loading...

Teknik Cara Panen Buah Kakao Yang Sudah Matang Dengan Benar

Posted by

Cara Panen Buah Coklat Dengan Benar
Siapa yang tidak suka coklat? Hampir semua orang suka dengan makanan yang satu ini, tetapi ternyata hanya sedikit yang tahu seperti apa bentuk pohon dan buah coklat atau kakao ini. Coklat yang kita makan sehari-hari adalah sudah merupakan hasil olahan dari biji coklat yang dipanen dari pohon coklat yang sudah tua dan dipilih buah yang tidak terlalu masak. Buah yang dipetik umur 5 sampai 6 bulan dari berbunga, ditandai dengan perobahan warna (dari hijau menjadi kuning atau oren pada alur buah) buah yang telah dipetik dimasukkan kedalam karung dan dikumpulkan dekat kotak.



Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan kulit buah pada siang hari, pemecahan kulit buah dengan dipukul menggunakan batu hingga pecah. Saat panen perlu disiapkan kotak-kotak untuk penumpukan kulit buah. Panen dilakukan terhadap buah yang masak, tetapi jangan terlalu masak (matang pisiologis). Potong tangkai buah dengan menyisishkan 1/3 bagian tangkai buah. Panen yang dilakukan sampai pangkal buah akan merusak bantalan bunga, sehingga pembentukan bunga dan jika hal ini dilakukan terus-menerus, maka produksi buah akan menurun.

Teknik Pemanenan
  • Perhatikan buah yang matang panen, seperti tanda yang disebut di atas
  • Lakukan pemotong tangkai buah dengan menggunakan gunting atau pisau
  • Jangan melakukan panen dengan memelitir buah
  • Buah yang dipanen tidak buah yang masak saja, tetapi juga dipanen buah yang rusak dipanen binatang (tupai dan tikus) dan buah terserang penyakit.
Beberapa faktor penyebab mutu kakao beragam yang dihasilkan adalah minimnya sarana pengolahan, lemahnya pengawasan mutu, serta penerapan tekhnologi tahapan proses pengolahan biji kakao yang tidak berorientasi pada mutu.

Kriteria mutu biji kakao yang meliputi aspek fisik, cita rasa dan kebersihan serta aspek keragaman dan konsistensi sangat ditentukan oleh perlakuan pada setiap tahapan proses produksinya, tahapan proses pengolahan dan spesifikasi alat dan mesin yang digunakan menjasmin kepastian mutu harus didefenisikan secara jelas. Proses pengolahan buah kakao menentukan mutu produk mutu kakao, kriteria dalam ini terjadi pembentukan calaon cita rasa kakao dan pengurangan cita rasa yang tidak dikehendaki, misalnya rasa pahit dan sepet.

Pengolahan hasil Panen kakao

Pemeraman buah
- Pemeraman buah bertujuan memperoleh keseragaman kematangan buah serta memudahkan pengeluaran biji dari  buah kakao.
- Buah dimasukkan kedalam keranjang rotan atau sejenisnya,  disimpan ditempat yang dibersihkan dan beralaskan daun-daunan dan permukaan ditutup dengan daun-daunan.
- Pemeraman dilakukan ditempat yang teduh, serta lama pemeramannya 5 sampai 7 hari dengan satu kali pengadukkan.

Pemecahan buah
- Pemecahan atau pembelahan buah kakao dimaksudkan untuk mendapat biji kakao, pemecahan buah kakao dilakukan dengan cara hati-hati, agar tidak melukai atau merusak biji kakao.
- Pemecahan biji kakao dapat menggunakan pemukul kayu atau memukulkan buah satu dengan buah yang lainnya, harus dihindari kontak langsung biji kakao dengan benda-benda logam, karena dapat menyebabkan warna biji kakao menjadi kelabu.
- Biji kakao dikeluarkan lalu dimasukkan dalam ember plastic atau wadah lainnya yang bersih, sedang empulur yang melekat pada biji dibuang.

