loading...

Penetapan Kuota Impor Per Kuartal Seharusnya Bisa Menjadi Senjata Pemerintah Menjaga Kestabilan Harga Sapi dan Daging

Posted by

Kuota Impor Sapi. Saat ini atau tahun ini sudah diberlakukan oleh pemerintah atau dinas terkait terutama Kementrian Perdagangan (Kemendag) dan Kementrian Pertanian (Kementan) bahwa penerbitan surat ijin impor sapi akan dilakukan oleh Kemendag dan dialokasikan secara bertahap setiap 3 bulan sekali atau tiap kuartal.

Bakalan Sapi Impor


Langkah ini sebenarnya merupakan suatu kemajuan yang sangat bagus dari langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk menjaga dan mengawal pergerakan harga sapi dan harga daging sapi di pasaran agar tidak terlalu fluktuatif (ekstrim mahal atau ekstrim murah). Tetapi ternyata dalam pelaksanaannya tidak semudah membalik telapak tangan. Kenyataan pada kuartal II membuktikan bahwa dengan menggelontor sapi sampai 250.000 dengan alasan menjaga stock selama puasa dan lebaran ternyata tidak berpengaruh nyata terhadap harga daging. Harga daging tetap saja melambung tinggi menjelang lebaran sampai kisaran Rp 130.000/kg bahkan didaerah tertentu mencapi Rp 150.000/kg.

Dan satu efek negatif yang terasa dengan banyaknya sapi impor masuk ke Indonesia, harga sapi lokal milik peternak kecil terus turun karena banyaknya sapi impor di pasaran atau di RPH menjadikan feedlot berlomba-lomba menjual sapi dengan harga "asal-asalan" yang penting kandang bisa dikosongkan untuk masuk lagi sapi impor yang baru. Imbasnya peternak lokal ikut merasakan "rusaknya" harga sapi.

Memang tidak hanya pengaruh banyaknya sapi impor saja yang menyebabkan harga sapi lokal saat bulan Juni turun hanya dikisaran Rp 39.000 - Rp 40.000/kg. Ada beberapa faktor lain seperti banyaknya petani ternak yang membawa ternaknya ke pasar karena kebutuhan menyambut lebaran yang berbarengan dengan tahun ajaran baru dan lain-lain. Tetapi memang pengaruh yang paling  nyata adalah banyaknya sapi impor yang beredar di Jabodetabek.

Jika pemerintah memiliki data valid berapa sebenarnya kebutuhan sapi impor dinegara kita perbulan atau per 3 bulan atau bahkan kalau bisa ada data pertahun maka pemerintah bisa "memainkan" kuota sapi impor untuk menjaga kestabilan harga sapi dan daging sapi dan tentu saja menjaga kelangsungan "hidup" usaha peternakan rakyat (baca: peternak kecil).

Kenyataan yang ada sepertinya pemerintah tidak memiliki data tersebut sehingga saat menentukan kuota impor pun terkesan "coba-coba" dan hasilnya harga sapi lokal kembang-kempis. Mudah-mudahan penentuan jumlah sapi impor untuk kuota kuartal berikutnya bisa lebih "tepat" sehingga tidak ada lagi keluhan dari peternak sapi lokal rakyat. 

Satu hal lagi yang perlu dicermati adalah banyaknya kepentingan para oknum yang bermain di bisnis sapi ini. Baik kepentingan politik maupun ekonomi. Selama bisnis ini tetap dicemari kepentingan politik dan jadi ajang "kampanye" maka percayalah masalah kisruh sapi ini akan terus berulang setiap tahun.
(AgrobisnisInfo.com)

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 03:01
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.