loading...

Kenali Obat Sakit Gigi Andalan Para Dokter Secara Umum

Posted by

AMOXICILLIN, NATRIUM / KALIUM DIKLOFENAK, DEXAMETHASONE DAN ASAM MEFENAMAT.

Beberapa kali situs ini telah memuat artikel tentang sakit gigi. Biasanya yang dibahas adalah sakit gigi dan pengobatannya dengan ramuan atau resep obat herbal yang memang jumlah dan jenis tanaman herbalnya di Indonesia ini sangat banyak. Obat herbal sakit gigi antara lain Bawang putih, minyak cengkeh dan juga sering berkumur dengan air hangat ditambah garam.

Bagaimana dengan obat sakit gigi dari dokter? Sepertinya hal ini juga perlu diketahui karena kadang kalau sakit gigi sudah tidak tertahan kita membutuhkan obat yang lebih "keras" dan bisa segera meredakan sakit akibat sakit gigi tersebut. Penulis juga kadang menggunakan obat-obat sakit gigi yang biasa diresepkan dokter dan biasanya menjadi andalan dokter gigi untuk sakit gigi secara umum.

Ada tiga atau empat jenis obat yang biasa diresepkan dr gigi:
1. Amoxicillin untuk antibiotik
2. Natrium atau Kalium diklofenak
3. Dexamethasone
4. Asam mefenamat

Ketiga jenis obat ini biasanya bisa dibeli secara bebas di apotik-apotik. Meskipun sesuai aturannya pembelian antibiotik harus dengan resep dokter. Berikut kegunaan atau fungsi dari masing-masing obat di atas:

1. Amoxicillin


Jenis obatAntibiotik penicillin
ManfaatMengatasi infeksi akibat bakteri terutama pada:
  • Sistem pernapasan
  • THT (Telinga, hidung dan tenggorokan)
  • Sistem pencernaan
  • Sistem saluran kemih
  • Sistem reproduksi wanita
  • Meninges
  • Kulit dan jaringan lunak
  • Infeksi gigi dan gusi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Nama lainAmoxycillin, Amox
Bentuk obatKapsul, cairan oral, bubuk dan suntik

Amoxicillin adalah jenis obat keras memerlukan resep dokter. Obat ini juga bisa digabungkan dengan obat lain Ada banyak jenis dan merek obat-obatan yang mengandung amoxicillin. Ingat untuk membaca kandungan di dalamnya pada bungkus obat yang Anda beli.

Peringatan:

  • Jangan minum obat ini jika Anda alergi terhadap penisilin.
  • Bagi wanita yang sedang mengandung atau sedang menyusui, pastikan untuk membicarakan dengan dokter sebelum mengonsumsi amoxicillin.
  • Jika Anda menjalani vaksinasi apa pun, pastikan memberi tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi amoxicillin karena amoxicillin dapat berdampak pada keefektifan vaksin.
  • Jika Anda sedang mengonsumsi pil kontrasepsi dan mengalami muntah-muntah akibat amoxicillin, gunakan alat pengaman tambahan seperti kondom.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal dalam mengonsumsi obat ini.
  • Amoxicillin sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita demam kelenjar karena dapat menyebabkan ruam.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Amoxicillin
Dokter yang akan menentukan dosis dan lama konsumsi amoxicillin berdasarkan infeksi yang terjadi, tingkat keparahannya, dan respons tubuh. Umumnya dosis amoxicillin per hari berkisar antara 500-1500 mg untuk 7-14 hari. Khusus untuk infeksi gonore, 3 gram amoxicillin hanya perlu diminum sekali. Bagi anak-anak, dosis juga akan berdasarkan berat badan.

Cara Mengonsumsi Amoxicillin dengan Benar
Pastikan untuk membaca petunjuk pada bungkus obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi amoxicillin. Jangan mengubah dosis amoxicillin kecuali disarankan oleh dokter Anda. Jaga jarak waktu antara satu dosis amoxicillin dengan dosis berikutnya secara teratur.
Amoxicillin bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Khususnya untuk amoxicillin bubuk, campurkan dengan setengah gelas air dan minum secepatnya setelah diaduk.
Pastikan Anda menghabiskan dosis yang sudah diberikan oleh dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali infeksi. Jika masih belum sembuh setelah mengonsumsi semua dosis yang diresepkan, kembali temui dokter.
Jika tidak sengaja melewatkan dosis amoxicillin, segera minum begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis amoxicillin pada jadwal berikutnya.

