loading...

Marhaban Yaa Ramadhan..Alhamdulillah, Semoga Allah Menyampaikan Kita Ke Ramadhan

Posted by

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah
Sebagai umat Muslim kita sangat layak bersyukur masih bisa menemui fajar Ramadhan tahun ini, semoga. Ramadhan satu bulan istimewa yang selalu datang dengan membawa segudang barakah dan pahala yang berlipat ganda bagi siapa saja yang mau menjemputnya dan menghidupkan malam-malamnya.


Ramadhan Saat Bermunajat Bukan Bermaksiat
Mungkin sebelas bulan yang lalu kita sudah terlena dengan berbagai kesibukan, berbagai keinginan dan berbagai godaan hedonisme duniawi. Saat Ramadhan datang seolah kita diingatkan dan disediakan "rem" untuk menekan dan menahan hawa nafsu terhadap keinginan duniawi.
Hawa nafsu memang selalu mengikuti manusia kemanapun dia melangkah dan nafsu pula yang membuat hidup ini demikian "hidup". Coba bayangkan jika seandainya semua manusia tidak memiliki nafsu? Tidak makan, tidak tidur, tidak ada namanya berkeluarga dan tidak punya keinginan apa-apa, alangkah hambarnya hidup ini.

Nafsu yang sudah disematkan pada manusia oleh Yang Maha Mencipta seyogyanya dimanfaatkan dengan cara yang sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Assunnah, inilah jalan yang lurus sehingga nafsu bisa dijadikan alat untuk menuju keridhoan-Nya.

Sebelas bulan, jika dibayangkan alangkah lamanya kita terlena dengan segala kesibukan dan tahu-tahu bulan Ramadhan sudah didepan mata. Setelah, mungkin, dalam sebelas bulan sebelumnya kita terlalu banyak bermaksiat, saatnya kita bermunajat dan berharap ampunan dari Allah SWT. Amal ibadah di bulan Ramadhan akan mendapat pahala yang berlipat ganda, itu PAST!, lantas bagaimana jika kita bermaksiat dibulan Ramadhan? Apakah hukumannya juga berlipat ganda? Mudah-mudahan Allah tidak melipatgandakan dosa sebagaimana Dia melipatgandakan pahala berbuat kebaikan saat Ramdhan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, ketika itu ada yang menyeru: “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan”. Dalam hadits lainnya disebutkan, ”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam sebagai terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.”

Dalam beberapa amalan di bulan Ramadhan, kita dapat temukan di dalamnya ada pengampunan dosa. Di antara amalan tersebut adalah ibadah puasa yang kita jalankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” Pengampunan dosa di sini bisa diperoleh jika seseorang menjaga diri dari batasan-batasan Allah dan hal-hal yang semestinya dijaga.

Begitu pula pada amalan shalat tarawih, di dalamnya juga terdapat pengampunan dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan amalan shalat, juga akan mendapatkan pengampunan dosa sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Adapun pengampunan dosa dalam hadits-hadits di atas, dimaksudkan untuk dosa-dosa kecil sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Karena sampai demikian  banyaknya pengampunan dosa di bulan suci ini, Qotadah pun mengatakan, “Siapa saja yang tidak mendapatkan pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain ia pun akan sulit mendapatkan ampunan.”

Waspadai Tontonan Televisi

Sebagaimana fenomena yang selalu terjadi setiap tahun, saat Ramadhan stsiun-stasiun TV berlomba-lomba menyelenggarakan acara yang "berkedok" menyambut Ramadhan. Ada yang berupa ngabuburit atau acara menjelang berbuka puasa dan ada pula yang berupa acara-acara di saat sahur. Yang kadang paling parah adalah acara-acara yang berkedok Tabligh Akbar pada malam-malam Ramadhan.

Kenapa saya bilang "berkedok"? karena kebanyakan acara ini isinya "kacau" menurut pandangan penulis (mohon ma'af  bila salah). Materi acara campur aduk antara maksiat dan siraman rohani, habis ceramah ustad tahu-tahu dilanjutkan dengan munculnya artis-artis yang memakai pakaian ala kadarnya, atau ceramah agama yang dibikin gado-gado dengan acara musik dengan lagu-lagu yang tidak jelas dan lain-lain.

Kita patut waspada dengan acara-acara semacam ini, karena acara ini bisa melenakan kita yang seharusnya memperbanyak amalan ibadah saat Ramadhan jadi sibuk menyaksikan acara-acara yang sepertinya memang di setting untuk merusak kemuliaan bulan Ramadhan. Dan tentu saja dibalik acara-acara itu adalah alasan komersial alias mengumpulkan iklan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya karena acara model itu saat Ramadhan memiliki rating yang tinggi. Penulis tidak anti acara TV tetapi kita perlu selektif terhadap acara-acara yang tidak jelas yang ditonton oleh keluarga kita.

Bukankah tidak mungkin bergabung menjadi satu dalam dada seorang yang benar-benar beriman antara maksiat dan ibadah?

Mudah-mudahan Ramadhan tahun ini kita mendapatkan ampunan dari Allah atas dosa-dosa kita yang telah lalu dan terhindarkan dari berbuat maksiat yang mengotori ibadah kita di bulan suci ini.

Ya Allah, Sampaikanlah kami, umat Rasulullah ke Ramadhan
agar kami bisa membersihkan jiwa kami, 
kuatkanlah hati kami agar selalu istiqomah di jalan-Mu
dan ampunilah dosa dan kesalahan kami, 
aamiin.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:46
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.