loading...

Inilah Tiga Gunung Api Aktif Meletus, Gunung Sinabung, Gunung Gamalama dan Gunung Raung

Posted by

Gunung-Gunung Berapi Yang Masih Aktif Meletus di Indonesia

Gunung Sinabung

Gunung Sinabung (foto:merdeka.com)

Gunung Sinabung adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi di provinsi itu. Ini berdasar data-data yang dicuplik dari Wikipedia.com.

Ketinggian: 2.460 m

Ketinggian relatif: 1.143 m

Provinsi: Sumatera Utara


Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara masih tinggi. Pantauan Kamis, 25 Juni 2015 pkl 18.00-24.00 WIB menunjukkan puluhan gempa masih terjadi.

Mengutip pernyataan Surono dalam laman Facebooknya, aktivitas seismik berupa 42 kali gempa guguran, 10 kali gempa frekuensi rendah, 2 kali gemnpa hybrid, 1 kali gempa vulkanik dalam, serta tremor vulkanik menerus.


"Visual: cuaca cerah-berawan, angin tenang-perlahan ke arah Timur-Tenggara," tulis Surono.


Sementara, visual di gunung Sinabung jelas-tertutup kabut. Tampak asap putih tebal tinggi 200-300 m.


"Teramati guguran lava pijar dari puncak sejauh 500-700 meter ke Tenggara-Timur dan 1.000 meter ke Selatan."


Sejak status Gunung Sinabung naik menjadi awas pada 3 Juni lalu, ribuan warga sekitar kembali memadati posko pengungsian. Pada Kamis, 25 Juni, pengungsi yang tersebar di 10 titik pengungsian berjumlah 9.526 jiwa.


Riwayat Gunung Sinabung
Gunung Sinabung yang terletak di Tanah Karo Sumatra Utara adalah salah satu dari 30 Gunung api yang ada di atas Sesar Besar Sumetra dan adalah Gunung Api Aktif yang terdekat dengan "Gunung Super" purba yaitu supervulcano TOBA.

Dan kalau dilihat letaknya, Sinabung yang aktif kembali sejak 2010, yang selama 400 tahun ini "tertidur" pulas, posisinya lebih TEPAT diatas Sesar Besar Sumatera dari pada "mamanya" sendiri yaitu Gunung Toba. Dan sesar ini adalah salah satu dari dua sesar /patahan teraktif di dunia.


Sinabung mulai bangun setelah Gempa Bumi disertai tsunami dahsyat yang mengguncang Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, disusul kemudian dengan gempa Nias Maret 2005 dan Juli 2006 , diikuti Gempa Padang pada Maret 2007 yang berulang pada September 2009 yang diikuti Gempa Nias lagi Oktober 2009. Setahun kemudian, 29 Agustus 2010 Gunung Sinabung Meletus untuk pertama kali setelah 400an tahun diam.



Gunung Gamalama
Gunung Gamalama adalah sebuah gunung stratovolcano kerucut yang merupakan keseluruhan Pulau Ternate, Kepulauan Maluku, Indonesia. Pulau ini ada di pesisir barat Pulau Halmahera yang ada di bagian utara Kepulauan Maluku. 
Ketinggian: 1.715 m

Provinsi: Maluku Utara

Gunung Gamalama


Gunung Gamalama adalah sebuah mahakarya alam yang luar biasa dan ini merupakan salah Gunung yang sangat penting bagi penduduk Ternate. Jika di Jawa kita mengenal Gunung Semeru dengan semua keindahannya, maka Gunung Gamalama di Maluku juga tidak kalah indah dengan gunung-gunung lain di Indonesia. Berada di ketinggian 1.715 di atas permukaan laut, Gunung Gamalama merupakan lokasi untuk salah satu ritual penting yaitu Kololi Lae yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Ritual upacara ini adalah mengelilingi Gunung Gamalama sambil memanjatkan doa untuk memperoleh kesejahtraan dan keselamatan bagi semua penduduk disana. 

Konon, puncak Gunung Gamalama merupakan kuburan bagi para leluhur masyarakat setempat. Dan dalam upacara ini masyarakat juga meminta kepada para leluhur untuk dijaga keselamatannya.

Gunung Gamalama adalah satu gunung berapi aktif di kawasan Indonesia, dan sejak 1980 sudah beberapa kali meletus. Letusan terbaru terjadi tahun 2011 kemarin. Gunung Gamalama memiliki sebutan lain, yaitu Puncak Ternate. Melihat dari bentuknya, Gunung Gamalama termasuk ke dalam stratovolkano atau gunung berapi yang memiliki bentuk tinggi dan mengerucut. Gunung ini memiliki diameter 11 km dan di dalamnya terdapat kawah, mirip seperti Gunung-gunung lain di wilayah Indonesia.