Efek Samping dan Bahaya Amoxicillin
Walau jarang, amoxicillin berpotensi menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Jelaskan pada dokter jika Anda mengalami efek samping yang berkepanjangan dan beritahu obat yang Anda konsumsi.
Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah:
  • Mual dan muntah
  • Mengalami diare
  • Sakit kepala
  • Ruam
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami ruam, pembengkakan pada wajah atau mulut, atau kesulitan bernapas. Ini mungkin pertanda Anda alergi terhadap antibiotik jenis ini. Segera hentikan penggunaan amoxicillin dan pergilah ke rumah sakit terdekat.

2. Kalium / Natrium Diklofenak



Indikasi:
Sebagai pengobatan jangka pendek untuk kondisi - kondisi akut sebagai berikut: - Nyeri inflamasi setelah trauma, seperti karena terkilir. - Nyeri dan inflamasi setelah operasi, seperti operasi tulang atau gigi. - Sebagai ajuvan pada nyeri inflamasi yang berat dari infeksi telinga, hidung atau tenggorokan, misalnya faringotonsilitis, otitis. Sesuai dengan prinsip pengobatan umum, penyakitnya sendiri harus diobati dengan terapi dasar. Demam sendiri bukan suatu indikasi.
Kontra Indikasi:
- Tukak lambung - Hipersensitif terhadap zat aktif] - Seperti halnya dengan anti inflamasi non steroid lainnya, kalium diklofenak dikontraindikasikan pada pasien dimana serangan asma, urtikaria atau rhinitis akut ditimbulkan oleh asam asetilsalisilat atau obat-obat lain yang mempunyai aktivitas menghambat prostaglandin sintetase
Tablet Salut Enterik 25 mg & 50 mg

Komposisi:
Kalium Diklofenak 25 mg
Tiap tablet salut enterik mengandung Kalium Diklofenak 25 mg

Kalium Diklofenak 50 mg
Tiap tablet salut enterik mengandung Kalium Diklofenak 50 mg

Cara Kerja Obat:

Farmakodinamik

Kalium diklofenak adalah suatu zat anti inflamasi non steroid dan mengandung garam kalium dari diklofenak. Pada kalium diklofenak, ion sodium dari sodium diklofenak diganti dengan ion kalium. Zat aktifnya adalah sama dengan sodium diklofenak. Obat ini mempunyai efek analgesik dan antiinflamasi. Tablet kalium diklofenak memiliki mula kerja yang cepat. Penghambatan biosintesa prostaglandin, yang telah dibuktikan pada beberapa percobaan, mempunyai hubungan penting dengan mekanisme kerja kalium diklofenak. Prostaglandin mempunyai peranan penting sebagai penyebab dari inflamasi, nyeri dan demam. Pada percobaan-percobaan klinis Kalium Diklofenak juga menunjukkan efek analgesik yang nyata pada nyeri sedang dan berat. Dengan adanya inflamasi yang disebabkan oleh trauma atau setelah operasi, kalium diklofenak mengurangi nyeri spontan dan nyeri pada waktu bergerak serta bengkak dan luka dengan edema. Kalium diklofenak secara in vitro tidak menekan biosintesa proteoglikan di dalam tulang rawan pada konsentrasi setara dengan konsentrasi yang dicapai pada manusia.

Dosis:

Dewasa:
- Umumnya takaran permulaan untuk dewasa 100-150 mg sehari.
- Pada kasus-kasus yang sedang, juga untuk anak-anak di atas usia 14 tahun 75-100 mg sehari pada umumnya mencukupi.
Dosis harian harus diberikan dengan dosis terbagi 2-3 kali

Anak-anak:
Tablet kalium diklofenak tidak cocok untuk anak-anak.

Peringatan dan Perhatian:
  • Ketepatan diagnosa dan pengawasan yang ketat harus dilakukan pada pasien-pasien dengan gejala gangguan saluran pencernaan, pasien yang mempunyai riwayat tukak lambung, dengan ulkus kolitis, atau pasien dengan penyakit Crohn, juga pada pasien yang menderita gangguan hati yang berat.

  • Umumnya perdarahan saluran pencernaan atau ulkus/ perforasi mempunyai konsekwensi yang lebih serius pada orang tua. Hal ini dapat terjadi setiap waktu selama pengobatan dengan atau tanpa gejala peringatan atau riwayat sebelumnya.