Fermentasi
Fermentasi dimaksudkan untuk memudahkan melepas kulit lender dari permukaan kulit biji, dan menghasilkan biji dengan mutu dan aroma yang baik, selain itu menghasilkan biji yang tahan terhadap hama dan jamur. Selama penyimpanan dan menghasilkan biji dengan warna yang cerah dan bersih. Wadah dan alat permentasi yang dibutuhkan yaitu :
  • Kotak permentasi terbuat dari papan yang tebal (2,5cm)
  • Keranjang bambo
  • Daun pisang
  • Karung goni

Perendaman dan pencucian biji
Tujuan perendaman dan pencucian adalah untuk menghentikan proses fermentasi dan memperbaiki kenampakan biji, sebelum penyucian dilakukan, perendaman ± 3 jam untuk meningkatkan jumlah biji bulat dengan kenampakan menarik dan warna coklat cerah.
Penyucian dapat dilakukan secara manual (dengan menggunakan tangan atau menggunakan mesin pencuci). Pencucian yang terlalu bersih, sehingga selaput lendirnya hilang sama sekali, selain menyebabkan kehilangan berat juga membuat kulit biji menjadi rapuh dan mudah terkeluapas. Umumnya biji kakao yang dicuci jenis Edel, sedangkan jenis bulk tergantung pada permintaan pasar.

Pengeringan biji
Tujuan pengeringan biji pada kakao diantaranya adalah :
1. Mengurangi kandungan air dalam biji kakao pada kadar air yang aman untuk penyimpanan (dari 55% sampai menjadi 6 atau 7%)
2. Mengurangi rasa pahit dan sepat pada biji kakao
3. Membentuk warna biji kakao menjadi warna coklat

Tips pengeringan biji kakao ;
  • Hindari di atas tanah tanpa alas
  • Di atas tanah menggunakan alas jemur (plastic atau tikar)
  • Di atas lantai semen
  • Di atas para-para (paling baik) karena pengeringan lebih cepat penguapan terjadi dari atas dan bawah.
  • Tebal hamparan satu sampai dua lapis biji (3 s/d 5 cm)
  • Dibalik tiap 2 sampai 3 jam.
  • Lebar jemuran kakao kurang 2 meter, untuk kesempatan pembalikan.
  • Menyediakan penutup plastic (persiapan hujan)
  • Tidak mencampur biji dengan biji basah
  • Penjemuran diakri hingga kadar air 6 s/d 7,5 %

Suhu pengeringan sebaiknya antara 55° sampai 66°C dan waktu yang dibuthkan bila memakai mesin pengerig antara lain 20 sampai 25 jam, sedangkan bila dijemur waktu yang dibutuhakan ± 7 hari.

Proses Seleksi Biji Kakao
Sortasi biji kakao kering dimaksudkan untuk memisahkan anatar biji yang baik dengan biji yang cacat berupa biji yang pecah, kotoran atau benda asing lainya, seperti batu, kulit dan daun-daunan. Sortasi dilakukan setelah 1 sampai 2 hari dikeringan agar kadar air seimbang, sehingga biji tidak terlalu rapu dan tidak mudah rusak, srtasi dilakukan dengan menggunkan ayakan dan dapat memisahkan biji kakao dengan kotoran.
Pengemasan dan penyimpanan biji
- Biji kakao dikemas dengan baik dalam wadah yang bersih dan Kuat
- Biji kakao tidak disimpan dalam satu tempat dengan produk pertanian lainnya yang berbau keras.
- Biji kakao jangan disimpan di atas para-para dapur, karena biji kakao dapat berbau asap.
- Biji kakao disimpan dalam ruangan, dengan kelembaban 75%.
- Antara lain dan wadah biji kakao diberi jarak ± 8 cm dan jarak dari dinding ± 60 cm, biji kakao dapat disimpan ± 3 bulan.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:52
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.