Gunung Raung 
Gunung Raung adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia. Secara administratif, kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Gunung Raung

Ketinggian relatif: 3.069 m
Ketinggian: 3.332 m

Provinsi: Jawa Timur

Gunung Raung adalah sebuah gunung yang besar dan unik, yang berbeda dari ciri gunung pada umumnva di pulau Jawa ini. Keunikan dari Puncak Gunung Raung adalah kalderanya yang berbentuk elips dengan kedalaman sekitar 500 meter dalamnya, yang selalu berasap dan sering menyemburkan api dan terdapat kerucut setinggi kurang lebih 100m. Gn.Raung termasuk gunung tua dengan kaldera di puncaknya dan dikitari oleh banyak puncak kecil, menjadikan pemandangannya benar-benar menakjubkan.


Untuk mendaki G. Raung, paling mudah adalah dari arah Bondowoso. Dari Bondowoso terus menuju desa Sumber Wringin dengan menggunakan Colt melalui Sukosani. Perjalanan diawali dari desa Sumber Wringin melalui kebun pinus dan perkebunan kopi menuju Pondok Motor. Di Pondok Motor kita dapat menginap dan beristirahat, kemudian kita dapat melanjutkan perjalanan ke puncak yang membutuhkan waktu sekitar 9 jam.


Dari Pondok Motor ke G. Raung, dimulai dengan melalui kebun selama 1 jam lalu pendakian memasuki hutan dengan sudut pendakian yang tidak terlalu besar yaitu sekitar 20 derajat. Hutan gunung ini terdiri dari pohon glentongan, arcisak, takir dan lain-lain.


Setelah pendakian selama 2 jam atau sekitar 1300 - 1400 m pendaki akan menemukan jalan berkelok dan naik turun sampai ketinggian sekitar 1500 - 1600 m. Di daerah ini mulai terlihat pohon cemara lalu pendakian diteruskan menuju pondok sumur (1750 M). setelah itu pendakain akan mulai sulit dan sudut pendakian mulai membesar dan jalur pendakian kurang jelas karena hanya semak-semak dan kemudian terus mendaki selama 3 jam hingga dicapai Pondok Demit.


Kemudian pendaki harus mendaki lagi selama sekitar 8 jam hingga dicapai batas hutan, yang dikenal dengan nama Pondok Mantri atau Parasan pada ketinggian sekitar 2900 - 3000 m. di tempat inilah pendakian beristirahat untuk berkemah. Perjalanan dilanjutkan melalui padang alang-alang (sekitar 1 jam perjalanan), selanjutnya menuju puncak Gunung Raung yang sedikit berpasir dan berbatu-batu. Dari tempat berkemah menuju puncak G. Raung, hanya diperlukan waktu sekitar 2 (dua) jam saja.


Puncak G. Raung ini berada pada ketinggian 3.332 m dari permukaan laut dan sering bertiup angin kencang. Dari pinggir kawah tidak terdapat jalur yang jelas untuk menuju dasar kawah sehingga pendaki yang bermaksud menuruni kawah agar mempersiapkan tali temali ataupun peralatan lainnya untuk sebagai langkah pengamanan. Dalam perjalanan ke Puncak G. Raung, tidak ada mata air. Sebaiknya untuk air dipersiapkan di Sumber Wringin atau di Sumber Lekan. Untuk mendaki G. Raung tidak diperlukan ijin khusus, hanya saja kita perlu melaporkan diri ke aparat desa di Sumber Wringin.



Gunung Gamalama, Gunung Sinabung, dan Gunung Raung
Gunung Gamalama, Gunung Sinabung, dan Gunung Raung masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi sepanjang hari ini. Seperti yang dilansir liputan6.com, "Saat ini ada 12.616 jiwa (3.600 kepala keluarga) yang mengungsi akibat erupsi Gunung Gamalama dan Gunung Sinabung," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2015).

Sutopo menjelaskan, sejak Sabtu 18 Juli 2015 erupsi Gunung Gamalama yang terus terjadi menyebabkan 1.505 jiwa (450 KK) mengungsi di 3 lokasi, yaitu Kelurahan Taduma, Ternate, Maluku Utara 826 jiwa (258 KK), aula Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) 301 jiwa (80 KK) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 378 jiwa (112 KK).


"Jumlah ini akan bertambah karena pengungsi di Kelurahan Togafo dan Dusun Bandinga masih dalam pendataan," imbuh dia.


Gamalama Masih Waspada

Hingga kini, menurut Sutopo, status Gunung Gamalama masih Waspada (Level II). Pada Minggu 19 Juli 2015, data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan gempa tremor/embusan menerus.

"Embusan asap masih terjadi, dengan energi cenderung menurun setelah letusan pada Kamis 16 Juli 2015. Tinggi asap berkisar 150-800 meter, dominan kurang 500 m dari puncak, terdistribusi ke arah barat laut. Pemetaan abu vulkanik di lapangan, menunjukkan ketebalan abu di desa-desa sektor barat laut berkisar 1.5-6.0 mm (tipis-sedang)," papar Sutopo.


