loading...

Kisruh Mobil Listrik, Benarkah Rugikan Negara 32 Milyar?

Posted by

16 Unit Mobil Listrik Bermasalah atau Dipermasalahkan?

Mobil Listrik
Pengacara Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa  pengadaan 16 mobil listrik tersebut beberapa kali dibahas dalam rapat kabinet. Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, ingin pemerintah bisa memamerkan mobil listrik buatan dalam negeri dalam KTT APEC di Bali pada 2013.

Berita yang sedang ramai di koran-koran daerah dan nasional adalah mengenai mobil listrik yang disita oleh Kejaksaan Agung karena dianggap merugikan negara. Nilai kerugian negara yang dituduhkan juga lumayan besar mencapai 32 milyar. Dan siapakah tokoh yang dibidik dibalik proyek mobil listrik ini? Tidak lain adalah bos Jawa Pos Group, Dahlan Iskan, yang waktu itu menjabat menteri BUMN.
Bantuan Program Riset Mobil Listrik oleh BUMN
1. Mobil Listrik Pertamina
 - Diserahkan ke sejumlah PTN pada 2014-2015.
 - PTN yang menerima: ITB, UI, ITS, UB, UGM, dan Universitas Riau.

 2. Program CSR Inovatif: Persembahan bagi Pahlawan tanpa Tanda Jasa (PT Telkom)
 - Dikerjakan pada 2008 dengan melatih sekitar 500 guru.
 - Para guru berasal dari Jabodetabek, Semarang, Bandung, dan Surabaya.

 3. Inovasi Agro Industri Expo 2013
 - Menyaring 500 penelitian inovasi di dunia industri menjadi tiga proposal pemenang.
 - Uang hadiah disiapkan Kementerian BUMN, Bank Mandiri, Pertamina, dan Semen Indonesia.

 4. Bandung Techno Park (BTP)
 - Digarap PT Telkom.
 - Berlokasi di Kawasan Pendidikan Telkom, Buah Batu, Bandung.
 - Di antaranya, ada produk uKit (teknologi kit mikrokontroler).
 - Juga ada inovasi pengolahan sampah (insinerator).

 5. Layanan Pendidikan Jarak Jauh 2015
 - Diberi nama: Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut).
 - Kerja sama Unviersitas Terbuka (UT) dan PT Telkom.

Penyitaan Mobil Listrik
Penyitaan mobil listrik itu dilakukan penyidik Kejagung, Selasa (23/6). Namun, Rabu (24/6) mereka sengaja memamerkan kendaraan sitaan dengan maksud agar masyarakat tahu kondisi mobil tersebut. ’’Agar masyarakat tahu keganjilan di balik proyek senilai Rp 32 miliar ini,’’ kata Kepala Subdit Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung Sarjono Turin.
Keganjilan yang dimaksud Sarjono ternyata bodi mobil listrik itu yang dinilai menggunakan bodi Toyota Alphard keluaran 2002. Dasep Ahmadi selaku pembuat mobil dinilai sengaja menyamarkan wujud asli Alphard. ’’Mobil listrik ini ganjil dan berbahaya karena tak lulus uji emisi dan tidak dapat izin test drive dari Kementerian Perhubungan,’’ kata Sarjono.
Menurut Turin, kecepatan maksimum mobil seharga Rp 2 miliar itu hanya mencapai 29 km/jam. Menurut dia, jika melebihi 70–80 km/jam, bisa overheat. ”Karena itu, berbahaya jika dipakai di jalan umum,” ujarnya.
Pernyataan Turin itu sontak menjadi pergunjingan di masyarakat, khususnya di media sosial. Terutama terkait kalimat bahwa mobil listrik karya Dasep tersebut tidak lulus uji emisi. Sebab, mobil listrik memang tidak memiliki emisi. Bahkan, mulai muncul meme gambar Turin dengan kalimat, ’’Mobil listrik rugikan negara terbukti tidak lulus uji emisi’’. (jpnn.com)
Kalau diperhatikan memang agak lucu pernyataan Kepala Subdit Tindak Pidana Khusus Kejagung tersebut, lha namanya saja mobil listrik terus uji emisinya bagaimana? Bukankah tidak ada bahan bakar fosilnya yang bisa di test emisinya?

Kita tunggu saja berita selanjutnya apakah benar mobil listrik tersebut bermasalah ataukah memang sengaja dibuat masalah? Memang semenjak Dahlan Iskan lengser dari menteri BUMN, proyek mobil listrik ini seperti hilang ditelan bumi dan tiba-tiba muncul lagi sudah jadi masalah hukum. Ada apa gerangan?

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:46
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.