loading...

Cara Menanam dan Budidaya Pohon Wangi Cendana

Posted by

Cara Menanam Pohon Cendana
Kayu Cendana, Pohon Cendana, cara menanam cendana, budidaya cendana, kayu wangi cendana, bibit pohon cendana, biji cendana, pemupukan cendana, cendana mahal, cendana langka
Pohon Cendana

Pohon Cendana. Kayu cendana wangi kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Harganya yang mahal cocok untuk prospek usaha Anda kedepan. Secara umum, Cendana dapat ditanam dan tumbuh baik pada tanah dengan lahan yang berbatu-batu dan kurus, serta memiliki tekstur lempung, dengan lsolum tipis-dalam, keasaman atau pH netral hingga alkalis, dan juga harus perairan yang baik. Untuk curah hujan sekitar 600-200 mm.tahun dengan suhun 10 hingga 35 derajat C. Untuk ketinggianya, Cendana dapat ditanam dari ketinggian 0 hingga 1200 meter. Untuk teknik budidaya Cendana sebenarnya tidak terlalu sulit. Kondisi lahan di atas mudah ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia.Untuk cara budidaya Cendana agar tumbuh optimal, sebagai berikut :

Pemilihan Bibit
Sama seperti lainnya yang ditanam dari biji, untuk mendapatkan tanaman yang berkualitas langkah awal yang dilakukan adalah pemilihan bibit biji yang bagus. Caranya adalah dengan merendam biji selama 2 malam atau 48 jam dengan air. Ciri-ciri biji yang bagus dan berkualitas baik adalah bijinya  tenggelam ke dalam air. sedangkan biji yang terapung memiliki kualitas kurang baik. Pilihlah biji yang tenggelam saja untuk ditanam agar hasilnya maksimal.

Penyemaian 
Penyemaian dilakukan untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, karena nantinya akan menentukan hasil tanaman setelah dewasa pada lapangan atau hutan untuk penanaman benih cendana tersebut. Yang harus dilakukan dalam penyemaian ini adalah : Siapkan tanah hitam yang telah di gemburkan, taburkan biji yang telah direndam dan telah disortir yang berkualitas baiak di atas semaian yang telah disiram sebelumnya secara rata. Kemudian taburkan sedikit tanah hitam namun jangan sampai menutupi seluruh biji. Agar proses percambahan semakin cepat siram biji ysng disemaikan setiap pagi dan sore. selanjutnya siapkan polibag kecil isi dengan tanah hitam. Jika biji yang disemaikan telah pecah dan mengeluarkan tunas kecil segera pindahkan ke dalam polybag.
Setelah bibit tumbuh setinggi 15 cm pindahkan bibit kedalam tempat tanam. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

• Tentukan  lokasi lahan, pilih lokasi lahan yang cukup air, artinya jangan lahan yang kering karena lahan kering pohon cendana tidak dapat tumbuh dengan baik.
• Bersihkan lahan dari rumput liar atau tanaman liar, potong pohon yang menghalangi sinar matahari, kemudian gemburkan media tanam terlebih dahulu.
• Gali lubang dengan ukuran 40x40cm dengan kedalaman 50cm. jarak lubang tanam minimal 2,5m.
• Masukkan pupuk kandang / pupuk organik kedalam lubang dengan ketebalan 10cm kemudian masukkan bibit pohon cendana yang sudah disiapkan, tutup lubang galian dengan tanah kembali dan sisakan 5cm ( untuk menampung air agar tidak melebar keluar).
• Kemudian tancapkan ajir sebagai penanda.
Waktu penanaman sebaiknya sore hari.

Penyiraman
Penyiraman di lakukan sehari 2 kali yaitu pagi dan sore hari. Cendana tidak membutuhkan banyak air penyiraman cukup sebanyak 800 cc atau 3-4 gelas air setiap batang tanaman.

