit membeku di temperatur yang dingin dan bagian ini dijual sebagai minyak goreng kemasan. Sisa dari hasil pemisahan ini adalah minyak curah yang sudah jelas mengandung banyak fat atau asam stearat ini.

Bagaimana dengan Mentega?
Pada industry mentega justru memanfaatkan asam stearat ini untuk membuat mentega karena sifatnya yang mudah beku, jadi sebenarnya mentega itu kurang baik buat kesehatan apalagi yang bermasalah dengan kolesterol jika dikonsumsi secara berlebihan.

Seperti halnya sifat minyak ini, bagi penderita kolesterol tinggi dan uric acid atau asam urat yang termasuk golongan penyakit rheumatic, mereka akan menderita jika temperatur udara terlalu dingin karena kolesterol dan asam urat akan membeku dalam jaringan tubuh dan membuat peredaran darah tidak lancar, yang efeknya menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Pengobatan penyakit inipun sampai sekarang bisa dikatakan masih kurang memuaskan karena tidak ada obat yang dapat melarutkan kandungan asam urat maupun kolesterol dalam darah dan menyaringnya secara langsung, sehingga kelebihan kandungan asam urat dan kolesterol ditimbun di otot otot tubuh yang kemudian menjadi nyeri jika kedinginan.

Gambaran sederhana pengertian jenuh dan tak jenuh apabila kita melarutkan gula dalam air, jika gula ditambahkan terus kedalam air yang ada di gelas lama lama gak mau larut lagi jika diaduk, nah keadaan ini disebut jenuh, air sudah jenuh mengandung gula sehingga gula gak mau larut lagi. Bagaimana dengan asam jenuh? berarti asam ini sudah gak bisa melarutkan sesuatu yang lain atau dengan kata lain tidak mau bereaksi lagi. Sebaliknya asam tak jenuh masih mau melarutkan senyawa lain atau masih mudah bereaksi dengan yang lain.

Jika asam jenuh banyak masuk ke dalam tubuh kita maka asam ini tidak bisa dilarutkan lagi ke dalam senyawa yang ada dalam tubuh kita sehingga tidak bisa dicerna dan bila terbawa dalam aliran darah maka tidak bisa disaring di ginjal, asam lemak ini akan mengendap dalam tubuh kita, maka timbul penyakit kolesterol. Sedangkan minyak dengan kadar asam tak jenuh masih bisa dicerna atau larut dalam senyawa tubuh dan diolah atau bisa dibuang dan jika terbawa dalam aliran darah akan bisa disaring di ginjal karena larut dalam air.

Plus Minus Minyak Goreng Yang Mengandung Asam Lemak Tak Jenuh dan Asam Lemak Jenuh
Ada hal baik dan tidak baiknya dengan minyak goreng yang mengandung asam tak jenuh ini, yang baiknya sudah diutarakan panjang lebar seperti diatas, tetapi hal jeleknya juga ada.

Asam lemak tak jenuh ini tentu lebih mudah bereaksi dengan senyawa lain dibandingkan dengan asam jenuh. Minyak goreng dengan kadar asam tak jenuh ini mudah bereaksi dengan oksigen diudara, maka akan mudah sekali teroksidasi atau rusak. Maka itu minyak goreng dengan kualitas tinggi tidak bagus buat menggoreng berulang kali, sedangkan minyak curah bisa lebih tahan untuk menggoreng berulang kali.

Jadi tidak boleh tanggung tanggung kalau mau hidup sehat ya sehat sekalian, pakai minyak goreng dengan kualitas tinggi dan sekali pakai terus buang, jangan dipakai lagi apalagi buat menggoreng besoknya lagi, jelas sudah teroksidasi. Reaksi minyak goreng dengan oksigen ini akan semakin cepat jika dipanaskan, jadi minyak yang panas akan semakin mudah teroksidasi.

Minyak Goreng Terbaik Adalah Minyak Kelapa
Untuk minyak Goreng, ternyata produk terbaik adalah Minyak Kelapa. Mengapa ia terbaik? Untuk minyak Non-Goreng, minyak kelapa masih dapat disaingi dan dikalahkan oleh Olive Oil. Sebagai minyak goreng, ia memiliki keunggulan, dimana pada temperatur tinggi [ketika digoreng], minyak ini memiliki sifat yang stabil walaupun dalam temperatur tinggi. Ia tidak cepat beralih rupa menjadi asam lemak atau Trans-Fat, karena lebih banyak mengandung apa yang disebutkan sebagai “medium-chain fatty acid [MCFA]. Minyak kelapa memiliki begitu banyak keunggulan bagi kesehatan. Salah satu keunggulan yang tidak selalu dimiliki minyak lain adalah kandungan Asam lauric [Lauric Acid] yang disebut sebagai pencegah serangan virus, bacteria, fungus dan mikrobakteria lainnya.
Minyak Zaitun atau Olive Oil yang unggul pada Minyak Non-Goreng, ternyata bila digunakan sebagai minyak goreng, akan berubah sifatnya pada temperatur yang tinggi. Memang tidak seburuk seperti Minyak Kelapa Sawit, namun tidak sebaik Minyak Kelapa.
Minyak terburuk untuk minyak goreng adalah yang berasal dari Margarine yang dibuat dari bahan baku Kelapa Sawit. Margarine ternyata memang dibuat dengan cara membuat minyak kelapa sawit menjadi jenuh dahulu agar menjadi padat. Caranya adalah dengan memanaskan minyak tadi hingga mencapai temperatur tinggi dan minyak berubah dari sifat cairnya menjadi padat. Margarine merupakan salah satu makanan yang paling tidak sehat didunia. Hal ini sedikit ironis, mengingat banyak pembuat roti atau kue, mengganti resepnya dari mentega menjadi margarine, dengan maksud untuk menghindari lemak hewani. Pada kenyataannya, margarine jauh lebih buruk daripada mentega. Dalam takaran yang tidak berlebihan, mentega ternyata masih cukup sehat.

