loading...

Antara Mafia Sapi, Import Daging dan Ancaman Hukuman Penimbun Daging

Posted by

Mencari Siapa Sebenarnya Mafia Daging Sapi
Gejolak harga daging di Indonesia semakin tidak jelas kapan akan berakhir, kebijakan-kebijakan pemerintah sepertinya belum bisa mengatasi atau meredam gejolak harga daging sapi yang di Jabodetabek masih berkutat diangka Rp 120.000 - Rp 140.000/Kg daging segar. Angka ini merupakan angka rekor harga daging tertinggi sepanjang tahun, padahal lebaran sudah lewat beberapa minggu tetapi harga daging tetap bertengger diatas. Apa sebenarnya yang salah? Apakah memang karena kurang sapi akibat import sapi BX Australia yang tiba-tiba dikurangi dengan sangat drastis. Bayangkan saja kuartal sebelumnya ijin import sapi BX sekitar 250.000 ekor dan tiba-tiba kuartal berikutnya hanyak keluar 50.000 ekor. Angka yang drastis ini entah bagaimana cara perhitungannya, yang jelas dengan angka sapi import yang hanya 50.000 ekor bisa dipastikan jika kandang-kandang feedlotter atau kandang penggemukan yang kapasitasnya belasan ribu sampai puluhan ribu ekor akan "kosong melompong" jika sapi-sapi yang ada dijual seperti saat ijin import masih 250.000 ekor.

Importir yang tidak "nakal" tentu akan memutar otak untuk mengisi kandangnya dengan sapi dan salah satu langkahnya adalah "berburu" bakalan sapi lokal dan ini tentu saja menjadi pemicu kenaikkan harga sapi lokal mengikuti naiknya harga sapi BX import akibat kuota yang terlalu minim sementara permintaan daging tetap tinggi. Gejolak harga sapi akan bisa semakin meruncing mengingat sebentar lagi ada moment Idul Adha atau hari Raya Qurban, dimana sapi-sapi berbagai ukuran dari yang kecil sampai yang super jumbo akan banyak dipotong untuk Qurban. Hal ini harus juga dipikirkan oleh pemerintah jika akan mengambil kebijakan seperti pembatasan import daging maupun sapi. Lalu siapa sebenarnya mafia sapi itu? Sampai artikel ini ditulis belum pernah ada satupun berita yang benar-benar menyebut si A atau si B sebagai mafia sapi. DPO baru bernama mafia sapi entah kapan bisa ditemukan.

Pembatasan Import dan Operasi Pasar Daging Sapi

Dikutip dari Jpnn.com, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan mendukung operasi pasar Bulog dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk meredam aksi mafia di balik meroketnya harga daging sapi.

"Operasi pasar oleh Bulog dan Kemendag akan membuat mafia daging sapi impor akan kehilangan potensi omzet triliunan rupiah. Sehingga mafia mulai melakukan rekayasa sehingga harga daging sapi menjadi melonjak. Ini harus diwaspadai oleh pemerintah khususnya Kemendag yang mempunyai wewenang menstabilkan harga," kata Heri di Jakarta, Selasa (11/8).


Siapa Sebenarnya Mafia Daging Sapi?
Politikus Gerindra itu sudah memiliki hitungan sederhana. Jika seekor sapi Australia ditambah pengepalan dan lain-lain mencapai Rp 10 juta, eksportir akan kehilangan omzet sebesar 270 ribu ekor dikurangi 50 ribu ekor dikali Rp 10 juta.

"Omszt importir akan hilang sekitar Rp 2,2 triliun setiap kuartalnya. Atau setiap tahunnya akan kehilangan omzet Rp 8,8 triliun. Ini merupakan angka yang fantastis, tidak heran jika hilangnya potensi omzet tersebut membuat mafia sapi impor menjadi gusar," jelas Heri.

"Para mafia itu sedang berusaha memainkan harga hingga mencapai angka tertinggi seperti sekarang. Karenanya saya setuju dengan Kemendag dan Bulog untuk melakukan intervensi melalui operasi pasar,” imbuh Heri.

Ancaman Hukuman Untuk Penimbun Daging Sapi

Kapolri Badrodin Haiti mengeluarkan warning bagi para mafia maupun penimbun daging. Badrodin menyatakan, pihaknya tak segan menghukum oknum yang mengeruk keuntungan pribadi.

"Sudah lakukan penelitian soal itu. Tentu kalau ada yang melanggar hukum kami tindak," ujar Badrodin di kantor kepresidenan, Jakarta, Senin (10/8).

Badrodin bakal menjerat penimbun daging dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. Para pelaku bisa dijerat dengan hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Selain itu, mafia maupun penimbun daging juga akan diganjar denda dalam jumlah besar. Berapa jumlahnya? Tahan napas Anda. Nominalnya mencapai Rp 100 miliar.

Di sisi lain, Badrodin juga heran dengan sikap para pedagang yang mempertanyakan harga daging.

"Mereka (pedagang) nuntut impor dibuka, nah kaitan sebetulnya apa? Kok pedagang yang mogok? Bukan importirnya yang ngamuk. Pedagang kan harusnya jual harga tinggi enggak ada masalah kan. Harusnya konsumen yang protes. Kenapa pedagang?" ujar Badrodin.

Badrodin menduga, ada pihak yang sengaja memprovokasi pedagang daging untuk mogok berjualan. "Bisa saja terjadi seperti itu (oknum). Pedagang kok kenapa tuntutannya importir dibuka," tegas Badrodin.

Target Harga Daging Sapi dari Pemerintah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, ada mafia di balik mahalnya harga daging saat ini. Ia merujuk harga daging sapi di negara lain yang bisa jauh di bawah Rp 100.000 per kilogram. Untuk itu, Presiden menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap oknum yang ‘bermain’ di balik tingginya harga daging sapi itu.

“Ada pihak yang sengaja menahan stok daging sehingga harganya melambung tinggi. Ini lagi kita telusuri,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan dalam laman berita Setkab seusai menghadiri pelantikan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB), di Hotel Grand Sahid Jakarta, Senin (10/8/2015) malam.

Presiden menjelaskan, stok daging sapi saat ini sebetulnya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun stok itu sengaja ditahan agar pemerintah tidak mengurangi volume impor yang selama ini telah dilakukan.

“Pertanyaan saya, kalau kita impor banyak, harga daging bisa turun menjadi Rp 100 atau Rp 90 ribu tidak?,” kata Jokowi seraya menyebutkan, kenyataannya harga daging sapi di Indonesia saat ini berkisar Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram. Padahal, di negara lain harganya hanya Rp 50 ribu.

Presiden Jokowi berjanji, akan menuntaskan permasalahan ini hingga ke akarnya. ”Saya nanti akan beli langsung, pemerintah akan beli langsung untuk membuktikan bahwa harga daging itu bisa lebih murah,” paparnya.

Presiden menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap oknum yang menimbun stok daging sapi. Ia mengingatkan, Indonesia adalah negara hukum, ada sanksi yang akan diberikan kepada oknum yang bermain di atas penderitaan rakyat.

“Ada undang-undang pangan, hati-hati,” tutur Jokowi.

Pemerintah, lanjut Presiden, menargetkan harga daging sapi di Indonesia kembali ke angka Rp 90.000 atau bahkan turun di bawah angka tersebut.

Sumber berita:
Tribunnews.com
Jpnn.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:01
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.