loading...

Alat-alat Perlengkapan Pendakian Gunung, Tips Praktis dan Persiapan Pendakian

Posted by

Olah Raga Mendaki Gunung, Tips Praktis, Peralatan dan Manajemen Pendakian 


Berikut tips mendaki gunung:

Pilih Barang yang Dapat Berfungsi Ganda
Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki gunung selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda, tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa. Contoh : Nesting (tempat memasak untuk tentara), bisa digunakan untuk memasak juga untuk tempat makan maupun menyimpan alat-alat mendaki. Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di ransel.

- Matras
Sebisa mungkin matras disimpan di dalam ransel jika akan pergi ke lokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak pendaki gunung yang lebih senang mengikatkan matras di luar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.

- Kantung Plastik
Selalu siapkan kantung plastik/ trash bag di dalam ransel anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun gunung, baju basah dan lain sebagainya. Dapat juga berfungsi untuk lapisan anti air bagi ransel. Atau dapat juga dimanfaatkan sebagai jas hujan saat darurat.

manajeman mendaki
Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang-barang di dalam ransel anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.
Ada baiknya sebelum memulai pendakian, Anda mencari informasi jalur dan angkutan serta info-info penting lainnya pada para pendaki yang pernah berkunjung kesana, karena hal itu akan sangat berguna untuk persiapan pendakian berkaitan dengan bujet (dana), alat dan perlengkapan yang akan dibawa, transportasi apa yang memungkinkan dan paling cepat, berapa lama anda akan menginap, serta makanan apa saja yang akan anda siapkan, berapa banyak air yang harus dibawa, dll. Hal itu sangat penting mengingat kita akan jauh dari fasilitas yang bisa kita dapatkan di perkotaan, sehingga jika terjadi hal-hal yang di luar kendali kita, paling tidak kita ada persiapan sebelumnya.

- Menyimpan Pakaian
Jika anda meragukan ransel yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda di dalam kantung plastik, gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab.
Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih.

- Menyimpan Makanan
Sebaiknya makanan dikelompokkan sesuai ketahanan/ awetnya makanan disimpan. Untuk makanan yang tidak terlalu tahan lama, sebaiknya dibungkus dengan rapat atau di tempatkan memakai perlakuan khusus. Pilihlah makanan yang bervariasi tetapi mudah dan cepat dalam penyajian. Untuk makanan kaleng ada baiknya tidak terlalu banyak, karena selain berat kita juga harus membawa turun lagi kalengnya setelah dikonsumsi, karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika dibuang sembarangan.

- Menyimpan Korek Api Batangan
Simpan korek api batangan anda di dalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.

Packing Barang / Menyusun Barang Di Ransel
Ada baiknya sebelum memulai pendakian, Anda mencari informasi jalur dan angkutan serta info-info penting lainnya pada para pendaki yang pernah berkunjung kesana, karena hal itu akan sangat berguna untuk persiapan pendakian berkaitan dengan bujet (dana), alat dan perlengkapan yang akan dibawa, transportasi apa yang memungkinkan dan paling cepat, berapa lama anda akan menginap, serta makanan apa saja yang akan anda siapkan, berapa banyak air yang harus dibawa, dll. Hal itu sangat penting mengingat kita akan jauh dari fasilitas yang bisa kita dapatkan di perkotaan, sehingga jika terjadi hal-hal yang di luar kendali kita, paling tidak kita ada persiapan sebelumnya.

- Cahaya / Lampu
Benda ini sifatnya sangat vital, tetapi kadang kurang diperhatikan. Ada baiknya kita membawa cadangan sumber cahaya di gunung. Bisa memakai senter ataupun penerangan konvensional semacam lilin ataupun lampu minyak. Hal ini dapat dipilih berdasarkan murah dan gampangnya bahan bakarnya didapatkan. Hal lain yang musti menjadi perhatian adalah, jika mengunakan penerangan berupa api harus mewaspadai keamanan dan tempatnya karena akan jadi mimpi buruk jika kita tidak berhati-hati dalam menjaganya. Sediakan pula dop dan baterai cadangan dan simpan di tempat yang mudah dijangkau, sehingga jika dibutuhkan sewaktu-waktu dapat segera ditemukan. Ada baiknya baterai bekas di bawa turun lagi, agar tidak menyebabkan polusi.

