loading...

Penyelundupan Daging Celeng Untuk Dioplos Daging Sapi, Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Posted by

Pedagang Oplosan daging sapi dengan daging celeng hampir selalu ada saat Ramadhan dan Idul Fitri. Meskipun berkali-kali berhasil diungkap dan ditangkap aparat, para pengoplos dan penyelundup daging celeng tetap saja melakukan kecurangannya tersebut. Keuntungan yang berlipat ganda mendorong pedagang curang untuk terus melakukan pengoplosan antara daging sapi dengan daging celeng tanpa memikirkan sama sekali kerugian yang akan diterima konsumen.

Daging Sapi

Penyelundupan daging celeng biasanya dari Sumatera menuju Jawa, dimana di Sumatera memang hama celeng banyak dan menjadi hewan buruan karena mengganggu tanaman pertanian. Hasil buruan celeng seharusnya tidak boleh dipasarkan secara ilegal karena sangat riskan dengan resiko pengoplosan daging tersebut dengan daging sapi.

Dan di Ramadhan tahun inipun penyelundupan daging celeng masih terjadi dan berhasil digagalkan dipelabuhan Bakauheni Lampung, berikut beritanya seperti yang dimuat oleh trobos.com:
Balai Karantina Pertanian Bandar Lampung kembali menggagalkan penyelundupan daging celeng illegal di dermaga pelabuhan Bakauheni (15/6).

Siaran resmi Kementerian Pertanian menyebutkan penyeludupan 500 kilogram daging celeng tanpa dokumen tersebut digagalkan dalam operasi Kepatuhan Jelang Ramadhan yang telah diinstruksikan oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian.

Menurut penyidik BKP Wilayah Kerja Bakauheni Buyung Hadiyanto daging celeng tersebut diamankan dari Bus Medan Jaya asal Medan tujuan Jakarta bernomor polisi BK 7614 DJ. Saat diperiksa ditemukan 100 plastik yang diletakan dalam dua koli (karung) yang di dalamnya berisi daging celeng dalam ukuran 5 kilogram tiap plastiknya.

"Kami sudah mengikuti bus tersebut dari Kecamatan Palas namun bus sempat berhenti di rumah makan di Bakauheni dan baru berhasil kita amankan di pelabuhan Bakauheni," ujarnya.

Buyung mengungkapkan secara khusus Kementan telah menginstruksikan untuk memperketat peredaran daging dari Sumatera yang akan dibawa ke Pulau Jawa khususnya daging celeng karena dikhawatirkan  peredaran daging celeng di Pulau Jawa akan disalahgunakan. Seperti untuk pembuatan makanan jenis kornet bakso, sosis, dendeng atau bahkan dijual di pasar umum dengan cara dioplos dengan daging sapi.

"Berdasarkan pengakuan sang sopir berinisial L daging celeng milik seseorang berinisial N tersebut dibawa dari Lahat - Sumatera Selatan menuju Kampung Rambutan Jakarta Timur kepada seseorang yang telah memesan daging celeng tersebut," terang Buyung.

Akibat perbuatannya, para pelaku penyelundupan daging celeng tersebut terancam dikenakan UU Karantina Pasal 31 UU No 16 Tahun 1992 pasal 31  ayat(1) dengan hukuman 3 tahun penjara dan atau denda 150 juta rupiah.

"Saat ini barang bukti diamankan di Balai Karantina Pertanian untuk penyelidikan lebih lanjut," ungkap Buyung.

Buyung menyatakan selain tak disertai surat, pemasukan daging celeng itu juga salah karena menggunakan alat transportasi yang bukan untuk peruntukkannya yakni bus penumpang. Bahkan surat keterangan dari Dinas Peternakan asal daging itu ternyata palsu, hanya berupa dokumen yang discan untuk mengelabui petugas.

"Jadi selain dikenai UU Karantina terkait penyelundupan daging celeng tanpa dokumen, tersangka juga kita sangkakan pasal pemalsuan dokumen," terang Buyung.

Sopir berinisial L mengaku untuk memuluskan aksinya menyelundupkan daging celeng tersebut mengaku sudah dititipi amplop oleh pemilik daging itu untuk memuluskan aksinya. "Uang tersebut sejumlah 400 ribu sudah saya serahkan di area pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni yang sudah disiapkan oleh pemilik barang," ungkapnya.

Ia sempat merasa kesal sebab sudah memberi uang "mel" kepada petugas keamanan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni namun justru ditangkap oleh petugas karantina di dermaga 1 Pelabuhan Bakauheni saat hendak masuk ke atas kapal.
Sebenarnya inti permasalahan kenapa daging celeng sering diselundupkan dari Sumatera ke Jawa karena di pulau Jawa ini ada penadahnya atau pemesannya. Penadah inilah sebenarnya yang perlu ditangani terlebih dahulu untuk mencegah penyelundupan daging celeng tersebut. Tanpa ada pedagang curang di pulau Jawa yang mau menerima daging celeng maka akan sangat kecil kemungkinan daging tersebut diselundupkan ke pulau Jawa. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada pedagang daging dari Sumatera yang menerapkan aji mumpung untuk menjual sendiri daging celeng ke pulau Jawa.

Kemungkinan yang ada sekarang ini adalah masih lebih banyak daging celeng yang berhasil diselundupkan dari Sumatera ke pulau Jawa daripada yang berhasil ditangkap, apalagi ada pepatah "maling biasanya selangkah lebih maju daripada polisi" hehehe....Tetapi apapun kenyataannya, keberhasilan petugas membongkar kasus penyelundupan daging celeng ini patut diapresiasi. Selamat.....

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:26
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.