loading...

Kerjasama Telkom dan SingTel, Rini Sumarno Jual Rahasia Negara?

Posted by


Kerjasama Membangun e-government antara PT Telkom dan SingTel, Berbahaya? 


Rini Sumarno selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan penjelasan soal kerja sama PT Telkom dengan Singapore Telecommunication Limited (SingTel) terkait pengembangan pusat data untuk e-government dan e-budgetting. 

Menurut menteri BUMN, walaupun dari  kesepakatan itu akan ada data center yang ditempatkan di Singapura, rahasia negara milik pemerintah Indonesia tetap aman. Sesuai kesepakatan Telkom dengan SingTel maka akan ada perusahaan patungan (joint venture). Rencananya, perusahaan itu akan beroperasi mulai 2016. Rini menuturkan, semula dirinya diundang oleh Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd (Telin) ke Singapura untuk peresmian data center. Telin merupakan anak usaha PT Telkom yang berbasis di negeri pulau itu.

“Data center itu adalah satu pusat pengelolaan data untuk perusahaan-perusahaan swasta yang ingin meminta pihak ketiga untuk mengelola data. Telin sudah membuat data center dan ini yang ketiga," beber Rini di sela-sela buka puasa bersama di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6).  Karenanya, mantan menteri perindustrian dan perdagangan itu meyakini kerja sama Telkom dengan SingTel tak ada kaitannya dengan rahasia negara. Ia justru berharap kerja sama itu bisa semakin baik. "Karena bisnis sebelumnya bagus, maka dibikinlah kerja sama selanjutnya. Kerja sama ini pemberi jasa dalam mengelola data dan nggak ada urusan sama itu (membocorkan data)," katanya

Membahayakan Rahasia Negara?
Menurut  politisi Partai Gerindra Heri Gunawan, kerjasama itu jadi ancaman terhadap kedaulatan NKRI. Penjelasan UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. "Kerjasama PT Telkom dengan Singtel membangun e-government merupakan potensi ancaman. Pembiaran kerjasama tersebut oleh Kementerian BUMN telah membahayakan kepentingan dan kedaulatan negara. Jika rencana itu direalisir, maka jangan salahkan publik menilai bahwa Menteri BUMN patut diduga sedang menjual rahasia negara ke pihak asing. Dan itu merupakan kejahatan yang tidak boleh ditolerir,” tegas Heri.

Menteri BUMN Rini Soemarno menurut Heri,  dalam kasus ini melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. "Dalam PP Nomor  82 Tahun 2012 menyatakan bahwa “pembangunan pusat data wajib dilaksanakan dalam negeri”. Hal itu sebagai bentuk perlindungan data informasi dan penegakan hukum," jelasnya. Lebih lanjut dia katakan, poin terhadap perlindungan kepentingan dan kedaulatan negara juga diatur secara spesifik dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi,  pasal 7 ayat (2) yang menekankan bahwa “dalam penyelenggaraan telekomunikasi, diperhatikan salah satunya untuk melindungi kepentingan dan keamanan negara”.

"Karena itu, atas pertimbangan kepentingan keamanan dan kedaulatan negara, kerjasama PT Telkom dengan
Singtel terkait pembangunan dan penyelenggaraan e-government wajib ditolak. Selanjutnya meminta PT Telkom melalui Menteri BUMN untuk segera  membatalkan rencana kerjasama itu. Jika tidak, maka Menteri BUMN, Direksi PT Telkom dan pihak-pihak yang terkait lainnya secara nyata melanggar hukum atas praktik yang membahayakan kedaulatan negara, dan boleh jadi akan terus dikenang oleh sejarah sebagai pihak-pihak yang merongrong kedaulatan negara," pungkasnya.

Penjelasan Vice President Corporate Communication Telkom :

Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo, seperti dilansir jpnn.com, menjelaskan mengenai kerjasama pengembangan pusat data untuk e-government dan e-budgetting di Singapura, melalui kerjasama PT Telkom dengan Singapore Telecommunication Limited (SingTel).Dikatakan, Telkom bersama SingTel telah menyepakati pembentukan joint venture (perusahaan patungan), yang rencananya mulai beroperasi pada 2016. Arif mengatakan, layanan data center Telin Singapore ditujukan hanya untuk menyasar perusahaan-perusahaan global yang berbasis di Singapura.
“Telin-3 yang dibangun dan dua data center lainnya ditujukan untuk menggaet perusahaan Singapura dan perusahaan multinasional yang ada Singapura," ujar Arif dalam siaran persnya, Sabtu (20/6). Dia memastikan kerjasama tersebut tidak berdampak bocorkan data pemerintah kepada Singapura. Seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak. Pasalnya, semua pengoperasiannya masih di bawah kendali Telkom.
"Sehingga tidak ada data pemerintah yang ditempatkan di Singapura, karena semuanya dikelola dan dioperasikan oleh Telkomsigma di Indonesia. Telkomsigma telah memiliki 3 data center yang beroperasi secara aktif, yakni di Serpong, Sentul dan Surabaya. Sementara itu, Telkomsigma juga sedang membangun data center di beberapa kota, salah satunya di Balikpapan," jelasnya.

Termasuk untuk project pemerintah, sambung Arif, semuanya dikelola Telkomsigma di Indonesia.
"Ini merupakan dua hal yang berbeda. Tidak ada sama sekali data pemerintah Indonesia yang ditempatkan di Singapura. Hingga saat ini Telkom tidak mengelola data center untuk Badan Cyber Nasional,” tegasnya.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:11
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.