loading...

Puncak peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) ke-7, 1 Juni 2015

Posted by

Ada yang sedikit terlewatkan oleh masyarakat peternak Indonesia, terutama peternak sapi perah atau sapi susu. Gaung dari peringatan Hari Susu Nasional (HSN) ke - 7 kurang begitu menggema dan sepertinya berjalan dengan adem - ayem hampir tanpa greget. Jika dibandingkan dengan peringatan hari buruh yang terlihat begitu heboh dimana-mana. Mulai demo buruh hingga mogok, blokir jalan tol dan lain-lain banyak mewarnai media di seluruh Indonesia. Biarlah meskipun terkesan biasa saja, mudah-mudahan dengan peringatan hari susu nasional ini kesadaran masyarakat untuk minum susu bisa semakin tinggi. Seperti yang dilansir oleh trobos, Puncak peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) ke-7 digelar Kementan di Jakarta dan Palembang.



Siaran pers Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP)  menyebutkan Pelataran Benteng Kuto Besak - Palembang pada 31/5 akan menjadi ajang puncak HSN 2015. Acara ini akan dihadiri oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman.  Setelah itu diagendakan mentan berkunjung ke Sentra Pengembangan Kerbau Rawa di Kabupaten Musi Banyuasin. Di tempat itu digelar dialog dengan peternak dan Kelompok Wanita Tani pengolah  susu kerbau rawa tersebut

Di Jakarta, gaung HSN ke-7 telah dimulai pada 25/5 dengan edukasi “Gemar Minum Susu Bagi Anak-anak Usia Sekolah Dasar” bersama 150 siswa SDN 20 Pejaten Timur dan anak yatim Yayasan Masjid Al Falah, Jakarta.

Pada sambutannya Dirjen PPHP Yusni Emilia Harahap menyatakan sosialisasi konsumsi susu segar sejak usia dini tidak hanya berfungsi sebagai edukasi gizi protein hewani. “Diharapkan berdampak pada peningkatan produksi susu segar dan kesejahteraan peternak (sapi perah),” ungkapnya sebagaimana dimuat dalam siaran resmi Ditjen PPHP Kementan.

Yusni Emilia menerangkan konsumsi susu masyarakat Indonesia masih terendah jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya yaitu 12 liter/kapita. Jauh di bawah Malaysia (50,9 liter), India (47,1 liter), Singapura (44,5 liter), Thailand (33,7 liter), Vietnam (14,3 liter), dan Filipina (13,7 liter).

Berbeda dengan kebiasaan warga di negara maju, masyarakat  Indonesia justru lebih suka mengkonsumsi susu bubuk dibandingkan dengan susu segar.

Pada kesempatan itu edukasi kepada anak-anak disampaikan oleh pendongeng yang menceritakan manfaat susu segar bagi kesehatan dan kecerdasan. Mereka pun mendapat pemaparan cara memelihara sapi perah agar menghasilkan susu dan pengenalan rantai pasca produksi susu hingga diolah menjadi berbagai produk lezat dan bergizi. Tema HSN kali ini adalah “Peningkatan Produksi Susu Segar untuk Pemenuhan Konsumsi Masyarakat dan Industri Susu Nasional“. Untuk memeriahkan suasana ditetapkan pula slogan resmi “Mau Sehat Minum Susu, Mau Pintar Minum Susu, Mau Sehat dan Pintar…Ya Minum Susu”. Tujuan peringatan HSN adalah untuk meningkatkan konsumsi susu segar, merangsang kenaikan produksi susu segar nasional, meningkatkan populasi dan produktivitas ternak perah nasional.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:36
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.