loading...

Waspadai Daging Sapi Glonggongan dan Oplosan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Ini Tips Cara Membedakannya

Posted by

Ramadhan tahun 2015 sudah tinggal hitungan hari, umumnya secara mental umat muslim sudah sangat siap menyambut Ramadhan yang akan diakhiri saat fajar Idul Fitri merekah. Hanya ada sedikit catatan penting, biasanya dilakukan para ibu dimana menjelang Ramadhan budget belanja kebutuhan sehari-hari malah naik, padahal Ramadhan adalah bulan puasa dimana kita harus mengekang hawa nafsu terutama nafsu makan dan nafsu lainnya termasuk nafsu konsumtif untuk berbelanja sebanyak-banyaknya menjelang Ramadhan dengan alasan stock kebutuhan.


Budget belanja naik juga berpengaruh pada bisnis daging sapi, seperti yang sudah menjadi rutinitas setiap tahun menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, kebutuhan akan daging sapi memasuki bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu mengalami peningkatan. Seiring dengan banyaknya permintaan, maka harga daging pun menjadi naik. Untuk persatu kilo daging sapi segar di pasar tradisional berkisar antara Rp 90 - 110 ribu.

Saat-saat menjelang Ramaadhan seperti ini biasanya sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat curang demi mendapatkan keuntungan lebih banyak, perlu adanya sikpa hati-hati dalam memilih daging sapi. Jika kurang hati-hati atau membeli kepada langganan yang sudah anda percayai bisa-bisa anda akan mendapatkan daging sapi glonggongan dan campuran daging sapi dan babi.

Perlu diketahui, daging sapi glonggongan berasal dari sapi yang sebelum disembelih diberi minum sebanyak-banyaknya sampai lemas. Penyiksaan hewan seperti itu, bertujuan untuk menggenjot berat daging dengan air yang diglonggongkan ke hewan. Untuk itu, daging glonggongan juga disebut dengan daging basah.

Sedikitnya ada beberapa ciri untuk mengenali daging glonggongan. Pertama warnanya yang pucat, konsistensi dagingnya lembek, permukaan dagingnya basah, dan biasanya penjual tidak menggantung daging tersebut, karena bila digantung air akan banyak menetes dari daging.

Selain ciri tersebut, anda juga dapat mengenali daging glonggongan dari harganya yang jauh lebih murah dari daging yang segar. Biasanya, selisih harga daging glonggongan dengan daging segar antara Rp5.000-10.000.

Daging yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah campuran daging sapi dan babi. Daging campuran ini biasa disebut dengan daging oplosan. Sama dengan glonggongan, jenis daging oplosan banyak ditemui di pasar tradisional.

Untuk mengetahui daging sapi tersebut sudah dioplos atau belum, dapat dilihat secara kasat mata. Setidaknya ada lima aspek yang membuat daging oplosan ini berbeda dengan daging sapi segar.

Daging babi memiliki warna yang lebih pucat dari daging sapi. Warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan pegangan, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi, walau kamuflase ini dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air.

Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi, sehingga sangat sulit membedakannya. Namun begitu, tidak perlu cemas. Sebab masih ada empat cara lain untuk mengenali oplosan itu.

Cara selanjutnya dengan melihat perbedaan itu dari serat daging. Serat daging sapi padat dan garis-garisnya terlihat jelas. Sedangkan daging babi, seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini semakin jelas ketika kedua daging direnggangkan bersama.

Kemudian, lihat tekstur lemaknya. Daging sapi memiliki lemak yang lebih kaku dan berbentuk. Sedang daging babi memiliki lemak yang sangat basah dan sulit dilepas. Namun hati-hati pada bagian tertentu seperti ginjal, penampakkan lemak daging babi hampir mirip dengan lemak sapi.

Jika masih belum yakin, perhatikan tekstur daging. Daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan. Untuk mengujinya, pegang kedua daging tersebut.

Langkah terakhir yang bisa digunakan untuk membedakan kedua daging tersebut dari aromanya. Kedua daging memiliki aroma yang berbeda. Daging sapi memiliki aroma anyir. Sedang daging babi sangat khas. Untuk menguji cara ini, anda harus melatih penciuman berulang-ulang.


Sikap konsumtif yang biasa dilakukan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri memang menjadi sasaran empuk para pelaku kecurangan, tidak hanya didaging, produk-produk lain juga banyak yang diselewengkan, seperti produk biskuit yang sudah kadaluwarsa yang seharusnya sudah dimusnahkan malahan dijual menjelang hari raya.


Langkah paling aman adalah kita sendiri yang harus lebih berhati-hati dalam membeli dan memilih barang, teliti sebelum membeli, cek tanggal kedaluwarsa, cek kandungan atau ingredientnya apakah mengandung makanan haram seperti babi atau tidak dan lain-lain.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:56
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.