loading...

I'tikaf Bagi Wanita, Berbagai Pendapat dan Landasan Hukumnya

Posted by

Tentang I'tikaf  Wanita

Berbagai pertanyaan sering diajukan mengenai hukum i'tikaf bagi wanita, apakah boleh, sunnah atau makruh? Atau bahkan diharamkan?



Wanita muslimah diperbolehkah beri'tikaf di Masjid manapun, karena tidak ada kewajiban baginya mengerjakan i'tikaf di Masjid yang biasa digunakan untuk sholat berjamaah. Akan tetapi tidak diperbolehkan untuk i'tikaf dirumah, demikian menurut pendapat Imam Syafi'i.

Sedangkan Abu Hanifah dan Ats-tsauri mengatakan:" Wanita muslimah diperboleh beri'tikaf ditempat sholat (mushola) yang berada di dalam rumahnya. I'tikaf yang dilaksanakan di mushola yang berada di dalam rumahnya sama fadhilahnya dengan sholat di tempat itu.  Diceritakan dari Abu Hanifah bahwa ia tidak membenarkan i'tikaf bagi wanita muslimah di mesjid yang digunakan untuk shalat berjamaah. Karena Nabi SAW tidak beri'tikaf dimesjid  ketika melihat kemah-kemah para istrinya berada di dalam mesjid, seraya berucap: Apakah kebaikan yang kalian kehendaki? Selain itu juga karena mesjid dirumahnya (tempat shalat) merupakan tempat utama bagi shalatnya, sekaligus menjadi tempat i'tikafnya mereka (para wanita, istri-istri beliau), dimana kedudukannya sama dengan masjid bagi laki-laki. Inilah pandangan Abu Hanifah.

Syamsuddin bin Qudamah mengatakan tentang firman Allah SWT: "Sedang kalian sedang beri'tikaf di dalam Masjid" (Al Baqarah 187). Maksudnya adalah tempat-tempat yang khusus dibangun untuk mengerjakan shalat. Sedangkan tempat shalat dirumah bukanlah termasuk masjid. Karena tempat itu tidak khusus dibangun untuk melaksanakan shalat berjamaah. Disebutnya tempat itu sebagai masjid hanyalah merupakan kata kiasan (majaz) dan tidak diberlakukan baginya hukum-hukum yang berlaku di Masjid pada umumnya. Karena diperbolehkannya seseorang yang sedang junub berdiam diri di dalamnya. Juga seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:" Dijadikan bumi ini bagiku sebagai Masjid".

Disamping itu karena saat istri-istri beliau memohon izin untuk beri'tikaf di masjid, Rasulullah mengizinkan mereka. Seandainya masjid itu bukan tempat i'tikaf bagi mereka, niscaya beliau tidak akan mengizinkan. Dan seandainya tempat lain selain masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah lebih baik untuk i'tikaf wanita muslimah tentu beliau akan mengingatkannya dan istri-istri beliau akan melaksanakannya (i'tikaf selain di Masjid) meski andaikata cuma sekali saja.

I'tikaf merupakan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah dengan syarat dikerjakan di Masjid bagi laki-laki, maka hal itu juga disyaratkan bagi perempuan (i'tikaf di masjid).

"Sesungguhnya Nabi SAW telah melakukan i'tikaf di sepuluh (10) hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah SWT mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau pun melakukan i'tikaf sepeninggal beliau (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An Nasa'i dan Ahmad.)

Beberapa syarat khusus wanita i'tikaf di mesjid:
  • Terjamin dari adanya fitnah
  • Terpisah dari jamaah laki-laki
  • Mendapat ijin suami bagi yang sudah bersuami
Wallahua'lam bishshowab.
(Ditulis sebagai jawaban atas pertanyaan mengenai i'tikaf wanita pada salah satu grup WA, semoga bermanfaat)

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 08:10
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.