loading...

Manfaat Tanaman Tali Putri (Cassytha filiformis) Sebagai Obat Herbal Berkhasiat

Posted by

Tanaman Tali Putri termasuk tanaman parasit yang sangat merugikan tanaman yang menjadi inangnya. Dalam jangka panjang, lama-lama tanaman tali putri ini akan bisa membunuh atau mematikan inangnya karena semua bagian tanaman inangnya akan tertutupi rapat oleh sulur-sulur tali putri. Tali putri (Cassytha filiformis) atau biasa juga disebut dengan mas semasa, sangga langit, rumput putri, gumi guraci ini mempunyai kandungan kimia seperti senyawa actinodaphnine.

Anggota famili Lauraceae itu bersifat manis, sejuk, agak pahit, dan beracun. Cara budi daya tanaman ini dengan setek batang. Pemeliharaan tanaman ini mudah antara lain membutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembapan tanah dan pemupukan, terutama pupuk dasar.

Tali putri tersebar di kawasan tropik dan ditemukan tumbuh pada beberapa tanaman perdu dan semak yang rendah, baik semak belukar maupun lapangan terbuka pada daerah pantai atau jauh dari pantai. Tumbuh tidak teratur dan dapat menutup tumbuhan inang (host) hingga tidak kelihatan sama sekali. Batangnya berbentuk bulat seperti benang, lemah, bercabang, dengan diameter kurang dari 0,5 mm, berwarna cokelat muda kekuningan, panjangnya bervariasi, bisa mencapai 3-8 meter, melekat pada tumbuhan lain dengan alat pengisap. 

Daunnya berupa sisik kecil. Sedangkan bunganya juga berukuran kecil, berwarna putih kekuningan, berkumpul berbentuk bulir dengan panjang 2-5 cm. Buahnya berbentuk bulat, berdaging, dengan diameter 3-7 mm. (dr. Setiawan Dalimartha, “Atlas Tanaman Obat Indonesia”, Puspa Swara, 2006)
 
Tiap tahun tali putri menghasilkan biji yang jatuh ke tanah dan berkecambah dalam tanah. Tali putri muda panjangnya 2-4 inci, yang tumbuh dan bergerak ke arah inang. Pada musim panas dan gugur atau musim kemarau di Indonesia, tali putri menghasilkan bunga-bunga berukuran kecil berwarna putih. Bunga ini memproduksi dua sel kapsul buah yang meretak dan melepaskan 1-4 biji, di mana tiap bijinya bisa menghasilkan tumbuhan baru tiap tahun.

Sebagian berpendapat, tali putri tidak memiliki zat hijau daun (klorofil) setelah ia menggantungkan seluruh hidupnya pada tumbuhan inang. Namun, berdasarkan sejumlah studi diketahui, tumbuhan tersebut memiliki klorofil pada tunas, buah, dan batangnya. Penyebarluasan biji tali putri bisa melalui sisa panen yang berpindah, aliran air irigasi, disebarkan langsung oleh manusia, atau bersama-sama dengan sisa pembuangan semak atau gulma. Tali putri juga memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan lingkungan. Bijinya mampu “tidur” atau dormansi selama lima tahun dalam tanah, menunggu kondisi yang baik untuk pertumbuhannya. 

Tumbuhan yang bisa diserang bukan hanya semak-semak belukar atau tumbuhan pagar, tapi juga tanaman hias seperti dahlia, krisan, atau helenium. Jika kebetulan menjumpai tali putri pada tanaman hias, sebaiknya segera dibasmi ketika masih belum berkembang biak. Jika sudah berbiak banyak dan menutupi permukaan tumbuhan, pengendaliannya menjadi lebih sukar. Tali putri termasuk parasit yang bandel karena sulit dibasmi jika tidak dibasmi sekaligus bersama tumbuhan inangnya.

Meski demikian, di luar sifatnya sebagai parasit, tali putri ternyata juga bisa dimanfaatkan. Menurut Dr. Setiawan Dalimantha, alat pengisap yang sering merugikan tumbuhan inang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kanker. Rasanya manis agak pahit, sejuk, dan beracun. Herba ini masuk meridian hati dan ginjal, berkhasiat sebagai pembersih darah, pereda demam (antipiretik), antiradang, peluruh kencing (diuretic), dan penghenti pendarahan (hemostatis).

Seluruh bagian tanaman tali putri berkhasiat untuk mengatasi beragam penyakit :
  • Disentri, 
Cucilah dengan bersih 50 gram herba tali putri segar
Lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 1 gelas.
Setelah dingin, saring ramuan.
Minum air rebusan 2 kali sehari, masing- masing 1/2 gelas
  • Batuk darah, sakit kuning, dan susah buang air besar
Cucilah dengan bersih 30 gram herba kering atau 60 gram herba segar.
Rebus bahan dengan 3 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 1 gelas.
Setelah dingin, saring ramuan.
Minum ramuan 2 kali sehari, masing- masing 1/2 gelas
  • Eksim dan borok
Cucilah dengan bersih 50 gram herba segar,
lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 2 gelas.
Gunakan air rebusan untuk mencuci bagian yang sakit. “
  • Kencing darah, 
Ambillah 90 gram herba tali putri segar, lalu cuci bersih.
Rebus bahan dengan 4 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 2 gelas.
Setelah dingin, saring dan tambahkan gula merah secukupnya ke dalam air rebusan.
Minum ramuan 2 kali sehari, masing- masing 1 gelas. “

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:02
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.