- Obat- obatan
Ada kalanya penting juga untuk membawa obat-obatan P3K, atau obat-obat pribadi dalam kantung atau tempat yang mudah terjangkau, karena jika kita mengalami keadaan yang darurat obat itu mudah untuk ditemukan semua orang.

- Jas Hujan
Perlengkapan satu ini mutlak dibawa walaupun tidak musim hujan, karena perlengkapan ini mempunyai banyak fungsi di gunung. Selain dipakai saat hujan tiba, jas hujan dapat juga digunakan sebagai tenda darurat (bivoak), alas tidur darurat, atap darurat, selimut darurat, juga bisa dipakai sebagai unsur penting tandu darurat. Jadi jangan sepelekan perlengkapan yang satu ini.

Minuman beralkohol
Sebaiknya tidak dibawa. Sering kali orang ditempat dingin membutuhkan minuman yang hangat, akan tetapi minuman beralkohol bukan pilihan yang tepat disana. Oleh karena minuman tersebut dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.

sumber: http://pancensondel.blogspot.com

Agar Tidak Cepat Lelah Saat Mendaki Gunung

1. Berdoa

Bedoa walaupun sulit dibuktikan secara ilmiah, namun berdoa sangat penting dilakukan saat anda mengawali segala aktivitas apapun, termasuk sebelum melakukan pendakian. Doa bisa membantu pikiran anda tetap positif dan membuat anda dalam keadaan beruntung. Jadi sebelum anda melakukan pendakian baiknya anda dan teman-teman anda melakukan doa bersama terlebih dahulu untuk keselamatan dan kelancaran selama perjalanan pendakian.

2. Melakukan perenggangan sebelum dan sesudah melakukan pendakian

Berolah raga secara rutin atau melakukan perenggangan  sebelum melakukan pendakian akan membantu memulihkan otot dengan cepat dan mencegah keram. Jika anda langsung melakukan pendakian tanpa pemanasan terlebih dahulu, bukan tidak mungkin ditengah perjalanan anda akan merasa pegal-pegal, badan terasa kaku dan keram sehingga sangat mengganggu perjalanan anda. Untuk menghindari ini baiknya anda jauh-jauh hari melakukan olah raga secara rutin atau setidaknya melakukan pemanasan sebelum melakukan pendakian.

3. Minum air secukupnya

Saat melakukan pendakian, tubuh melakukan aktivitas fisik yang membuat kekurangan cairan. Pendakian merupakan aktivitas fisik yang membakar kalori, walaupun udara terasa dingin, namun tubuh anda akan tetap mengeluarkan keringat. Aktivitas ini tentunya memicu dehidrasi dan kekurangan cairan. Kondisis seperti ini akan berakibat fatal jika di biarkan, namun banyak pendaki yang mengabaikan hal ini. Untuk mengurangi resiko anda mengalami dehidrasi, anda harus minum air secukupnya. Jika dihari biasa anda minum air sebanyak 2 liter, mungkin saat mendaki anda bisa minum 5-6 liter.

4. Lindungi kulit dari sinar Ultraviolet

Udara dipegunungan memang dingin dan sejuk, namun anda juga tidak boleh membiarkan kulitmu terkena sinarmatahari secara langsung. Sinarmatahari memang sehat namun jika anda mengabaikan hal ini, kulit anda bisa terbakar dan terasa perih. Selalu gunakan jaket dan celana panjang atau pakaian tertutup lainnya. Gunakan juga masker untuk melindungi bibir anda dari pecah-pecah.

5. Persiapan yang cukup

Udara di pegunungan sangat dingin, tentunya persiapan anda harus cukup dan memadahi. Tidak hanya udara dingin saja, namun cuaca buruk juga kerap menghantui para pendaki. Untuk itu anda harus benar-benar melakukan persiapan dan bekal yang cukup.

6. Jangan terlalu tergesa-gesa ingin cepat sampai puncak

Saat melakukan pendakian, kondisi udara tentunya jauh berbeda dengan yang ada di tempat tinggal kita. Tubuh akan melakukan penyesuaian, anda tidak boleh menganggap remeh hal ini, walaupun tidak kasat mata, namun jika tubuh anda tidak dapat melakukan penyesuaian secara sempurna, bukan tidak mungin anda akan terserang penyakit mountain sikness di atas gunung. Gejala mulai dari mual, lemas, tidak nafsu makan. Hal ini sangat berbahaya, karena jika di biarkan pendaki bisa kehilangan nyawa.