Saat ini embusan asap dominan berwarna putih. "Mengindikasikan bahwa kandungan asap didominasi uap air, tidak terlihat kandungan material abu vulkanik," jelas dia.


Sutopo menambahkan, BPBD Kota Ternate, TNI, Polri dan Pemerintah Kota Ternate melakukan kaji cepat dan memberikan bantuan masker. BPBD sudah mendirikan dapur umum. Dinsos Kota Ternate sudah memberikan bantuan sembako beras 5 Ton. 


Sinabung Masih Erupsi
Sementara itu, letusan Gunung Sinabung terus berlangsung. Pada hari ini terjadi 2 kali awan panas guguran, sejauh 2.500-3.000 m, tinggi kolom abu 1.000 m. "Teramati guguran lava dari puncak sejauh 1.000 m ke arah tenggara-timur. Status tetap Awas (Level IV). Sebanyak 11.111 jiwa (3.150 KK) mengungsi di 10 pos pengungsian," beber Sutopo.

Gunung Raung Masih Meraung dengan Semburan Abu Vulkaniknya

Di tempat lain, Gunung Raung masih erupsi dengan asap tebal kelabu kehitaman, tekanan lemah, tinggi 1.500-2.000 m condong ke arah utara-timur laut-timur. Namun status tetap Siaga (Level III) dan tidak ada pengungsian.

Bahaya Abu Vulkanik Letusan Gunung Berapi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh NASA, debu gunung berapi bisa merusak fungsi baling-baling pada pesawat turboprop atau mesin jet dalam pesawat turbofan, komponen vital dalam penerbangan.

Hal itu telah terbukti dari insiden yang pernah dialami oleh pesawat Boeing 747-200 milik maskapai British Airways. Pesawat dengan callsign Speedbird 9 (nomor penerbangan BA09) itu pada 24 Juni 1982 melakukan penerbangan rute Kuala Lumpur - Perth.

Di tengah perjalanan, saat melintasi Pulau Jawa, Indonesia, Speedbird 9 terperangkap di tengah abu letusan gunung Galunggung.

Empat mesin B747 tersebut mati karena menyedot debu silika gunung Galunggung. Pilot kemudian memutuskan untuk menurunkan ketinggian jelajah dari 36.000 kaki ke 12.000 kaki. Beruntung, pilot akhirnya berhasil kembali menyalakan mesin pesawat setelah terbang di ketinggian yang lebih rendah, dan terbebas dari kepungan abu vulkanik.

Jika tidak segera menurunkan ketinggian dan terbebas dari kepungan abu vulkanik, bisa jadi malapetaka yang lebih besar tidak terhindarkan saat itu, seperti pesawat yang bakal mengalami disintegrasi dan sebagainya.


Karena saking kecil dan ringannya, debu gunung berapi sulit untuk dihilangkan, dan membutuhkan waktu yang lama untuk hilang sepenuhnya jika tidak segera diambil tindakan.


Jika hal ini terjadi dan dibiarkan, maka dalam jangka waktu lama debu yang menempel dalam badan atau komponen pesawat bisa menyebabkan retakan-retakan halus di bodi pesawat.


Retakan di badan pesawat, sekecil apa pun tentu sangat membahayakan, sebab badan pesawat didesain agar bisa "mengembang" dan "mengempis" saat di udara dan di darat, menyesuaikan tekanan udara.


Debu silika gunung berapi dikutip dari The Guardian, Jumat (17/7/2015), memiliki titik leleh pada suhu 1.100 derajat celcius, dan lelehan itu bisa menempel dan melumerkan komponen bilah-bilah turbin di dalam mesin jet, atau nozzle, yang dalam pesawat jet modern suhunya bisa mencapai 1.400 derajat celcius.


Hal itu sesuai dengan kesaksian salah satu penumpang British Airways nomor penerbangan 9 yang mengatakan bahwa mesin B747 yang ditumpanginya terlihat menyala terang.


Bila komponen mesin terbakar dan meleleh, pesawat tidak lagi memiliki daya dorong yang seharusnya dibutuhkan untuk terbang.


Debu gunung berapi juga bisa merusak kaca depan pesawat. Debu silika memiliki kontur yang tajam. Jika ditabrak dengan kecepatan tinggi, maka kumpulan debu itu bisa membuat kaca depan pesawat tersayat-sayat, pandangan pilot pun jadi terbatas.


Abu vulkanik yang menempel di pesawat dalam jumlah banyak juga akan merusak aliran udara di sekitar badan pesawat dan justru menjadi penghambat laju (drag).



Referensi:
www.wikipedia.com
www.liputan6.com
www.tribunnews.com
www.merbabu.com 
www.viva.co.id 
www.merdeka.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 03:07
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.