Plus Minus Antara Mentega dan Margarine
Selama ini masih banyak masyarakat yang bingung ketika disuruh memilih margarin atau mentega. Bahkan ada yang menganggap keduanya sama. Sebenarnya keduanya berbeda. Untuk mengetahui perbedaan margarin dan mentega lebih jauh, simak ulasannya seperti dilansir Reader Digest Asia.

Margarin terbaik yang dibuat dengan minyak zaitun atau minyak bunga matahari. Margarin murah mengandung minyak sawit. Namun, baik teksturnya lembut atau keras, margarin tidak mengandung lemak sebanyak mentega, sekitar 80 persen dari keseluruhan.
Meskipun margarin tidak mengandung kolesterol, lemak trans di dalamnya bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat.
Mentega adalah produk alami, dengan tidak ada pengemulsi, zat pewarna atau bahan pengawet yang biasa digunakan dalam pembuatan margarin.

Tingginya jumlah lemak jenuh berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan beberapa kondisi, misalnya penyakit jantung. Meskipun mentega lebih tinggi lemak jenuhnya daripada margarin, jika Anda menggunakannya hanya sesekali dan hemat, tidak ada alasan untuk menggunakan mentega untuk diet Anda sepenuhnya. Konsumsi mentega yang tepat akan memberikan manfaat bagi tubuh karena kaya vitamin A, D dan E.
Menurut tim peneliti Harvard University, Amerika Serikat, margarin dan mentega adalah sumber lemak berkalori sama. Namun, mentega dianggap lebih baik karena mengandung lemak alami yang penting untuk kekuatan tulang. Mentega juga mengandung nutrisi lain untuk kesehatan tubuh.
Sedangkan margarin mengandung lemak jenuh yang dihasilkan ketika hidrogen dipanaskan sehingga minyak sayur mengeras. Suhu tinggi dalam proses produksi margarin ini berpotensi menghancurkan vitamin E dan nutrisi lainnya.

Margarin juga menggunakan zat pengeras dalam produksinya, semacam nikel dan cadmium. Nikel adalah logam beracun. Paparan nikel berlebih di dalam tubuh berisiko menyebabkan masalah pada paru-paru dan ginjal. Sedangkan cadmium merupakan zat beracun dari logam berat yang dapat menyebabkan penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi.

Selama ini, margarin sering diklaim sebagai lemak tak jenuh ganda mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 yang tak dihasilkan tubuh. Margarin juga dikata dapat membantu menekan kolesterol dalam darah dan melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular. Benarkah?

Tim peneliti Harvard University mengungkap, margarin justru mengandung asam lemak yang dapat meningkatkan risiko inflamasi, meningkatkan risiko serangan jantung, dan mengurangi harapan hidup. Konsumsi margarin secara berlebihan juga bisa memicu penyakit seperti colitis and arthritis.

Untuk itu, konsumsilah mentega dan margarin secara wajar. Asal tak berlebihan, tak masalah. Yang pasti, ketika dihadapkan dengan margarin dan mentega, kini Anda bisa memutuskan mana yang lebih sehat.



Perlu diketahui bahwa  tidak semua margarin sama, jadi bacalah kandungan produk margarin yang Anda pilih. Secara umum, margarin lembut atau cair lebih sehat daripada yang berbentuk padat. Kini bahkan ada margarin yang dibuat dari tanaman sterol, yang secara khusus diformulasikan untuk mengurangi kadar kolesterol darah.

Sterol ini bekerja dengan mengurangi penyerapan kolesterol dari usus Anda. Mereka mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan yang dikonsumsi serta mengurangi penyerapan kolesterol dibuat oleh hati, dan disekresikan ke dalam usus melalui empedu.

Seperti dilansir dari Bodyandsoul, jika Anda secara teratur mengonsumsi 2 - 3g sterol per hari (seperti sterol Pro-Activ atau Logicol) Anda dapat mengurangi tingkat kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah 10 sampai 15 persen. Bagi sebagian orang, perubahan diet dan gaya hidup (termasuk penggunaan sterol) saja sudah cukup untuk mengembalikan kolesterol ke tingkat yang lebih sehat. Sementara yang lain masih memerlukan obat penurun kolesterol.
Tips: Untuk Mengetahui Tingginya kandungan lemak jenuh pada minyak goreng, masukkan minyak goreng pada ruang pendingin (Kulkas), Semakin cepat minyak membeku berarti kandungan lemak jenuhnya semakin tinggi, silahkan dilakukan untuk test berbagai merk minyak goreng yang sering anda pakai. Semoga bermanfaat. 


Sumber:
Diolah dari berbagai sumber
www.kompasiana.com
www.merdeka.com
www.viva.co.id
www.okezone.com
www.bimbleonline.blogspot.com
www.wartakesehatan.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:34
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.