  • Bila terjadi perdarahan saluran pencernaan atau ulkus pada pasien yang menerima kalium diklofenak, obat ini harus dihentikan.

  • Karena prostaglandin penting untuk mempertahankan aliran darah pada ginjal, perhatian khusus harus diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung atau ginjal, pasien yag diobati dengan diuretik, dan pada pasien dengan ”extracellular volume depletion”dari berbagai sebab,misalnya pada fase peri atau sesudah operasi dari operasi bedah yang besar.

  • Pemantaun fungsi ginjal sebagai tindakan pencegahan direkomendasikan jika digunakan pada kasus-kasus tertentu. Penghentian pengobatan diikuti oleh penyembuhan seperti keadaan sebelum pengobatan.

  • Walaupun jarang, apabila timbul tukak lambung atau perdarahan lambung selama masa pengobatan dengan kalium diklofenak , obat harus segera dihentikan.

  • Pada pasien dengan usia lanjut perhatian harus diberikan sesuai dengan prinsip-prinsip pengobatan kedokteran. Khususnya direkomendasikan untuk menggunakan dosis efektif terendah pada pasien tua yang lemah atau dengan berat badan rendah. Seperti halnya dengan antiinflamasi non steroid lainnya, kenaikan satu atau lebih enzim hati mungkin terjadi dengan kalium diklofenak.

  • Pemantauan fungsi hati diindikasikan sebagai tindakan pencegahan. Jika test fungsi hati yang abnormal tetap atau menjadi lebih buruk, dan jika tanda-tanda klinis atau gejala-gejala tetap dengan berkembangnya penyakit hati atau jika terjadi manifestasi lainnya (misalnya eosinofilia, ruam, dsb) kalium diklofenak harus dihentikan. Hepatitis mungkin terjadi tanpa gejala-gejala prodromal.

  • Perhatian harus diberikan jika menggunakan kalium diklofenak pada pasien-pasien dengan porfiria hati, karena obat ini mungkin menyebabkan serangan.

  • Pengobatan dengan kalium diklofenak untuk indikasi seperti tersebut di atas biasanya hanya untuk beberapa hari. Tetapi bila berlawanan dengan rekomendasi untuk pemakaiannya dimana kalium diklofenak diberikan untuk jangka waktu lama, sebaiknya seperti halnya obat-obat anti inflamasi non steroid yang mempunyai aktivitas yang tinggi lainnya, dilakukan hitung darah.

  • Seperti halnya dengan anti inflamasi non steroid lainnya, reaksi alergi termasuk reaksi anafilaktik/anafilaktoid, dapat juga terjadi walaupun tanpa pernah terpapar dengan obat ini sebelumnya.

  • Mutagenisitas, karsinogenisitas dan studi toksisitas reproduksi:
    Diklofenak tidak menunjukkan efek mutagenik, karsinogenik atau teratogenik pada studi yang dilakukan.

  • Pemakaian pada waktu kehamilan dan laktasi:
    Pada masa kehamilan, kalium diklofenak hanya digunakan pada keadaan yang sangat diperlukan dan dengan dosis efektif yang terkecil Seperti halnya obat-obat penghambat prostaglandin sintetase lainnya, hal ini terutama berlaku pada 3 bulan terakhir dari masa kehamilan (karena kemungkinan terjadinya inertia uterus dan atau penutupan yang prematur dari ductus arteriosus). Sesudah pemberian oral dosis 50 mg setiap 8 jam, zat aktif dari kalium diklofenak dijumpai dalam air susu ibu, seperti obat-obat lainnya yang diekskresikan ke dalam air susu ibu, kalium diklofenak tidak dianjurkan untuk digunkan pada ibu yang menyusui.

  • Efek pada kemampuan mengemudi atau menggunakan mesin:
    Pasien yang mengalami pusing atau gangguan saraf pusat lainnya harus dihindarkan dari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
3. Dexamethasone


Dexamethasone Harsen adalah obat anti inflamasi dan anti alergi yang sangat kuat. Sebagai perbandingan Dexamethasone 0,75 mg setara dengan obat sbb : 25 mg Cortisone, 20 mg hydrocortisone, 5 mg prednisone, 5 mg prednisolone.
 
