loading...

Pengertian I'tikaf dan Dalil Disyari'atkannya I'tikaf

Posted by

Pengertian dan Dalil I'tikaf
Menurut bahasa, I'tikaf berarti mengurung diri, untuk suatu hal yang baik maupun hal yang buruk. Seperti makna yang terkandung dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
" Suatu kaum yang tetap (mengurung diri) menyembah berhala mereka." (Al-A'raf 138).
Sedangkan menurut syari'at, I'tikaf berarti berdiam diri di Masjid, sebagai wujud ketaatan kepada Allah, sebagaimana firman-Nya:
"Dan bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang hendak thawaf, beri'tikaf, ruu' dan sujud." (Al-Baqarah 125).
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia menceritakan:
" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah ber i'tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sampai saat beliau dipanggil oleh Allah Azza wa Jalla (meninggal dunia)." (Muttafaqun'Alaih).

Tempat I'tikaf di MASJID
Juga dari Ibnu Umar ra, ia menceritakan:
"Rasulullah SAW beri'tikaf pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan". (Muttafaqun'Alaih).
Nafi' mengatakan: "Abdullah telah memberitahukan kepadaku tempat i'tikaf  Rasulullah SAW". (HR Muslim).

Dari Anas, ia menceritakan: " Nabi SAW ber i'tikaf pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan. Lalu beliau tidak melakukan i'tikaf selama satu tahun. Setelah berada pada tahun berikutnya, beliau beri'tikaf selama duapuluh hari." (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Hadits-hadits diatas merupakan dalil yang menunjukkan tentang di syari'atkannya i'tikaf. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dan yang lainnya, bahwa hal itu merupakan kesepakatan yang bulat jumhur Ulama.
Rukun I'tikaf
  • Niat
  • Masuk Tempat I'tikaf  di Masjid
Waktu I'tikaf

  • Didalam riwayat Imam Tirmidzi, beliau menyebutkan: "Apabila hendak beri'tikaf, Rasulullah SAW mengerjakan shalat Subuh, kemudian masuk ke tempat i'tikafnya." Hadits ini dijadikan sebagai dalil bahwa awal waktu I'tikaf adalah permulaan waktu siang. Itu juga yang menjadi pendapat Al-Auza'i, Al-Laits dan Ats-Tsauri.
  • Sedangkan Empat Imam (Hanbali, Maliki, Hanafi dan Syafi'i) serta sekelompok ulama berpendapat bahwa waktu i'tikaf itu dimulai sejak sebelum terbenamnya matahari. Mereka menafsirkan hadits diatas dengan mengatakan bahwa waktu i'tikaf itu dimulai sejak awal malam dan berakhir seusai shalat Subuh.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 16:19
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.