7. Selalu bawa obat-obatan

Tubuhmu berbeda dengan orang lain, kamu yang paling paham dengan keadaan tubuhmu, penyakit apa yang kamu derita dan obat apa yang kamu perlukan. Walaupun mungkin kamu tidak menderita penyakit apapun, bukan berarti kamu tidak perlu membawa obat-obatan. Ingat di dalam perjalan pendakian segala hal bisa terjadi seperti kecelakaan atau lain sebagainya, dan disana tidak ada dokter ataupun apotek. Jadi anda harus persiapkan obat dari rumah.
 
Sumber: http://beritatrendz.blogspot.com

Olah Raga Ringan Yang Cocok Untuk Pendaki Gunung
  • Lari. Olahraga murah meriah ini bisa kita lakukan di mana saja dan kapan saja. Asal jangan terlalu larut malam, apalagi sambil membawa banda orang. Target yang disasar dari olahraga lari ada 2, yaitu; stamina dan kekuatan kaki. Di mana, keduanya merupakan komponen fisik vital yang menjadi faktor penentu berhasil tidaknya seseorang saat melakukan kegiatan pendakian.
  • Jalan dengan beban. Selain sebagai alat bantu simulasi mendaki, latihan ini juga bertujuan untuk menguatkan sektor kaki serta tubuh bagian atas. Ia bisa dilakukan secara rutin. Boleh seminggu sekali, seminggu 2 kali, atau seminggu 3 kali. Berat bebannya boleh bervariasi, mulai dari 3 kg, 5 kg, 10 kg, 1 kuintal, 1 ton. Terserah. Itu hak kalian. Sekuatnya saja.
Saya sendiri, biasa latihan dengan menggendong beban seberat 10 kg sambil berjalan pelan selama 1-2 jam. Semakin berkontur jalur latihannya, semakin baik pula kualitas simulasinya.
  • Renang. Latihan ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kapasitas oksigen yang mampu kita hirup. Bila oksigen yang kita butuhkan semakin meningkat seiring level kedalaman yang dicapai saat melakukan kegiatan menyelam, begitu pun dengan kegiatan mendaki.
Semakin tinggi elevasi gunung yang didaki, semakin tipis pula kadar oksigen yang tersedia. Yang karenanya, tubuh kita akan membutuhkan lebih banyak asupan oksigen daripada biasanya. Dan renang berguna untuk mempersempit celah, antara pola kebutuhan oksigen di kota dengan di ketinggian.
  • Aklimatisasi. Secara umum, aklimatisasi berarti membiasakan diri dengan perubahan suhu, iklim, atau kondisi baru. Untuk aktifitas pendakian, latihan ini menempati urutan vital kedua setelah lari. Bagi kalian yang tinggal di daerah pegunungan, proses aklimatisasi ini mungkin tak lagi diperlukan. Namun bagi yang terbiasa tinggal di wilayah perkotaan atau dataran rendah, latihan ini sangat disarankan untuk dilakukan. Bagaimana caranya? Silahkan baca artikel sebelumnya.
Ada beberapa catatan yang perlu kalian pertimbangkan terkait proses aklimatisasi di lokasi pendakian nanti, yaitu; perbanyak minum, mendaki secara perlahan, hindari kafein dan nikotin, serta hentikan pendakian bila gejala altitude sickness—seperti; mual, muntah, pusing, hyperventilation (bernapas secara berlebihan dan dalam), limbung, dan lain sebagainya—tiba-tiba menyerang, sekecil apa pun itu.
  • Makan teratur dan istirahat cukup. Para pakar percaya, bahwa penyakit itu paling banyak diakibatkan dari pola hidup yang tidak sehat. Mulai dari mengkonsumsi minuman dan makanan yang tidak sehat, sampai pola tidur yang tak teratur.
Bila ukuran ‘latihan’ hanya sebatas pada aktifitas melatih otot dan membakar kalori saja, tentu poin terakhir ini tidak termasuk dalam kategori, bukan?
Tapi jangan salah. Melulu melatih otot dan membakar kalori tentu tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan proses recovery yang memadai. Baik recovery fisik mau pun mental.
Nah! Terkait memilih makan makanan yang sehat, sebenarnya kita bisa berguru pada binatang kambing. Ia rajin betul mengkonsumsi “sayur-sayuran hijau” dan selalu menghindari mengkonsumsi makan-makanan berkolesterol. Makanya mereka selalu sehat wal’afiat.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:36
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.