Dexamethasone Harsen praktis tidak mempunyai aktivitas mineral corticoid dari Cortisone dan hydrocortisone sehingga pengobatan untuk kekurangan adrenocortical tidak berguna. Dexamethasone Hersen praktis tidak mempunyai aktivitas mineral corticoid dari Cortisone dan hydrocortisone, sehingga pengobatan untuk kekuraangan adrenocortical tidak berguna.
Obat ini digunakan sebagai glucocorticoid khususnya unruk anti inflamasi, pengobatan rheumatik arthritis dan penyakit collagen lainnya, alergi dermatitis dll. Penyakit kulit, penyakit inflamasi pada masa dan kondisi lain dimana terapi glucocortcoid berguna lebih mennguntungkan seperti penyakit leukimia tertentu dan lymphomas dan inflamasi pada jaringan lunak dan hemolytica.
KOMPOSISI :
Tiap tablet Dexamethasone mengandung Deksametason 0,5 mg
KONTRA INDIKASI :
- Dexamethasone Harsen tidak boleh diberikan pada penderita herpes simplex pada mata ; tuberkulose aktif, peptic ulcer aktif atau psikosis kecuali dapat menguntungkan penderita.
- Jangan diberikan pada wanita hamil karena akan terjadi hypoadrenalism pada bayi yang dikandungnya atau diberikan dengan dosis yang serendah-rendahnya.
EFEK SAMPING :
  • Pengobatan yang berkepnjangan dapat mengakibatkan efek katabolik steroid seperti kehabisan protein, osteoporosis dan menghambat pertumbuhan anak.
  • Penimbunan garam, air dan kehilangan potassium jarang terjadi bila dibandingkan dengan beberapa glococorticoid lainnya.
  • Penambahan nafsu makan dan berat badan lebih sering terjadi.
DOSIS :
  • Dewasa :
    • Oral : 0,5 mg - 10 mg per hari (rata-rata 1,5mg-3 mg per hari)
    • Parenteral : 5 mg-40 mg per hari
Untuk keadaan yang darurat diberikan intravena atau intra muskular.
Dosis i.m. diberikan tiap 6 jam untuk mendapatkan efek yang maksimum.
  • Anak-anak : 0,08 mg-0,3 mg/kg berat badan /hari dibagi dalam 3 atau 4 dosis
INTERAKSI OBAT :
  • Insulin, hipoglikemik oral : menurunkan efek hipoglikemik.
  • Phenythoin, phenobarbital, efedrin : Meningkatkan clearance metabolik dari dexamethasone, menurunkan kadar steroid dalam darah dan aktivitas fisiologis.
  • Antikoagulansia oral : meningkatkan atau menurunkan waktu protombin.
  • Diuretik yang mendepresi kalium : meningkatkan resiko hipokalemia.
  • Antingen untuk tes kulit : menurunkan reaksiitas.
  • Imunisasi : menurunkan respon antibodi.
PERHATIAN :
  • Kekurangan adrenocortical sekunder yang disebabkan oleh pengobatan dapat dikurangi dengan mengurangi dosis secara bertahap.
  • Ada penambahan efek Corticosteroid pada penderita dengan hypothyroidism dan cirrhosis.
CARA PENYIMPANAN :
Simpan di tempat yang sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.
4. Asam Mefenamat
 DESKRIPSI
  • Mefenamic acid / Asam mefenamat
      
    INDIKASI
  • Sakit kepala, sakit gigi, nyeri muskuloskletal, nyeri traumatik (terpukul, terbentur, teriris), nyeri setelah operasi, nyeri setelah melahirkan, dysmenorrhea (nyeri saat haid), nyeri rematik, nyeri pada punggung bagian bawah & demam.

  • KEMASAN
    Tablet 500 mg x 10 x 10

  • DOSIS
    Dewasa : awalnya 500 mg lalu 250 mg setiap 6 jam maksimal selama 7 hari.
    Dismenore : awalnya 500 mg kemudian 250 mg tiap 6 jam.


  • Dikonsumsi bersamaan dengan makanan
      
    Jadi kalau anda sakit gigi dan belum atau tidak sempat ke dokter gigi, maka anda dapat memanfaatkan empat pasangan obat sakit gigi tersebut diatas. Minumlah Obat-obat sesuai dengan dosis anjuran yang terdapat pada bungkusnya dan jangan berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi segala macam obat karena akan dapat mengganggu kesehatan anda. Semoga bermanfaat


    Jika anda ingin mengetahui OBAT HERBAL AMPUH UNTUK SAKIT GIGI  silahkan  KLIK DISINI


loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:38
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.