loading...

Peraih nobel kecam myanmar atas kasus rohingya

Posted by

Myanmar mengecam pernyataan tiga pemenang Nobel Perdamaian mengenai Muslim Rohingya, dengan mengatakan pernyataan itu kontra-produktif.

“Mereka menutup mata terhadap upaya Myanmar membangun kembali kepercayaan di antara dua komunitas di negara bagian Rakhine,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Myamar, seperti dilansir sejumlah media di Yangon.

“Myanmar telah memperluas kerjasama dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, untuk memecahkan masalah manusia perahu,” lanjut pernyataan itu.

Dalam Konferensi tentang Penderitaan Muslim Rohingya di Oslo, Norwegia, Uskup Desmon Tutu, mantan presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, aktivis perempuan Iran Shirin Ebadi, mendesak Myanmar berhenti menganiaya Muslim Rohingya.

George Soros, raja bisnis keuangan dan filantropis, menyejajarkan situasi Muslim Rohingya dengan genosida Nazi. Soros lari dari Hungaria ketika Nazi memasuki Eropa Timur.

Konferensi di Oslo menghadirkan tujuh pemenang Nobel Perdamaian, tapi tidak mengundang Aung San Suu Kyi — aktivis pro-demokrasi Myanmar. Komunitas internasional mulai mengucilkan Suu Kyi, akibat membisu dan menutup mata ketika Muslim Rohingya diperlakukan tidak manusiawi.

Terakhir mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad mendesak Suu Kyi menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan penyiksaan terhadap Muslim Rohingya. Namun Suu Kyi agaknya tengah mempertahankan imagenya untuk pemilu November depan dan memilih untuk berdiam diri melihat penindasan terhadap Muslim Rohingya.

Myanmar terus memaksa Muslim Rohingya menanggalkan identitas tradisionalnya, dan menerima istilah Bengali. Sebagai Bengali, Muslim Rohingya akan mendapat kartu hijau tapi tetap warga negara kelas dua yang hidup dengan status pengungsi.

Saat ini, Muslim Rohingya memegang kartu putih — simbol warga tidak punya hak apa pun di Myanmar. Sedangkan warga negara bagian Rakhine memegang kartu merah.(eramuslim.COM)

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 15:19

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.