loading...

Kucing Emas, Jenis Kucing Misterius Karena Kelangkaannya

Posted by

Kucing Emas merupakan jenis yang misterius dan sangat sulit di jumpai saat ini, sedikit sekali pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi jenis ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. pola hidup satwa ini belum diketahui secara jelas tidak seperti jenis kucing hutan lainnya.




Kucing Emas
Bulu berwarna mulai dari pirang coklat muda sampai hitam. Pada bagian kepala dan bagian bawah ekornya terdapat garis putih yang dapat dilihat dengan mudah. pada tahun 1996, melalui Photo Trapping, Untuk pertama kalinya berhasil terpetret seekor kucing Emas yang berwarna hitam pekat.

Satwa ini dapt ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 2.000 m dpl. Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga atau berpasangan. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif disiang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat.  


Petikan Berita Tentang Kucing Emas (Tribunnews.com)
Momen langka berhasil diabadikan kamera trap di Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sumatera. Seekor induk kucing emas (Catopuma temminckii) terpantau sedang menggendong anaknya yang masih kecil di mulut, seperti layaknya kucing rumah yang sedang memindahkan anak-anaknya. 

Tribunjambi.com yang mengutip salah satu website atau situs berita informasi lingkungan Mongabay.co.id yang menyiarkan kabar ini serta facebook dengan akun Anak Melayu Jambi cukup gencar memberitakan temuan kucing langka tersebut.

Seperti yang diketahui pula, tertangkapnya foto kucing emas tersebut diunggah oleh Iding Achmad Haidir, peneliti small cats dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, melalui media sosial Facebook pada Sabtu (7/02/2015) kemarin. Foto ini langsung mengundang decak kagum para netizen karena merupakan momen yang sangat jarang.

Iding menjelaskan bahwa foto tersebut didapat pada Hari Kamis (06/11/2014) oleh Tim Penelitian Macan Dahan Sumatera. Penelitian ini sendiri merupakan kerjasama antara Balai Besar TNKS dengan WildCRU Oxford University, Clouded Leopard Project, Point Defiance Zoo & Aquarium, Fauna & Flora International (FFI) dan Rufford Fondation.

Latar belakang penelitian ini sendiri adalah untuk melihat kecenderungan perubahan setelah 10 tahun sejak kegiatan serupa yang dilaksanakan pada tahun 2004.

“Kami ingin melihat tren semua jenis kucing yang ada di TNKS setelah 10 tahun, bagaimana trend populasi, segregasi penggunaan habitat dan respon jenis-jenis kucing terhadap perubahan kawasan baik tutupan maupun perubahan lainnya,” jelas Iding.

Lebih lanjut, Iding menjelaskan bahwa kucing emas merupakan salah satu jenis kucing yang dapat dijumpai di TNKS, di samping 4 jenis kucing lainnya. Keempat jenis itu antara lain harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), macan dahan (Neofelis nebulosa), kucing batu (Pardofelis marmorata) dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis) atau yang juga disebut macan akar oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, kucing emas terpantau di seluruh studi area di kawasan yang masuk wilayah administratif Kabupaten Kerinci, Pesisir Selatan, Muko-Muko, Merangin, Bungo dan Solok Selatan. Dapat dikatakan bahwa kucing emas tersebar merata di seluruh kawasan TNKS.

“Kucing emas merupakan satwa yang bersifat generalis, yang berarti lebih adaptif terhadap perubahan yang ada seperti tutupan lahan,” jelasnya lebih lanjut.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:03
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.