Penyiangan
Penyiangan merupakan kegiatan membersihkan tanaman cendana dari gangguan gulma agar tanaman cendana tidak tersaingi dalam penyerapan unsur hara. Penyiangan dilakukan 2 kali dalam setahun atau disesuaikan dengan keadaan pertumbuhan gulma. Penyiangan biasanya dilakukan pagi hari dengan membersihkan rumput atau alang-alang, yang mengganggu pertumbuhan tanaman cendana.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali sehari saat awal musim hujan dan akhir musin hujan. Pupuk dasar saat cendana di tanam adalah campuran antara pupuk kandang dengan urea (500 g pupuk kandang dan 5 g urea/lubang). Langkah dalam memberi pupuk adalah gali lubang sedalam 35 cm, buat lubang melingkar letakkan tanah galian di sekitar lubang lalu masukan pupuk   yang telah di campur tadi kedalam lubang, timbun kembali tanah yang di gali tadi, lalu padatkan tanah tersebut.

Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan dengan mengurangi cabang-cabang yang tumbuh berlebih, ini bertujuan agar  dapat meningkatkan kualitas batang pohon yang bagus dan tanaman inang tidak menggangu pertumbuhan tanaman cendana, serta memicu tumbuhnya tunas baru. Caranya pangkas cabang tanaman yang sudah tua dengan menggunak golok atau gergaji.

Perbanyakan Cendana (Santalum album Linn.) secara Kultur In-vitro dengan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Sitokinin (BAP dan Kinetin)

Cendana (Santalum album Linn.) merupakan hasil hutan kayu yang khas dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Timur (Timtim). Tanaman ini mempunyai nilai ekonomis tinggi, karena dapat menghasilkan minyak atsiri dengan aroma spesif1k, sebagai bahan dasar parfum, sabun dan kemenyan serta mempunyai khasiat sebagai obat pereda kejang, mual dan demam. Keberadaan Cendana sekarang merupakan tanaman langka, hal ini tercatat dalam IUCN Red List 1994 merupakan Threatened Species. Oleh sebab itu segera dilakukan tindakan budidaya, salah satunya melalui kultur in-vitro dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) Sitokinin yaitu BAP (6-benzylaminopurine), Kinetin (6¬furfurylaminopurine) dan kombinasinya. Supaya mendapatkan perbanyakan Cendana optimal, maka penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian zat pengatur tumbuh kelompok Sitokinin yaitu BAP, Kinetin atau kombinasinya pada perbanyakan Cendana.

Kegiatan Penelitian berlangsung di Unit Kultur Jaringan Laboratorium Konservasi Tumouhan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB, selama 5 bulan mulai dari bulan Mei sampai September 2005. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktorial yaitu pemberian ZPT berupa BAP, Kinetin dan kombinasinya, diberikan pada media Murashige and skoog (MS) terdiri atas 10 perlakuan dengan masing-masing perlakuan 10 ulangan. Perlakuan Al (BAP 0 mg/I : Kinetin 0 mg/I), A2 (BAP 0.5 mg/I : Kinetin 0 mg/I), A3 (BAP I mg/I : Kinetin 0 mg/I), A4 (BAP 1.5 mg/I : Kinetin 0 mg/I), AS (BAP 2.0 mg/I : Kinetin 0 mg/I), A6 (BAP 0 mg/I : Kinetin 0.2 mg/I), A7 (BAP 0.5 mg/I : Kinetin 0.2 mg/I), A8 (BAP 1.0 mg/I : Kinetin 0.2 mg/I), A9 (BAP 1.5 mg/I : Kinetin 0.2 mg/I), dan AIO (BAP 2.0 mg/I : Kinetin 0.2 mg/I). Peubah-peubah yang diamati dan diukur adalah pengamatan visual, jumlah tunas, jumlah buku, tinggi dan jumlah daun.

Berdasarkan hasil pengamatan visual terjadi kontaminasi, namun cukup rendah sebesar 17%. Eksplan berupa pucuk yang digunakan menunjukan gejala pencoklatan terutama pada bagian yang dipotorig. Terdapat pertumbuhan kalus, namun tidak mendominasi pada setiap perlakuan, hanya terdapat pada beberapa eksplan pada perlakuan A9 (BAP 1.5 mg/I : Kinetin 0.2 mg/I). Kerontokan daun terjadi hingga mencapai presentase 15.61%, kemudian dilakukan tindakan subkultur dengan dilakukan penambahan Glutamin sebanyak 100 mg/I pada media. Persentase rata-rata kerontokan daun mengalami penurunan sebesar 6.70%.

Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian ZPT Sitokinin yaitu BAP memberikan pengaruh berbeda sangat nyata, sedangkan Kinetin dan kombinasinya tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah tunas. Nilai rata-rata

pertambahan jumlah tunas terbesar terdapat pada perlakuan A9 yaitu media MS dengan penambahan BAP1.5 mg/I dan Kinetin 0.2 mg/I dengan angka sebesar 1.40, sedangkan nilai rata-rata terendah terdapat pada perlakuan Al (BAP 0 mg/I : Kinetin 0 mg/1) dan A3 (BAP 1 mg/1 : Kinetin 0 mg/1) dengan angka sebesar 0.00.

Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian ZPT BAP memberikan pengaruh berbeda sangat nyata, sedangkan Kinetin dan kombinasinya tidak memberikan pengaruh terhadap pertambahan jumlah buku. Nilai rata-rata pertambahan jumlah buku terbesar terdapat pada perlakuan A9 (BAP 1.5 mg/I : Kinetin 0.2 mg/I) yaitu 4.40, sedangkan pada perlakuan A6 (BAP 0 mg/I : Kinetin 0.2 mg/I) memberikan pengaruh terhadap rata-rata pertambahanjumlah buku terendah sebesar 1.50.

Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian ZPT BAP memberikan pengaruh berbeda sangat nyata, Kinetin memberikan pengaruh tidak berbeda nyata dan kombinasinya memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap tinggi eksp1an. Dapat dilihat nilai rata-rata pertambahan tinggi terbesar terdapat pada perlakuan A9 yaitu media MS dengan penambahan kombinasi BAP 1.5 mg/1 dan Kinetin 0.2 mg/I menunjukkan angka pertambahan tinggi sebesar 1.40 em, sedangkan nilai rata-rata pertambahan tinggi terendah terdapat pada perlakuan A6 dengan pemberian Kinetin 0.2 mg/1 menunjukkan angka pertambahan 0.48 em.

Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian ZPT BAP, Kinetin dan kombinasinya memberikan pengaruh terhadap pertambahan jum1ah daun tahap ke-1. Rata-rata pertambahan tinggi terbesar terdapat pada perlakuan A3 yaitu Media MS dengan penambahan BAP 1 mg/I dengan angka pertambahan sebesar 13.20 helai, sedangkan nilai rata-rata terendah terdapat pada perlakuan A6 (BAP 0 mg/I : Kinetin 0.2 mg/I) dengan angka sebesar 2.80 helai.

Berdasarkan hasil analisis sidik ragam pemberian ZPT Kinetin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata, sedangkan BAP dan kombinasinya tidak berpengaruh terhadap pertambahan jum1ah daun pada tahap ke-2 pengamatan. Rata-rata pertambahan jumlah daun terbesar' terdapat pada perlakuan A4 yaitu media MS dengan penambahan BAP 1.5 mg/I dengan nilai sebesar 4.30 he1ai, sedangkan pertambahan jumlah daun terendah terdapat pada perlakuan A6 (BAP o mg/I : Kinetin 0.2 mg/1) dengan ni1ai 0.50 helai.

Seeara umum perlakuan A9 dengan pemberian ZPT kombinasi yaitu BAP 1.5 mg/I dan Kinetin 0.2 mg/I menunjukkan nilai rata-rata pertambahan terbaik pada peubah jum1ah tunas, jumlah buku dan tinggi eksp1an Cendana. Rata-rata pertambahan jum1ah daun tahap ke-1 ni1ai tertinggi terdapat pada perlakuan A3 dengan pemberian BAP konsentrasi 1 mg/1, sedangkan pertambahan jum1ah daun tahap ke-2 nilai tertinggi terdapat pada perlakuan A4 dengan BAP konsentrasi 1.5 mg/I. Penambahan Glutamin 100 mg/1 pada media dengan penambahan BAP dan Kinetin berhasil mengurangi kerontokan daun.

Referensi:
http://eshaflora.blogspot.com
www.mitrabibit.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 07:43
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.