loading...

Pohon Salimuli : Kayu Berkualitas Untuk Perahu, Rumah dan Tangkai Senapan

Posted by

Pohon Salimuli (Cordia subcordata)

Pohon Salimuli (Cordia subcordata)
Salimuli merupakan salah satu jenis tanaman kehutanan yang penting dalam perdagangan. Jenis ini digunakan untuk kayu pekakas, seni ukir dan pahat, tangkai senapan, bangunan rumah, jembatan, dan perahu. Selain itu dapat digunakan untuk keperluan reboisasi dan penghijauan karena musim berbunganya sepanjang tahun sehingga benih dapat tersedia setiap saat dalam jumlah banyak. 

Keadaan Botanis

Nama botani jenis ini adalah Cordia subcordata, Lamk yang termasuk dalam suku Boraginaceae. Pohon Salimuli tingginya dapat mencapai 20 m, dengan diameter 75 cm atau lebih, tinggi batang tanpa cabang 10 m, tidak berbanir, tajuknya bulat berwarna hijau. Kulit luar tebalnya 2-5 mm, berwarna abu-abu, kebanyakan tidak beralur, kadang-kadang sedikit beralur tidak dalam, mengelupas kecil-kecil. Daun-nya tunggal, tersebar, berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing dan pangkal daunnya bulat. Panjang daun 6-18 cm, lebar 4-12 cm, tangkai daun 2 – 5 cm dan tulang daunnya jelas.


Musim bunganya sepanjang tahun dengan warna merah jingga, bunga mejemuk, selalu tumbuh berhadapan dengan sehelai daun, kelopak dan tajuk berbentuk corong, tajuk berwarna kekuningan. Buahnya terasuk buah batu, bulat dengan ujung yang runcing, pangkal bulat, diameter buah kira-kira 2 cm, berwarna hijau muda dan yang kering berwarna coklat tua.


Kayu Salimuli digolongkan pada jenis kayu istimewa dengan berat jenis 0,64, termasuk kelas awet I-II dan kelas kuat II-III, tekstur kayu agak halus dan mengkilat dengan serat ber-padu dan ada juga yang lurus, kekerasan sedang, daya retak sedang, daya kembang susut kecil, termasuk kayu yang mudah dikerjakan.

Penyebaran Tempat Tumbuh.

Salimuli tersebar dari Afrika timur sampai Polynesia. Di Indonesia penyebaran Jawa, Madura, Maluku, Sumbawa, dan Lombok, dalam hutan primer ataupun sekunder, pada tempat yang tidak digenangi air pada tanah liat, pada pasir berkarang atau berbatu sepanjang pantai. Dan jenis ini bisa tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1-200 m di atas permukaan laut.


Mengenal Sifat-sifat Kayu

Menurut sifatnya kayu dibagi menjadi empat :

a. Kelas Kayu Istimewa
b. Kelas Kayu Awet
c. Kelas Kayu Cukup Awet
d. Kelas Kayu Agak Awet dan Tidak Awet

Kelas Kayu Istimewa :
Yang termasuk kayu jenis kelas awet antara lain :
1. Kayu Balsa
2. Kayu Jati
3. Kayu Ebony
4. kayu Cendana
5. Kayu Salimuli, dsb.

Kelas Kayu Awet :

Yang termasuk jenis kayu kelas awet antara lain :
1. Kayu Rengas
2. Kayu Cempaka
3. Kayu Gofasa
4. Kayu Sono Kembang
5. Kayu Ulin
6. Kayu Bungur, dsb

Kelas Kayu Cukup Awet

Yang termasuk jenis kayu kelas cukup awet antara lain :
1. Kayu Mahoni
2. Kayu Sindur
3. Kayu Sungkai
4. Kayu Meranti Merah, dsb

Kelas Kayu Agak Awet dan Tidak Awet :

Yang termasuk jenis kayu kelas agak awet dan tidak awet antara lain :
1. Kayu Jelutung
2. Kayu Medang
3. Kayu Surian
4. Kayu Durian, dsb

Jenis-jenis Kayu yang Baik Untuk Pekerjaan Mengukir.

Jenis kayu yang baik untuk pekerjaan mengukir adalah jenis kayu yang memiliki serat yang halus dan padat, seratnya lurus, tidak banyak mata kayunya, dan kembang susutnya sedikit. Berikut adalah jenis kayu yang biasa di gunakan untuk Pekerjaan mengukir atau mebel.

a. Kayu Jati : Kayu jati ini banyak di gunakan untuk perabot rumah tangga danpekerjaan mengukir, karena sifatnya yang renyah ( mudah dikerjakan ) seratnya padat dan tidak mudah di serang hama kayu. Kayu jati apabila sudah tua berwarna coklat muda, jika telah lama terkena sinar matahari dan udara warnanya menjadi sawo matang.


b. Kayu Mahoni : Jenis kayu ini juga memiliki serat yang padat dan jarang mata kayunya,kayu mahoni juga bagus untuk pekerjaan perabot rumah tangga dan kerajinan ukir. Sifat kayu ini sedang dalam pengerjaanya, kembang susutnya sedang, tekstur dan daya retaknya sedang.


c. Kayu Sono keling : Kayu sono keling juga bagus untuk kerajinan ukir, serat kayunya padat. Sifatnya kayunya agak keras dan cukup liat. Warna kayu coklat kehitam-hitaman.


d. Kayu Ebony : Sebenarnya kayu ini juga bagus untuk pekerjaan mengukir, namun karena sifat kayunya yang mudah retak dan kembang susutnya yang cukup tinggi maka perlu penanganan yang lebih ekstra. Kayu ini berwarna hitam kelabu diselang-seling warna lebih muda.


e. Kayu Balsa : Warna kayu putih keabu-abuan, pengerjaannya mudah karena tidak terlalu keras, serat kayulurus bergelombang atau berpadu dengan tekstur yang sangat halus, maka kayu ini cocok untuk seni ukir.


f. Kayu Rengas : Istilah lain kayu ingas, jingah, umpah. Kayu ini berwarna coklat merah darah kekuning-kuningan dengan garis-garis gelap atau kuning. Sifat kayu ini sedang sampai keras sehingga agak sulit dalam pengerjaannya, kembang susutnya kecil tapi kelemahan kayu ini daya retaknya terlalu tinggi, serat lurus terpadu sementara teksturnya agak kasar.


g. Kayu Jelutung : Kayu ini berwarna putih atau kekuning-kuningan, mudah dikerjakan, kembang susutnya kecil, seratnya lurus dan teksturnya agak halus dan merata.


h. Kayu Surian : Warna kayu merah daging mudah dikerjakan kelemahan kayu ini adalah daya retak dan kembang susutnya besar, seratnya lurus, bergelombang dengan tekstur agak halus


i. Kayu Sono Kembang : Warna kayu ini kuning / coklat tua, mudah dikerjakandaya kembang susutnya kecil dan daya retaknya kecil teksturnya halus sampai dengan agak kasar dan seratnya lurus, berpadu, atau bergelombang.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 17:47
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.