loading...

Ijin Import Sapi Australia Kuartal 3 Belum Terbit Sampai Juli 2015, Apa Efeknya?

Posted by

Di tengah keluhan peternak lokal karena harga sapi yang cenderung terus turun, sepertinya terlambatnya dikeluarkan ijin import sapi dari Australia "agak" berbau kesengajaan agar harga sapi lokal tidak terus turun dan peternak tradisional tidak bertambah resah. Seperti diketahui, menjelang Lebaran banyak peternak lokal yang menjual sapinya ke pasaran karena banyaknya kebutuhan yang harus mereka beli untuk keperluan lebaran, tetapi sayangnya dengan "banjirnya" sapi import harga jual sapi lokal mereka turun.

Sapi Import Australia (foto:Antaranews.com)

Tidak bisa dipungkiri, pemerintah "pasti" tahu hal ini dan juga merasakan keluhan dan protes para peternak kecil ini, hanya saja untuk menanggapainya secara langsung sepertinya mereka tidak "mau". Entah benar atau tidak analisa ini tetapi kenyataan dilapangan membuktikan dengan tertahannya ijin import maka bisa diprediksi harga sapi import akan merayap naik dan imbasnya pada sapi lokal tentunya harga sapi lokal akan ikut terdongkrak naik juga.

Sementara itu terhambatnya atau belum terbitnya ijin import kuartal III tahun ini membuat resah kalangan peternak besar sapi import dan juga kalangan eksportir sapi dari Australia. Seperti yang dilansir oleh Kompas.com, kalangan eksportir Australia kini mulai resah karena pekan kedua Juli, pemerintah Indonesia belum juga menerbitkan izin impor sapi untuk kuartal ketiga tahun ini. Akibatnya, perdagangan sapi Australia ke Indonesia terhenti dan kapal-kapal pengangkut sapi hingga kini masih menunggu kepastian di pelabuhan Darwin. Sementara ribuan ekor sapi di Australia Utara juga menunggu pengangkutan ke pelabuhan.
Menurut sumber ABC, belum terbitnya izin impor sapi kuartal III untuk Juli-September, disebabkan munculknay permasalahan antara Departemen Pertanian dan Departemen Perdagangan Indonesia. Cameron Hall dari perusahaan eksportir Elders berharap setidaknya dalam pekan ini sudah menerima kabar baik dari pemerintah Indonesia. "Saya perkirakan jika izin impornya belum keluar Jumat pekan ini, maka kemungkinan besar izin itu tidak akan terbit hingga setelah tanggal 21 Juli mendatang," katanya kepada ABC.

"Pekan depan sudah lebaran, jadi akhir pekan ini dan akhir pekan depan, tidak banyak yang bisa diharapkan. Sebab biasanya urusan surat-surat resmi tidak dilakukan selama akhir pekan," kata Hall lagi.
"(Di Indonesia) menjelang lebaran orang mudik dan tentu saja minggu setelah lebaran barulah pemerintahan aktif kembali," ujar Hall, yang sudah berpengalaman dalam urusan izin impor di Indonesia.

Hall mengatakan, meski belum mengantungi izin impor perusahaannya sejauh ini tetap sibuk. "Ini bukan pertama kalinya izin impor sapi tertunda penebitannya," kata dia. "Kami sudah mengantisipasi sebelumnya sehingga pengapalan sapi berakhir di setiap akhir kuartal dan untuk awal kuartal berikutnya kami tidak akan mengapalkan sapi ke Indonesia tapi mengalihkannya ke pasar lainnya yaitu di Vietnam," katanya.

Sementara Andy Gray, dari Asosiasi Eksportir Ternak Northern Territory (NTLEA), mengatakan penundaan terbitnya izin impor ini menimbulkan dampak bagi seluruh rangkaian pasokan sapi termasuk mahalnya biaya kapal yang menganggur di Pelabuhan Darwin. "Kalau tidak salah ada lima hingga tujuh kapal yang kini menunggu kepastian berangkat. Bahkan jika izin itu terbit hari ini juga, segala kebutuhan logistik harus dipesan dan kapal-kapal pengangkut itu pun tidak bisa diberangkatkan  secara bersamaan semuanya," ujar Gray.
Keterlambatan ijin import ini sepertinya menyambung pemberitaan yang ada sebelumnya dimana menteri perdagangan menegur produsen daging / Sapi karena melepas mekanisme harga daging sesuai mekanisme pasar sehingga harga daging terus naik meskipun Kementrian perdagangan sudah menggelontor import sapi Australia yang tujuan utamanya untuk menekan harga daging. Menteri perdagangan sempat mengancam akan menghentikan atau membatalkan ijin import jika harga terus naik dan tetap diserahkan ke mekanisme pasar sementara pihak produsen tidak mau ikut mengontrolnya. Sepertinya ada benang merah antara ancaman Mendag dengan terlambatnya pengeluaran ijin import. Kita tunggu saja kelanjutan "kasus" terlambatnya penerbitan ijin import sapi tersebut. Pertanyannya... apakah pada kuartal berikutnya ijin import akan ditambah atau dikurangi? Semoga... DIKURANGI agar peternak lokal bisa sedikit bernafas lega.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:57
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.